Senin, 21 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Opini / Berita

Kamis, 22 Februari 2018 14:55 WIB

Pengguna Angkutan Umum Rendah, 10 - 13 Persen, Inilah Penyebabnya ....



Catatan Ringan

Bambang Prihartono

*)  Kepala Badan Penyelenggara Transportasi Jabodetabek (BPTJ)  yang juga Komut PT PELNI


Bisnisnews.id - Tahun 2018 aglomerasi Jabodetabek dengan populasi sekitar 30 juta orang menghasilkan jumlah perjalanan sebesar 48 juta orang/hari. Sekitar 70 persen jumlah perjalanan ini didominasi oleh pengguna sepeda motor dan mobil, sedangkan pengguna angkutan umum berkisar diangka 10-13 persen.

Salah satu penyebab rendahnya pengguna angkutan umum adalah kesediaan sarana dan prasarana angkutan umum massal yang masih terbatas di wilayah Jabodetabek.

Saat ini Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), bersama pemerintah daerah wilayah Jabodetabek dan operator angkutan umum mencoba melakukan 'Pull Policy' berupa penyediaan pelayanan angkutan umum massal dengan membangun light rapid transit (LRT), mass rapid transit (MRT, kereta Bandara serta mengembangkan jaringan Bus Rapid Transit (BRT) TransJakarta & TransJabodetabek, JRConnexion dan JAConnexion.

Strategi pull policy dilakukan dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas angkutan umum massal ini, tidak serta merta langsung meningkatkan angka penumpang yang diangkut atau passenger load factor (PLF) angkutan umum. Perlu waktu terjadinya  pergeseran (shifting) dari pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Contoh saat ini load factor kereta bandara sekitar 30 persen dari kapasitas harian yang tersedia dengan headway 30 menit dan ini tentu perlu terus ditingkatkan.

Peningkatan integrasi pelayanan dengan BRT yang sedang dilakukan saat ini oleh pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu memperbaiki load factor hingga 70 persen. Nantinya saat load factor melebihi 70 persen, peningkatan frekuensi pelayanan perlu dilakukan oleh operator misalnya 15 menit sekali.

Selain itu untuk mendorong terjadinya shifting pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum, kedepannya dimungkinkan disediakan lajur khusus angkutan umum dijalan tol sehingga waktu tempuh pengguna angkutan umum dapat lebih cepat dibanding pengguna kendaraan pribadi.()

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 21 Mei 2018
BOLA
Mourinho: Chelsea Juara Piala FA Dengan 9 Pemain Bertahan

Bisnisnews.id – Tumpulnya lini serang Manchester United, dikonfirmasi oleh sang pelatih Jose Mourinho akibat dari hilangnya sosok Romelu Lukaku pada saat pertandingan final Piala FA di Stadion Wembley, (19/5/2018).   “Agak . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 21 Mei 2018
BOLA
Klopp Dambakan Pertemuan Dengan Zidane

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengaku bahwa dirinya sudah tidak sabar menghadapai Real Madrid yang ditukangi Zinedine Zidane dalam final Liga Champions 2017/2018 yang akan diselenggarakan di Stadion Olimpiade . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 21 Mei 2018
MASKAPAI ASING
Ethopian Terbangi Langit Jakarta Mulai 17 Juli 2018

Bisnisnews.id - Ethiopian Airlines akan meluncurkan layanan tiga kali seminggu ke Jakarta pada 17 Juli. Rute tersebut akan diterbangkan oleh pesawat B787-8 Dreamliner mewakili koneksi pertama antara Afrika dan Indonesia. CEO Ethiopian . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 21 Mei 2018
MUBALIG
Menag Dinilai Salah Langkah Soal 200 Nama Penceramah

Bisnisnews.id - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didesak segera menarik kembali 200 nama para mubaligh atau peceramah yang telah dirlisnya beberapa waktu lalu. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 21 Mei 2018
INFRASTRUKTUR
Pemerintah Akan Genjot Pengembangan Potensi Wisata di Padang

Bisnisnews.id - Pemerintah mendorong, seluruh potensi pariwisata di Sumatera Barat atau padang harus dikembangkan, seiring perbaikan infrastruktur di kota itu dalam menunjang kelacaran logistik dan perekonomian masyarakat. Terkait . . .
Selengkapnya