Minggu, 18 Februari 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Agrobisnis / Berita

BARANG SITAAN
Senin, 29 Januari 2018 14:22 WIB

2,2 Ton Komoditi Pertanian Asal Taiwan Dimusnahkan


Bibit tanaman sejenis kedelai mengandung virus dan burung merpati asal Taiwan dimusnahkan dengan cara dibakar. Ist

Bisnisnews.id - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta musnahkan 2,2 ton barang sitaan berupa bibit tumbuhan mengandung virus.

Pemusnahan komoditi tumbuhan berbahaya hasil tangkapan periode Oktober – Desember 2017  di termjnal 2 dan 3 Bandara Soekarno-Hatta itu dengan  cara dibakar di Incenerator milik Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soetta, Tangerang, Senin (29/1/2018)

Komoditi pertanian yang dimusnahkan itu diantaranya,  400 gram benih Kedelai asal Taiwan yang mengandung virus.

Plh Kepala BBKP Bandara Soetta, Eka Darnida Yanto mengatakan,  benih kedelai tersebut ditemukan Broad Bean Wilt Virus (BBWV) yang merupakan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Kategori A1 golongan 1 yang sangat berbahaya.

Komoditi itu diakui telah disertifikasi,  namun saat dilakukan pemeriksaan  laboratorium,  fositif mengandung BBWV, dan harus dimusnahkan karena sangat berbahaya bagi pertanian.

Kategori A1 adalah penyakit yang belum ada di Indonesia dan tidak dapat dibebaskan dengan cara perlakuan katantina.

Menurut Eka, BBWV yang terdapat pada kedelai itu dapat mengurangi produksi hingga 50-75 persen  dari total luasan lahan tanam.

Selain dapat menurunkan produksi, BBWV juga dapat menyerang 180 spesies tanaman lainnya dari 41 famili. Antara lain tomat, wortel dan kacang panjang.

Kepala Bidang Karantina Hewan
Risma Juniarti PS mengatakan, pihaknya juga melakukan pemusnahan terhadap lima ekor burung merpati yang juga asal Taiwan. Hewan itu dimusnahkan karena berasal dari area wabah Avian Influenza (AI) yakni Taiwan yang merupakan bagian dari Tiongkok.

Sesuai dengan Permentan nomor 44 tahun 2013 tentang Penghentian Pemasukan Unggas dan/atau Produk Segar Unggas dari Republik Rakyat Cina ke dalam Republik Indonesia.

“Seluruh unggas dan produk unggas yang berasal dari daerah wabah Avian Influenza wajib dimusnahkan. Untuk mencegah wabah AI berulang kembali di Indonesia,” tegasnya.

Selain itu, komoditas pertanian yang dimusnahkan kali ini diantaranya buah kurma asal Mesir sebanyak 93 kg, produk asal hewan dari luar negeri sebanyak 683 kg, vaksin milik PP Pordasi sebanyak 9 vial dan produk pertanian lainnya kurang lebih 1,6 ton. (Adhitio)

Baca Juga

 

Industri  -  Sabtu, 17 Februari 2018
KESELAMATAN PENERBANGAN
Cuaca Ekstrim, Sektor Penerbangan Terganggu

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso  mengingatkan  semua pihak di sektor penerbangan bersatu mentaati peraturan dalam menghadapi cuaca ekstrim di bulan Februari ini. Semua pihak . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Sabtu, 17 Februari 2018
KOMPETENSI
Pekerja Perkeretaapian Wajib Memiliki Sertifikat Keterampilan

Bisnisnews.id  -  Para petugas perkeretaapian diwajibkan mengikuti uji kelaikan  sesuai bidangnya masing-masing. Ditjen Perkeretaapian Kemenhub  mentargetkan, tahun ini sebanyak 2000 orang akan mendapatkan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Sabtu, 17 Februari 2018
IMO
Biaya Perawatan Prasana Kereta Api Tahun Ini Rp 1,3 Triliun

Bisnisnews.id - Ditjen Perkeretaapian Kemenhub  tahun ini alokasikan anggaran Rp 1.3 triliun untuk biaya perawatan prasarana perkeretaapian atau  Infrastructure Maintenance and Operation (IMO). Biaya yang bersumber . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 16 Februari 2018
FASILITAS BANDARA
Area Parkir TOD M1 Soetta Beroperasi Maret 2018

Bisnisnews.id - PT Anglasa Pura II rampungkan pembangunan kawasan transit terpadu atau transit oriented development (TOD) di Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang dan  akan  beroperasi 1 Maret 2018 . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 16 Februari 2018
BOLA
Indosiar Kejar Rating Siaran Langsung Final Piala Presiden

Bisnisnews.id – Sebagai pemegang hak siar turnamen Piala Presiden, Indosiar telah memiliki target rating mencapai 40 persen. Mengingat animo masyarkat yang sangat tinggi terhadap laga penutup Piala Presiden 2018.   . . .
Selengkapnya