Minggu, 20 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Opini / Berita

Rabu, 21 Februari 2018 15:00 WIB

Merindukan Angkutan Umum Yang Aman dan Nyaman


Antrian calon penumpang bus TransJakarta sabar menunggu kedatangan bus yang membuatnya jauh lebih nyaman dan aman.


Oleh :  Joko Setijowarno


*) Penulis adalah peneliti, pengajar  dan penggiat  keselamatan  transporrasi umum massal

Bisnisnews.id - Tatkala ada tawaran transportasi umum yang murah dan mudah didapat seperti ojek online dan taksi online atau angkutan sewa khusus (ASK), publik senangnya bukan main tanpa dipikir risikonya. Baik sebagai penumpang, pengemudi atau pebisnisnya.

 Ada kesalahan masa lalu yang tidak memantau atau mengawasi layanan operasi transportasi umum. Keluhan publik terhadap layanan angkot, AKAP, AKDP, angkutan pedesaan dan taksi reguler tidak direspon dengan baik.

Perijinan dianggap sebagi sumber pendapatan oleh oknum. Juga termasuk oknum kepala daerah juga memanfaatkan situasi tersebut terlebih jelang pilkada.

Sekarang mestinya momentum yang baik untuk berbenah diri menata transportasi umum yang humanis. Tidak ada yang terlambat. RPJM Nasional 2015-2019 sudah mengamanatkan pula tersedianya layanan transportasi umum. Bahkan, targetnya share moda transportasi umum 32 persen.

Angkutan umum merupakan kewajiban pemerintah termasuk pemerintah termasuk pemda sesuai amanah pasal 138 dan 139 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sudah sering diingatkan, tetapi yang diingat kala itu besaran perijinan untuk pundi-pundi PAD, ketimbang melaksanakan kewajiban sesuai amanah UU LLAJ. Lebih parah lagi perijinan identik dengan pungli.

Angkutan Umum di Kota Paris dan sekitarnya, publik hanya membayar 20% dr tarif sebenarnya. Sisanya 40% disubsidi negara dan 40% dr swasta.

Swasta diwajibkan karena didukung UU yg mengatur, jika ada suatu perusahaan mempekerjakan lebih dr 9 orang, wajib menyisihkan utk operasi angkutan umum.

Dampaknya, hampir semua pekerja menggunakan angkutan umum, krn tdk diberikan uang transport. Transportasi pedesaan sudah disediakan oleh Kemendes, ada yg dikasih sarana, ada yang dibangun prasarana jalan terlebih dulu.

Sayangnya, sistemnya tidak dibangun dengan baik, sehingga keberlanjutannya kurang terjamin. Alangkah baiknya untuk bekerjasama dengan Kemenhub membangun sistem transportasi pedesaan yang berkelanjutan. Bukan  sekedar kasih sejumlah armada angkutan pedesaan dan bangun jalan desa.


Sejelek-jeleknya Transjakarta masih jauh lebih baik daripada operasional BRT di 20 kota yg sudah dan sedang berjalan sejak era Presiden Megawati dan SBY.

BRT yang sudah ada ditata lagi, daerah yang belum punya dibangun sistem yang lebih baik. Daerah yang sudah lenyap transportasi umumnya dibangkitkan lagi.

Taksi bandara yang mestinya berargometer, ternyata di beberapa bandara belum mau menerapkannya. Masih menggunakan tarif berdasarkan zona yang merugikan penumpang. Lebih mahal dari tarif berdasar argometer.

Jangan lupa juga layanan transportasi di wilayah perbatasan. Sudah terbangun tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Di Kalimantan (3), Papua (1) dan Timor (3).

Kita bangga sekarang dengan bangunan gedung PLBN yg megah. Di Entikong, bangunan PLBN sekarang jauh lebih megah ketimbang Tubedu milik Malaysia.

Namun miris juga, ketika pelintas batas tiba di PLBN Entikong, jika akan menggunakan angkutan lanjutan (bus AKDP dan angkudes) tidak bagus. Armadanya tidak layak. Jika ingin yang nyaman, tersedia tarif cukup mahal dengan kendaraan plat hitam. 

