Minggu, 18 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Logistik / Berita

KEMACETAN
Senin, 22 Januari 2018 11:37 WIB

Kendaraan Berat Dilarang Melintas di Tol Cikampek Pukul 06:00 -09:00



Bisnisnews.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, seluruh kendaraan alat berat yang melintas di jalan tol Cikampek melakukan pelanggaran. Rata-rata barang yang dimuat  dua kali lipat dari kapasitas yang tersedia.

Pelanggaran lalulintas seperti itu menjadi salah satu penyebab kemacetan di jalur bebas hambatan ruas Jakarrta - Cikampek yang jauh dari standar  safety dan level of servic. Saat ini jika menuju Bandung via jalan darat ditempuh selama 5-6 jam.

Artinya, jalan bebas hambatan itu bukan saja tidak lagi memenuhi standar safety dan level of service tapi jauh dari rasa nyaman. Sejumlah langkah strategis dalam waktu dekat ini akan dilakukan, seperti tilang ditempat pada seluruh angkutan barang kendaraan berat yang melanggar.

Selain itu, Korlantas, Jasa Marga maupun  BPJT sepakat untuk membatasi jam operasi alat berat. Seluruh kendaraan berat tersebut mulai pukul 06.00  - 09.00 dilarang melintas di ruas tol Jakarta - Cikampek.

"Saya mengusulkan Korlantas untuk lakukan tilang setiap hari karena dari lima kendaraan berat yang dites tidak ada satu pun yang sesuai, bahkan ada yang bermuatan dua kali lipat dari batas angkutan barangnya," jelas Menhub Budi.

Efek kelebihan muatan, lanjutnya, banyak sekali menimbulkan masalah.  Seperti keselamatan dan kecepatan yang tidak maksimal, "Yang membuat saya kurang senang selama ini efek tilang tidak membuat rasa jera bagi yang melanggar," ata Menhub Budi saat meninjau implementasi keselamatan jalan di ruas tol Jakarta–Cikampek, Minggu (21/1).

Berdasarkan riset PT. Jasa Marga, jalan tol Cikampek akan dibagi empat lajur. Yaitu lajur satu untuk bus bermuatan penumpang, lajur dua truk muatan, jalur tiga dan empat untuk kendaraan yang lain. Artinya bus akan mendapatkan prioritas dengan kapasitas di atas 30 orang  akan mendapatkan kecepatan yang lebih cepat.

Dengan meningkatnya waktu tempuh bagi angkutan penumpang,  diharapkan masyarakat pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum.

“Kami akan menerapkan pembatasan waktu, jadi kita arahkan 06.00 sd 09.00 akan kita larang kendaraan berat untuk melalui ruas tol Jakarta–Cikampek. Di egara-negara lain lazim diberlakukan jam operasional dan harga-harga di sana masih tetap murah, jadi jangan ini dijadikan dalih nanti barang akan sampai dengan terlambat dan berbagai hal lain," tegas Menhub Budi. (Syam S)

Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 17 Februari 2018
KESELAMATAN PENERBANGAN
Cuaca Ekstrim, Sektor Penerbangan Terganggu

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso  mengingatkan  semua pihak di sektor penerbangan bersatu mentaati peraturan dalam menghadapi cuaca ekstrim di bulan Februari ini. Semua pihak . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Sabtu, 17 Februari 2018
KOMPETENSI
Pekerja Perkeretaapian Wajib Memiliki Sertifikat Keterampilan

Bisnisnews.id  -  Para petugas perkeretaapian diwajibkan mengikuti uji kelaikan  sesuai bidangnya masing-masing. Ditjen Perkeretaapian Kemenhub  mentargetkan, tahun ini sebanyak 2000 orang akan mendapatkan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Sabtu, 17 Februari 2018
IMO
Biaya Perawatan Prasana Kereta Api Tahun Ini Rp 1,3 Triliun

Bisnisnews.id - Ditjen Perkeretaapian Kemenhub  tahun ini alokasikan anggaran Rp 1.3 triliun untuk biaya perawatan prasarana perkeretaapian atau  Infrastructure Maintenance and Operation (IMO). Biaya yang bersumber . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 16 Februari 2018
FASILITAS BANDARA
Area Parkir TOD M1 Soetta Beroperasi Maret 2018

Bisnisnews.id - PT Anglasa Pura II rampungkan pembangunan kawasan transit terpadu atau transit oriented development (TOD) di Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang dan  akan  beroperasi 1 Maret 2018 . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 16 Februari 2018
BOLA
Indosiar Kejar Rating Siaran Langsung Final Piala Presiden

Bisnisnews.id – Sebagai pemegang hak siar turnamen Piala Presiden, Indosiar telah memiliki target rating mencapai 40 persen. Mengingat animo masyarkat yang sangat tinggi terhadap laga penutup Piala Presiden 2018.   . . .
Selengkapnya