Minggu, 20 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Pariwisata / Berita

DESTINASI WISATA
Sabtu, 20 Januari 2018 22:33 WIB

Lepas Dari ISIS, Suriah Dipromosikan Untuk Turis


Amfiteater Romawi yang rusak di kota kuno Palmyra direbut kembali oleh pasukan Suriah, yang didukung oleh Rusia, pada bulan Maret 2017 (AFP)

Bisnisnews.id - Lebih dari setahun sejak rezim Bashar al-Assad, dengan bantuan Rusia, menundukkan pemberontak di sebelah timur Aleppo. Namun Suriah bangkit membangun kembali ekonominya lewat promosi destinasi wisata ke Aleppo.

Bangunan menjadi rata, orang-orang yang selamat hidup dalam teror, lapar dan putus asa, dan bau busuk mayat tercium dari reruntuhan saat keluarga mencari orang yang mereka cintai.

Sekarang, setelah kota hancur dikendalikan, rezim Assad ingin dunia mengunjungi yang tersisa sebagai tujuan wisata.

Minggu ini pemerintah Suriah mengiklankan Aleppo, bersama dengan destinasi lain di Suriah, di Pameran Bisnis Pariwisata Internasional di Madrid, mempromosikan atraksi negara tersebut ke seluruh dunia.

Ini adalah pertama kalinya Suriah menghadiri pameran perdagangan sejak 2011, sebelum perang pecah.

Seiring dengan reruntuhan Aleppo, pemerintah juga mendorong wisatawan mengunjungi reruntuhan kuno era Romawi Palmyra, situs arkeologi yang terdaftar di UNESCO yang dua kali dikuasai oleh kelompok ISIS.

Pejuang ISIS meledakkan beberapa kuil dan menara, sebelum dipaksa keluar untuk terakhir kalinya tahun lalu oleh pasukan pemerintah Suriah dan Rusia.

"Tahun ini adalah waktu untuk membangun kembali Suriah dan ekonomi kita," Bassam Barsik, direktur pemasaran di Kementerian Pariwisata Suriah mengatakan kepada AFP.

Barsik mengatakan 1,3 juta pengunjung asing melakukan perjalanan ke Suriah tahun lalu, meskipun angka tersebut mencakup orang-orang yang berasal dari negara tetangga Lebanon hanya untuk satu hari.

"Kami menargetkan dua juta pengunjung tahun ini," katanya.

Dia berargumen bahwa destinasi keagamaan, seperti kota bersejarah Maaloula, salah satu tempat terakhir di bumi dimana bahasa Aram masih diucapkan, masih menarik bagi wisatawan.

Damaskus, Tartus, Latakia dan kastil Tentara Salib yang bersejarah di Krak des Chevaliers yang dekat dengan perbatasan dengan Lebanon, meski dirusak oleh pemboman, merupakan atraksi lain yang bisa dikunjungi.

"Pada tahun 2017, tentara menguasai sebagian besar negara, dan itu adalah bantuan besar untuk mempromosikan Suriah ke luar negeri dan menarik lebih banyak lagi kelompok turis," kata Barsik.

Sebagian besar negara malah menyarankan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Suriah.

Perang diperkirakan telah merenggut nyawa setidaknya 340.000 orang sejak 2011. (marloft)

 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
INAPGOC
Asian Para Games 2018 Berjalan Aman

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengingatkan Ketua Umum Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC),  Raja Sapta  Oktohari  terkait persiapan keamanan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 20 Mei 2018
KESELAMATAN PENERBANGAN
Runway Bandara Juanda Surabaya Amblas , puluhan Penerbangan Terganggu

Bisnisnews.id - Maskapai Lion Air mengumumkan, pelayanan penerbangan dari bandara Juanda Surabaya kembali normal setelah fasilitas landas pacu (runway) dinyatakan aman (safety) untuk proses lepas landas (take off) dan mendarat . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
ASIAN PARA GAMES 2018
Menpora Apresiasi Kerja Keras INAPGOC

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan apresiasi kepada Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC). yang sejak tahun lalu telah menunjukan progress yang menggembirakan. . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
RESOLUSI PBB
AS dan Australia Menolak Penyelidikan Kejahatam Perang Israel Terhadap Palestina

Bisnisnews.id  -  Amerika Serikat  dan Australia menolak dlakukannya resolusi untuk mengirim tim investigasi  menyelididki pelanggaran yang dilakukan Israel di Palestina, khusunya Jalur Gaza. Rapat Dewan Khusus . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
SIDANG OKI
Wapres Jusuf Kalla Desak Hamas dan Fatah Bersatu dan Kompak

Bisnisnews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Hamas dan Fatah bersatu dan mennyelesaikan konflik internal. Dengaan demikian, dukungan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) secara diplomatis akan semakin memperkuat . . .
Selengkapnya