Senin, 21 Mei 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Gaya Hidup / Kesehatan / Berita

PENELITIAN
Jumat, 02 Maret 2018 09:33 WIB

Pergeseran Paradigma Dalam Diagnosis Diabetes


Untuk penanganan secara tepat, klasifikasi diabetes telah dibagi lima, bukan lagi dua seperti yang saat ini diketahui (Getty Images)

Bisnisnews.id - Para ilmuwan pada hari Jumat 2 Maret meluncurkan revisi klasifikasi diabetes, yang mereka katakan dapat menyebabkan perawatan lebih baik dan membantu dokter memprediksi secara lebih akurat komplikasi yang mengancam dari penyakit ini.

Ada lima jenis diabetes yang berbeda dapat terjadi pada orang dewasa, dan bukan dua seperti saat ini diketahui, menurut laporan The Lancet Diabetes & Endocrinology, sebuah jurnal medis terkemuka.

Temuan ini konsisten dengan tren yang berkembang terhadap "obat presisi", yang tepat memperhitungkan perbedaan tiap individu dalam penanganan penyakit.

Dengan cara yang sama seperti pasien transfusi harus menerima golongan darah yang tepat, sub tipe diabetes memerlukan perawatan yang berbeda, menurut saran penelitian ini.

Demikian pula, para ilmuwan juga telah mengidentifikasi jenis mikroba yang berbeda ( ekosistem bakteri di saluran pencernaan), yang dapat bereaksi berbeda terhadap obat yang sama sehingga membuatnya kurang efektif.

"Ini adalah langkah pertama menuju personalisasi pengobatan diabetes," kata penulis senior Leif Groop, seorang ahli endokrinologi di Universitas Lund Swedia, menambahkan bahwa klasifikasi baru ini adalah pergeseran paradigma tentang bagaimana penyakit ini dilihat.

Penderita diabetes memiliki glukosa darah terlalu tinggi, atau gula darah, yang berasal dari makanan.

Sekitar 420 juta orang di seluruh dunia saat ini menderita diabetes, dengan jumlah yang diperkirakan meningkat menjadi 629 juta pada tahun 2045, menurut Federasi Diabetes Internasional.

Saat ini, penyakit ini terbagi menjadi dua sub tipe. Sedangkan hasil penelitian yang baru telah mengklasifikasikannya menjadi 5.

Dengan tipe-1 umumnya didiagnosis pada masa kanak-kanak dan terhitung sekitar 10 persen kasus. Tubuh sama sekali tidak membuat insulin, hormon yang membantu mengatur kadar gula darah.

Untuk tipe-2, tubuh membuat beberapa insulin tapi tidak cukup, yang berarti glukosa tetap berada di dalam darah.

Dilansir dari AFP, Bentuk penyakit ini sangat berkorelasi dengan obesitas dan dapat seiring berjalannya waktu, menyebabkan kebutaan, kerusakan ginjal, dan penyakit jantung atau stroke. Kasus akut mungkin juga memerlukan amputasi anggota badan.

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 21 Mei 2018
BOLA
Mourinho: Chelsea Juara Piala FA Dengan 9 Pemain Bertahan

Bisnisnews.id – Tumpulnya lini serang Manchester United, dikonfirmasi oleh sang pelatih Jose Mourinho akibat dari hilangnya sosok Romelu Lukaku pada saat pertandingan final Piala FA di Stadion Wembley, (19/5/2018).   “Agak . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 21 Mei 2018
BOLA
Klopp Dambakan Pertemuan Dengan Zidane

Bisnisnews.id – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengaku bahwa dirinya sudah tidak sabar menghadapai Real Madrid yang ditukangi Zinedine Zidane dalam final Liga Champions 2017/2018 yang akan diselenggarakan di Stadion Olimpiade . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 21 Mei 2018
MASKAPAI ASING
Ethopian Terbangi Langit Jakarta Mulai 17 Juli 2018

Bisnisnews.id - Ethiopian Airlines akan meluncurkan layanan tiga kali seminggu ke Jakarta pada 17 Juli. Rute tersebut akan diterbangkan oleh pesawat B787-8 Dreamliner mewakili koneksi pertama antara Afrika dan Indonesia. CEO Ethiopian . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 21 Mei 2018
MUBALIG
Menag Dinilai Salah Langkah Soal 200 Nama Penceramah

Bisnisnews.id - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didesak segera menarik kembali 200 nama para mubaligh atau peceramah yang telah dirlisnya beberapa waktu lalu. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 21 Mei 2018
INFRASTRUKTUR
Pemerintah Akan Genjot Pengembangan Potensi Wisata di Padang

Bisnisnews.id - Pemerintah mendorong, seluruh potensi pariwisata di Sumatera Barat atau padang harus dikembangkan, seiring perbaikan infrastruktur di kota itu dalam menunjang kelacaran logistik dan perekonomian masyarakat. Terkait . . .
Selengkapnya