Kamis, 24 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Berita

KONTEN MEDSOS
Senin, 12 Februari 2018 23:59 WIB

Unilever Ancam Tarik Iklan Dari Facebook Dan Google


Weed mengatakan bahwa dia berbicara dengan Google, Amazon, Facebook dan lainnya di Consumer Electronics Show di Las Vegas tentang pendirian Unilever pada bulan Januari (BBC)

Bisnisnews.id - Unilever mengancam akan menarik iklan dari platform seperti Google dan Facebook jika mereka lamban menangani konten ekstremis dan ilegal.

Unilever mengatakan bahwa kepercayaan konsumen terhadap media sosial sekarang menjadi rendah.

"Kami tidak dapat berada di lingkungan di mana konsumen kami tidak mempercayai apa yang mereka lihat secara online," kata kepala pemasaran Unilever, Keith Weed.

Dia mengatakan bahwa perusahaan media digital penting bertindak sebelum pengiklan menghentikan iklan.

Weed mengatakan bahwa perusahaan tidak dapat terus mendukung industri periklanan online di mana materi ekstremis, berita palsu, eksploitasi anak, manipulasi politik, rasisme dan seksisme tersebar luas.

"Ini sangat jelas dari derasnya suara konsumen selama beberapa bulan terakhir bahwa orang menjadi semakin khawatir tentang dampak digital terhadap kesejahteraan, demokrasi dan pada kebenaran itu sendiri," kata Weed.

"Ini bukan sesuatu yang bisa disingkirkan atau diabaikan."

Unilever telah berjanji untuk:
- Tidak berinvestasi di platform yang tidak melindungi anak atau menciptakan perpecahan di masyarakat
- Berinvestasu hanya di platform yang memberi kontribusi positif bagi masyarakat
- Penanganan stereotip gender dalam periklanan
- Hanya bermitra dengan perusahaan yang menciptakan infrastruktur digital bertanggung jawab
- Menurut perusahaan riset Pivotal, Facebook dan Google menyumbang 73 persen iklan digital di AS pada 2017.

Para ahli di media digital mengatakan bahwa lebih banyak pengiklan harus bergabung dengan Unilever untuk memacu perubahan.

"Ekosistem periklanan berisi begitu banyak pemain, jadi agar Facebook dan Google melihat ini, perlu banyak perusahaan menindaklanjuti ancaman ini," Sam Barker, seorang analis senior di perusahaan riset Juniper mengatakan kepada BBC.

Pada 2017 Facebook dan Google mengumumkan langkah-langkah untuk memperbaiki pendeteksian konten ilegal.

Facebook mengatakan bahwa mereka menggunakan kecerdasan buatan untuk melihat gambar, video dan teks yang terkait dengan terorisme, serta kumpulan akun palsu, sementara Google mengumumkan akan mendedikasikan lebih dari 10.000 staf untuk membasmi konten ekstremis di YouTube pada tahun 2018. (marloft)

Baca Juga

 

Industri  -  Rabu, 23 Mei 2018
SINERGI BUMN
AP II dan AirNav Indonesia Tandatangani Kerjasama Jasa Kebandarudaraan

Bisnisnews.id - PT Angkasa Pura II (Persero) agau AP II bersinergi dengan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding . . .
Selengkapnya

 

Info Pasar  -  Rabu, 23 Mei 2018
PERDAGANGAN
harga Minyak Mentah Menurun

Bisnisnews.id - Harga minyak AS melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah mencapai tingkat tertinggi dalam lebih dari tiga tahun di sesi sebelumnya. Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Rabu, 23 Mei 2018
NAVIGASI
Bandara Kertajati Majalengka Siap Melayani Angkutan Haji

Bisnisnews.id - Sisi udara Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati Majalengka siap operasi. Dalam jangka pendek yang akan dilayani ialah angkutan mudik lebaran dan pelayanan haji 2018. Direktur Utama AirNav Indonesia Novie . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 23 Mei 2018
MASTER
Games yang Melahirkan Seorang Utut Adianto

Bisnisnews.id – Buku pecatur legendaris Amerika Serikat, Bobby Fischer, yang berjudul My 60 Memorable Games ternyata memiliki sejarah dan cerita panjang yang melahirkan seorang atlet catur kebanggaaan Indonesia Utut Adianto.    Ada . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Rabu, 23 Mei 2018
BOLA
Evan Dimas Berharap Kontrak Luis Milla Diperpanjang

Bisnisnews.id – Pemain timnas Indonesia U-23 Evan Dimas Darmono menjelaskan bahwa dirinya sangat mendukung Luis Milla Aspas terkait perpanjangan kontrak dirinya oleh PSSI. Seperti diketahui kontrak Milla akan habis setelah . . .
Selengkapnya