Selasa, 19 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Maritim / Berita

KESELAMATAN
Jumat, 02 Februari 2018 15:00 WIB

Pemerintah Bertanguggjawab Keamanan Alur Pelayaran


Ilustrasi alur pelayaran

Bisnisnews.id -  Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut, Capt. Jhonny R. Silalahi  mengatakan,  pemerintah berranggungjawab  menyiapkan alur pelayaran yang aman dan menjamjn keselamatan pelayaran.

Tentunya ini juga harus diikuti dengan kepatuhan seluruh pelayaran. Termasuk perusahaan yang melakukan kegiatan bawah air.

 "Pemerintah bertanggung jawab menyiapkan alur pelayaran yang selamat dan aman bagi kapal yang berlayar di perairan Indonesia untuk mendukung terwujudnya keselamatan pelayaran," kata Jhonny, Jumat (2/2/2018) di Jakarta.

Perawatan alur pelayaran,  berupa perambuan dan pengendalian penggunaan alur. Yang paling penting, ungkapnya,  fungsinya yang penting dalam keselamatan pelayaran.

"Pemerintah mempunyai kewajiban untuk menetapkan alur-pelayaran, menetapkan sistem rute, menetapkan tata cara berlalu lintas dan menetapkan daerah labuh kapal sesuai dengan kepentingannya," kata  Jhonny.

Pembersihan alur pelayaran dilakukan untuk memastikan tidak adanya gangguan atau hambatan seperti adanya kerangka kapal di alur pelayaran.

"Kami memiliki tanggung jawab di bidang keselamatan pelayaran. Oleh karenanya, jika ada kerangka kapal yang mengganggu alur pelayaran maka kami wajib mengangkatnya melalui ketentuan dan peraturan yang berlaku," ujar  Jhonny.

Untuk melakukan pembersihan kerangka kapal di alur pelayaran, Kementerian Perhubungan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM 71 Tahun 2013 tentang Salvage dan/atau Pekerjaan Bawah Air sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 33 Tahun 2016.

Pembersihan alur dilakukan terhadap kapal dan/atau muatannya yang mengalami kecelakaan kapal atau dalam keadaan bahaya, termasuk mengangkat kerangka kapal dan muatannya yang tenggelam.

Kegiatan tersebut, ungkap Jhonny  hanya dapat dilakukan oleh badan usaha yang khusus didirikan untuk kegiatan salvage atau pekerjaan bawah air, serta wajib memiliki izin usaha yang diberikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

Sebelum mengangkat kerangka kapal tenggelam, Ditjen Hubla akan memastikan pemilik kerangka kapal dimaksud baik pemilik kapalnya maupun negara benderanya sebelum dilakukan pemberian izin pengangkatan kerangka kapal kepada perusahaan Salvage.

"Dalam pelaksanaannya, apabila dalam kegiatan salvage atau pekerjaan bawah air menemukan kerangka kapal, maka pemilik kapal dan/atau Nakhoda wajib melaporkan segera kerangka kapal yang berada di perairan Indonesia kepada Syahbandar di pelabuhan terdekat," ujar Jhonny.

Berdasarkan laporan tersebut, maka Syahbandar di pelabuhan terdekat akan menyampaikan informasi berupa data kapal dan posisi koordinat sementara kepada Direktur Jenderal untuk diumumkan melalui maklumat pelayaran, berita pelaut Indonesia, dan stasiun radio pantai.

Selain itu, Pemilik kapal wajib melakukan survey keberadaan kerangka kapal dan/atau muatannya dengan mengikutsertakan petugas Syahbandar di pelabuhan terdekat dan berkoordinasi dengan Distrik Navigasi setempat untuk memperoleh data yang meliputi posisi pastinya kerangka kapal dalam bentuk koordinat geografis (lintang dan bujur), jenis kerusakan dan kondisi konstruksi kerangka kapal serta kondisi perairan dalam bentuk peta bathymetric.(Adhitio)

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 18 Juni 2018
BOLA
Persija, Persebaya dan Persib Dipertemukan di Stadion PTIK

Bisnisnews.id – Berita baik kali ini datang dari tim Ibu Kota Persija Jakarta, dimana laga Macan Kemayoran kala berhadapan dengan Persebaya Surabaya dan Persib Bandung kini telah ditetapkan akan bergulir di Stadion Perguruan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 18 Juni 2018
BOLA
Harapan FOSBI Anak Indonesia Tampil di Piala Dunia

Bisnisnews.id - Ketua Umum Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOSSBI), Zuchli Imran Putra dan Sekretaris Umum, Anwar Sadat, mengajak masyarakat yang kini tengah merayakan  Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, ikut menghadirkan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
KECELAKAAN KAPAL
KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba, Puluhan Korban Belum Ditemukan

Bisnisnews.id  -  Musibah tenggelamnya kapal penumpang kembali terulang. Kali ini menimpa kapal KM Sinar Bangun  yang membawa 80 orang penumpang di perairan Danau Toba  Parapat Sumatera Utara, Senin (18/6/2018) . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Arus Balik Pemudik Dari Sumatera Ke Jawa Melalui Merak Tercatat 125.194 Penumpang

 Bisnisnews.id -  Sampai  H+1  atau Senin (18/6/2018)? jumlah pemudik yang sudah  kembali menyeberang  dari Sumatera ke Pulau Jawa  dengan berbagai tujuan  diantaranya Jakarta tercatat  . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
ARUS BALIK
KSOP Pelabuhan Tanjung Emas Lepas Keberangkatan Pemudik Kembali Ke Jakarta

Bisnisnews.id -  KM. Dobonsolo berangkatkan 1.006 orang pemudik gratis  dan 407 unit sepeda motor  yang akan kembali ke Jakarta dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (18/6/2018). . . .
Selengkapnya