Selasa, 19 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

KECELAKAAN
Senin, 12 Maret 2018 19:42 WIB

Pesawat Jatuh Di Kathmandu, Sedikitnya 40 Tewas


Tim penyelamat harus memotong reruntuhan pesawat yang hancur dan terbakar untuk menarik orang keluar (AFP)

Bisnisnews.id - Sedikitnya 40 orang tewas dan 23 terluka saat sebuah pesawat Bangladesh jatuh dan terbakar di dekat bandara Kathmandu pada hari Senin 12 Maret.

Pejabat mengatakan ada 71 orang di dalam pesawat AS-Bangla Airlines dari Dhaka saat jatuh di lapangan sepak bola di dekat bandara.

Tim penyelamat harus memotong reruntuhan pesawat yang hancur dan terbakar untuk menarik orang keluar.

"Tiga puluh satu orang meninggal di tempat kejadian dan sembilan meninggal di dua rumah sakit di Kathmandu," kata juru bicara polisi Manoj Neupane kepada AFP, menambahkan 23 lainnya terluka.

Penyebab kecelakaan itu belum jelas, namun sebuah pernyataan dari pihak berwenang bandara mengatakan bahwa pesawat tersebut tidak terkendali saat mendarat.

Saksi mata mengatakan bahwa pesawat tersebut jatuh saat melakukan usaha kedua untuk mendarat.

Juru bicara Angkatan Darat Nepal, Gokul Bhandaree mengatakan tujuh korban selamat dari kecelakaan tersebut namun kemudian meninggal karena luka-luka mereka.

Juru bicara maskapai Kamrul Islam, mengatakan kepada AFP bahwa 33 penumpang adalah orang Nepal, 32 orang Bangladesh, satu orang Cina dan satu dari Maladewa.

Pesawat tersebut merupakan turbortop Bombardier Dash 8 Q400 buatan Kanada, kata Mahbubur Rahman dari kantor penerbangan sipil Bangladesh. Sumber lain mengatakan pesawat tersebut sudah berusia 17 tahun.

"Mungkin ada masalah teknis di pesawat terbang, tapi harus diselidiki sebelum membuat pernyataan akhir," kata Rahman.

Bandara Kathmandu ditutup sebentar setelah kecelakaan, sehingga penerbangan masuk harus mengalihkan, tapi sejak itu telah dibuka kembali.

US-Bangla Airlines adalah perusahaan penerbangan swasta yang diluncurkan pada bulan Juli 2014 dengan semboyan "Fly Fast Fly Safe".

Maskapai yang berbasis di Dhaka ini melakukan penerbangan internasional pertamanya pada bulan Mei 2016 ke Kathmandu, dan sejak itu memperluas rute ke Asia Selatan, Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Nepal telah mengalami sejumlah bencana udara dalam beberapa tahun terakhir, yang membawa pukulan ke industri pariwisata.

Rekaman keselamatan udara yang buruk sebagian besar karena pemeliharaan yang tidak memadai, pilot yang tidak berpengalaman dan manajemen kurang lancar. (marloft)

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 18 Juni 2018
BOLA
Persija, Persebaya dan Persib Dipertemukan di Stadion PTIK

Bisnisnews.id – Berita baik kali ini datang dari tim Ibu Kota Persija Jakarta, dimana laga Macan Kemayoran kala berhadapan dengan Persebaya Surabaya dan Persib Bandung kini telah ditetapkan akan bergulir di Stadion Perguruan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Senin, 18 Juni 2018
BOLA
Harapan FOSBI Anak Indonesia Tampil di Piala Dunia

Bisnisnews.id - Ketua Umum Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOSSBI), Zuchli Imran Putra dan Sekretaris Umum, Anwar Sadat, mengajak masyarakat yang kini tengah merayakan  Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, ikut menghadirkan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
KECELAKAAN KAPAL
KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba, Puluhan Korban Belum Ditemukan

Bisnisnews.id  -  Musibah tenggelamnya kapal penumpang kembali terulang. Kali ini menimpa kapal KM Sinar Bangun  yang membawa 80 orang penumpang di perairan Danau Toba  Parapat Sumatera Utara, Senin (18/6/2018) . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Arus Balik Pemudik Dari Sumatera Ke Jawa Melalui Merak Tercatat 125.194 Penumpang

 Bisnisnews.id -  Sampai  H+1  atau Senin (18/6/2018)? jumlah pemudik yang sudah  kembali menyeberang  dari Sumatera ke Pulau Jawa  dengan berbagai tujuan  diantaranya Jakarta tercatat  . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
ARUS BALIK
KSOP Pelabuhan Tanjung Emas Lepas Keberangkatan Pemudik Kembali Ke Jakarta

Bisnisnews.id -  KM. Dobonsolo berangkatkan 1.006 orang pemudik gratis  dan 407 unit sepeda motor  yang akan kembali ke Jakarta dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (18/6/2018). . . .
Selengkapnya