Jumat, 22 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Agrobisnis / Berita

BARANG SITAAN
Senin, 29 Januari 2018 14:22 WIB

2,2 Ton Komoditi Pertanian Asal Taiwan Dimusnahkan


Bibit tanaman sejenis kedelai mengandung virus dan burung merpati asal Taiwan dimusnahkan dengan cara dibakar. Ist

Bisnisnews.id - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta musnahkan 2,2 ton barang sitaan berupa bibit tumbuhan mengandung virus.

Pemusnahan komoditi tumbuhan berbahaya hasil tangkapan periode Oktober – Desember 2017  di termjnal 2 dan 3 Bandara Soekarno-Hatta itu dengan  cara dibakar di Incenerator milik Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soetta, Tangerang, Senin (29/1/2018)

Komoditi pertanian yang dimusnahkan itu diantaranya,  400 gram benih Kedelai asal Taiwan yang mengandung virus.

Plh Kepala BBKP Bandara Soetta, Eka Darnida Yanto mengatakan,  benih kedelai tersebut ditemukan Broad Bean Wilt Virus (BBWV) yang merupakan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Kategori A1 golongan 1 yang sangat berbahaya.

Komoditi itu diakui telah disertifikasi,  namun saat dilakukan pemeriksaan  laboratorium,  fositif mengandung BBWV, dan harus dimusnahkan karena sangat berbahaya bagi pertanian.

Kategori A1 adalah penyakit yang belum ada di Indonesia dan tidak dapat dibebaskan dengan cara perlakuan katantina.

Menurut Eka, BBWV yang terdapat pada kedelai itu dapat mengurangi produksi hingga 50-75 persen  dari total luasan lahan tanam.

Selain dapat menurunkan produksi, BBWV juga dapat menyerang 180 spesies tanaman lainnya dari 41 famili. Antara lain tomat, wortel dan kacang panjang.

Kepala Bidang Karantina Hewan
Risma Juniarti PS mengatakan, pihaknya juga melakukan pemusnahan terhadap lima ekor burung merpati yang juga asal Taiwan. Hewan itu dimusnahkan karena berasal dari area wabah Avian Influenza (AI) yakni Taiwan yang merupakan bagian dari Tiongkok.

Sesuai dengan Permentan nomor 44 tahun 2013 tentang Penghentian Pemasukan Unggas dan/atau Produk Segar Unggas dari Republik Rakyat Cina ke dalam Republik Indonesia.

“Seluruh unggas dan produk unggas yang berasal dari daerah wabah Avian Influenza wajib dimusnahkan. Untuk mencegah wabah AI berulang kembali di Indonesia,” tegasnya.

Selain itu, komoditas pertanian yang dimusnahkan kali ini diantaranya buah kurma asal Mesir sebanyak 93 kg, produk asal hewan dari luar negeri sebanyak 683 kg, vaksin milik PP Pordasi sebanyak 9 vial dan produk pertanian lainnya kurang lebih 1,6 ton. (Adhitio)

Baca Juga

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
ASIAN GAMES 2018
Menpora Kembali Ingatkan Target 10 Besar

Bisnisnews.id – Hari pertama masuk kerja usai cuti bersama Idul Fitri seluruh pejabat, staf Kemenpora menggelar Halal Bihalal 1439 H tahun 2018 dengan Menpora Imam Nahrawi, Ketua Inasgoc Erick Thohir, Ketua Inapgoc Raja . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
BOLA
Gede Siapkan Layar Lebar pada Laga Persija vs Persebaya

Bisnisnews.id – Menyambut pertandingan Persjia Jakarta kontra Persebaya Surabaya yang akan tersaji pada 26 Juni 2018. Gede Widiade berjanji akan menyiapkan layar lebar di beberapa wilayah agar para supoerter The Jakmania . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Kamis, 21 Juni 2018
TRAGEDI DANAU TOBA
ABK KM Sinar Bangun dan Patugas Dishub Tigaras Diperiksa Polisi

Bisnisnews.id - Tiga petugas Dinas Perhubungan di Pelabuhan Tigaras dan empat  anak buah kapal (ABK)  diperiksa pihak Kepolisian terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di kawasan Danau Toba yang diduga membawa ratusan  . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Kamis, 21 Juni 2018
PIALA DUNIA
Jagoan Sayap Kiri Denmark Sewa Jet Pribadi Untuk Melihat Istrinya Melahirkan

Bisnisnews.id  -  Jagoan sayap kiri Denmark, Jonas Knudsen harus absen beberapa jam karena istri tercintanya Trine melahirkan. Ini adalah kelahiran yang ditunggu-tunggu saat  para bintang lapangan hijau  berlaga. . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Kamis, 21 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Aktivitas Arus Balik di Bandara Adi Sutjipto dan Sumarmo Lancar

Bisnisnews.id - Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso melakukan pemantauan atus balilboemydik di  Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta dan  Bandara Adi Sumarmo Solo. "Hari ini secara marathon saya mengunjungi dua bandara . . .
Selengkapnya