Angkutan umumnya sungguh tidak layak. Usianya sudah di atas 15 tahun. Orang Malaysia bilang angkutan tinggal tulang saja.

Beda halnya di Tubedu (Malaysia), kita bisa memilih angkutan lanjutan sesuai selera dan sudah ada tarifnya yang tertera.

Jadi, jangan hanya bangun fasilitas mewah di perbatasan (jalan akses dan bangunan gedung). Perlu juga diikuti ketersediaan sarana transportasi umumnya yang memadai. Juga disiapkan terminal penumpang dan barang.

Kemenhub harus survei di beberapa PLBN, temasuk juga survei jalan nasional pararel perbatasan di Kalimantan yang panjangnya bisa dua kali panjang Merak-Banyuwangi di Pulau Jawa, 1.900 km.

Membangun transportasi umum, membangun sistem. Tidak sekedar bagi-bagi armada bus, kasih subsidi operasional atau yang lainnya.

Kita bisa belajar dgn KRL Jabodetabek dan Bus Transjakarta, walau masih ada kekurangannya. Namun setidaknya bisa dijadikan pedoman untuk membangun sistem transportasi umum berkelanjutan di Indonesia.

Melakukan pembinaan terhadap operator lama (sopir dan pengusaha) lebih bijak daripada memunculkan operator baru. Semula sistem setoran, berubah dapat gaji bulanan

Konsep menggeser lebih manusiawi ketimbang menggusur.  Memang cara ini butuh ketelatenan, keteladanan dan waktu lebih lama. Karena yang dihadapi bukan wirausaha hebat dan bermodal kuat. SDM yang rendah dan kelembagaan yang lemah menjadi kendalanya.

Namun bila berhasil, bisa membangun jaring pengaman sosial. Tidak menimbulkan pengangguran, malah meningkatkan pendapatan warga kekas bawah. Yang dulunya profesi supir dianggap orang melarat, lambat laun profesi supir dapat perhatian di masyarakat.

Belum lagi keuntungan eksternalitas yang diperoelh dengan dioperasikan transportasi umum, seperti menghemat enetgi, menurunkan angka kecelakaan, mengurangi polusi udara, mengatasi kemacetan lalu lintas. ()


Baca Juga

 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
INAPGOC
Asian Para Games 2018 Berjalan Aman

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengingatkan Ketua Umum Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC),  Raja Sapta  Oktohari  terkait persiapan keamanan . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 20 Mei 2018
KESELAMATAN PENERBANGAN
Runway Bandara Juanda Surabaya Amblas , puluhan Penerbangan Terganggu

Bisnisnews.id - Maskapai Lion Air mengumumkan, pelayanan penerbangan dari bandara Juanda Surabaya kembali normal setelah fasilitas landas pacu (runway) dinyatakan aman (safety) untuk proses lepas landas (take off) dan mendarat . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Minggu, 20 Mei 2018
ASIAN PARA GAMES 2018
Menpora Apresiasi Kerja Keras INAPGOC

Bisnisnews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan apresiasi kepada Panitia Nasional Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC). yang sejak tahun lalu telah menunjukan progress yang menggembirakan. . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
RESOLUSI PBB
AS dan Australia Menolak Penyelidikan Kejahatam Perang Israel Terhadap Palestina

Bisnisnews.id  -  Amerika Serikat  dan Australia menolak dlakukannya resolusi untuk mengirim tim investigasi  menyelididki pelanggaran yang dilakukan Israel di Palestina, khusunya Jalur Gaza. Rapat Dewan Khusus . . .
Selengkapnya

 

Internasional  -  Sabtu, 19 Mei 2018
SIDANG OKI
Wapres Jusuf Kalla Desak Hamas dan Fatah Bersatu dan Kompak

Bisnisnews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Hamas dan Fatah bersatu dan mennyelesaikan konflik internal. Dengaan demikian, dukungan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) secara diplomatis akan semakin memperkuat . . .
Selengkapnya