Minggu, 18 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

KINERJA BUMN
Selasa, 23 Januari 2018 14:59 WIB

Kinerja Garuda Merosot, Berikut Penjelasan APG dan Sekarga



Bisnisnews.id  -  Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG)  dan Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) khawatir, memburuknya kinerja perseroan  akan  mengikuti jejak Merpati.

Citra perusahaan semakin merosot dengan seringnya keterlambatan penerbangan. Terutama setelah sistem rotasi pilot diganti. Sejumlah fasilitas layanan juga berkurang,  seperti executive  lounge di dua bandara internasinal yaitu Bali dan Jakarta.

Utang tidak pernah menurun, harga saham terjun bebas hingga 58 persen atau hanya Rp. 314. Layanan dalam pesawat juga ikut terpangkas, namun sangat disayangkan, tetap tidak bisa menggenjot kinerja.

Sejumlah langkah  yang dilakukan manajemen, hanya membuat perseroan memburuk. Garuda sebagai airlines bintang lima, hanya tinggal  slogan.

Ketua APG Bintang Hardiono  bersama Ketua Sekarga Ahmad Irfan menegaskan, salah satu keterpurukan kinerja  layanan ialah, terjadinya delay  selama dua hari (2 - 4 Desember 2017) diikuti penurunan lanjutan yang sangat merugikan para penumpang.

Penyebab utamanya adalah pergantian sistem rotasi pilot yang berdampak buruk. "Direksi yang membuat kebijakan, vendor diganti, sistem belum siap,  kami yang kena getahnya," kata Bintang kepada para awak media Selasa (23/1/2018) di Cikini Jakarta.

APG maupun Sekarga menilai, ada enam pembenahan  besar-besaran yang dilakukan  direksi yang membuat perseroan semakin terpuruk. Meliputi program efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan cenderung sangat
sporadis dan yang terjadi adalah cutting cost sehingga menganggu kegiatan operasional.

Penambahan armada tidak diikuti dengan kemampuan manajemen? untuk membuat strategi penjualan produk penumpang dan cargo, dimana peningkatan? pendapatan hanya sebesar 8,6 persen sementara peningkatan biaya sebesar 12.8 persen (Data Analyst Merting Q3 2017).

Kinerja keuangan Garuda Indonesia sampai dengan Quarter lII-2017 semakin merosot dengan kerugian 207,5 million dolar AS, diikuti merosotnya nilai saham Garuda Kode GIAA per 19 Januari 2018 per lembar hanya Rp314. mengalami penurunan sebesar 58 persen dari nilai saham pada saat IPO.

Terjadi penurunan kinerja operasional Garuda Indonesia yang berdampak pada penundaan dan pembatalan penerbangan, yang paling signifikan? terjadi pada bulan Desember pada masa puncak liburan dan kondisi ini sangat  merusak citra baik perusahaan (on-time performance).

Terjadi pemborosan biaya organisasi karena membengkaknya  jumlah direksi dari enam menjadi sembilan.
Penambahan direksi tersebut dinilainya tidak sejalan dengan komitmen perusahaan dalam melakukan efisiensi.

"Penambahan Direksi tersebut juga tidak diikuti dengan peningkatan kinerja jika dibandingkan dengan sebelumnya," jelas Bintang.

APG maupun Sekarga menilai kondisi Hubungan Industrial saat ini tidak harmonis karena Perusahaan banyak melakukan pelanggaran terhadap Perjanjian Kerja Bersama/Perjanjian Kerja Profesi yang sudah disepakati sehingga banyak menimbulkan perselisihan.(Syam S)

Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 17 Februari 2018
KESELAMATAN PENERBANGAN
Cuaca Ekstrim, Sektor Penerbangan Terganggu

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso  mengingatkan  semua pihak di sektor penerbangan bersatu mentaati peraturan dalam menghadapi cuaca ekstrim di bulan Februari ini. Semua pihak . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Sabtu, 17 Februari 2018
KOMPETENSI
Pekerja Perkeretaapian Wajib Memiliki Sertifikat Keterampilan

Bisnisnews.id  -  Para petugas perkeretaapian diwajibkan mengikuti uji kelaikan  sesuai bidangnya masing-masing. Ditjen Perkeretaapian Kemenhub  mentargetkan, tahun ini sebanyak 2000 orang akan mendapatkan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Sabtu, 17 Februari 2018
IMO
Biaya Perawatan Prasana Kereta Api Tahun Ini Rp 1,3 Triliun

Bisnisnews.id - Ditjen Perkeretaapian Kemenhub  tahun ini alokasikan anggaran Rp 1.3 triliun untuk biaya perawatan prasarana perkeretaapian atau  Infrastructure Maintenance and Operation (IMO). Biaya yang bersumber . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 16 Februari 2018
FASILITAS BANDARA
Area Parkir TOD M1 Soetta Beroperasi Maret 2018

Bisnisnews.id - PT Anglasa Pura II rampungkan pembangunan kawasan transit terpadu atau transit oriented development (TOD) di Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang dan  akan  beroperasi 1 Maret 2018 . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 16 Februari 2018
BOLA
Indosiar Kejar Rating Siaran Langsung Final Piala Presiden

Bisnisnews.id – Sebagai pemegang hak siar turnamen Piala Presiden, Indosiar telah memiliki target rating mencapai 40 persen. Mengingat animo masyarkat yang sangat tinggi terhadap laga penutup Piala Presiden 2018.   . . .
Selengkapnya