Minggu, 18 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

LIKUIDASI
Selasa, 16 Januari 2018 10:38 WIB

Carillion Kolaps, Pemerintah Inggris Disalahkan


Carillion yang memiliki berbagai kontrak layanan di Inggris dan mempekerjakan 43.000 staf di seluruh dunia, mengumumkan likuidasi segera Senin 15 Januari (AFP)

Bisnisnews.id - Pemerintah Inggris mengadakan pertemuan darurat menteri pada Senin malam 15 Januari karena runtuhnya kelompok konglomerat konstruksi dan katering, Carillion.

Carillion, yang memiliki berbagai kontrak layanan di Inggris dan mempekerjakan 43.000 staf di seluruh dunia, mengumumkan likuidasi langsungnya Senin setelah hutang berat perusahaan gagal mendapatkan penyelamatan finansial terakhir dari pemerintah dan bank.

Komite tanggap darurat pemerintah (COBRA) dilaporkan bertemu sekitar satu jam pada hari Senin malam, dihadiri para menteri semua departemen yang terkena dampak, termasuk menteri keuangan Philip Hammond.

Ribuan staf Inggris yang bekerja untuk konglomerat swasta hanya akan menerima upah mereka sampai Rabu dalam pengaturan darurat.

Pemerintah Perdana Menteri Theresa May telah menyetujui pembayar pajak akan membayar tagihan yang berpotensi mencapai ratusan juta pound untuk terus membayar pegawai perusahaan sebanyak 19.500 orang di sektor publik.

Carillion memiliki kontrak kemitraan sektor publik dan swasta senilai 2,35 miliar dolar, termasuk menyediakan katering di sekolah, membersihkan dan melayani di rumah sakit umum, berbagai pekerjaan konstruksi dan merawat 50.000 rumah pangkalan militer untuk Kementerian Pertahanan.

Meskipun ada bendera merah, pemerintah terus memberikan kontrak publik utama kepada perusahaan, termasuk proyek rel kereta api berkecepatan tinggi, yang menyebabkan kritik semakin tajam.

"Sudah saatnya untuk mengakhiri kebijakan privatisasi yang telah melakukan kerusakan serius pada layanan publik dan pembayar pajak yang telah menipu miliaran pound," kata pemimpin buruh Jeremy Corbyn dikutip dari AFP.

Laporan menunjukkan hingga 30.000 perusahaan kecil diutangi sebanyak 1,4 miliar dolar oleh Carillion.

Sementara itu, perusahaan tersebut telah dikritik atas remunerasi para eksekutifnya, dengan beberapa mantan direktur diberi gaji dan tunjangan besar selama berbulan-bulan.

Kelompok lobi utama Inggris menyebut paket pembayaran itu sangat tidak pantas dan menuduh direktur dan pemegang saham gagal memberikan pengawasan yang tepat.

David Lidington, menteri yang memimpin rapat COBRA hari Senin, sebelumnya mengatakan kepada Parlemen bahwa akan menyelidiki peran mantan dan direksi saat ini dan mereka bisa menghadapi hukuman berat.

Carillion mengatakan Senin tidak ada pilihan selain mengambil langkah untuk melakukan likuidasi wajib segera. (marloft)

Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 17 Februari 2018
KESELAMATAN PENERBANGAN
Cuaca Ekstrim, Sektor Penerbangan Terganggu

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso  mengingatkan  semua pihak di sektor penerbangan bersatu mentaati peraturan dalam menghadapi cuaca ekstrim di bulan Februari ini. Semua pihak . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Sabtu, 17 Februari 2018
KOMPETENSI
Pekerja Perkeretaapian Wajib Memiliki Sertifikat Keterampilan

Bisnisnews.id  -  Para petugas perkeretaapian diwajibkan mengikuti uji kelaikan  sesuai bidangnya masing-masing. Ditjen Perkeretaapian Kemenhub  mentargetkan, tahun ini sebanyak 2000 orang akan mendapatkan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Sabtu, 17 Februari 2018
IMO
Biaya Perawatan Prasana Kereta Api Tahun Ini Rp 1,3 Triliun

Bisnisnews.id - Ditjen Perkeretaapian Kemenhub  tahun ini alokasikan anggaran Rp 1.3 triliun untuk biaya perawatan prasarana perkeretaapian atau  Infrastructure Maintenance and Operation (IMO). Biaya yang bersumber . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 16 Februari 2018
FASILITAS BANDARA
Area Parkir TOD M1 Soetta Beroperasi Maret 2018

Bisnisnews.id - PT Anglasa Pura II rampungkan pembangunan kawasan transit terpadu atau transit oriented development (TOD) di Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang dan  akan  beroperasi 1 Maret 2018 . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 16 Februari 2018
BOLA
Indosiar Kejar Rating Siaran Langsung Final Piala Presiden

Bisnisnews.id – Sebagai pemegang hak siar turnamen Piala Presiden, Indosiar telah memiliki target rating mencapai 40 persen. Mengingat animo masyarkat yang sangat tinggi terhadap laga penutup Piala Presiden 2018.   . . .
Selengkapnya