Sabtu, 21 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Berita

Kamis, 15 Maret 2018 20:26 WIB

Utang Pemerintah Saat Ini Tercatat Rp 4.034,8 Triliun


Pembangunan infrastruk jalan layang Kuningan Jakarta.

Bisnisnews.id - Utang  pemerintah Indonesia  pada akhir Februari 2018 tercatat Rp 4.034,8 triliun. Namun Kementerian Keuangan menjelaskan, besaran utang itu masih dalam level aman, yakni 29, 24 persen dan penggunaannya dilakukan sangat hati-hati untuk menghindari gagal bayar.

Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Kementerian Keuangan, Schneider Siahaan,  berharap masyarakat untuk tidak terlalu khawatir terhadap jumlah utang yang dipinjam pemerintah.  Dimana lemerintahan saat jni masih punya waktu 18 bulan.

Dia menjelaskan,  indikator rasio utang masih berada pada  posisi level aman  sebesar 29,24 persen terhadap PDB. Sesuai UU Keuangan Negara  Nomor 17/2003, batas maksimum utang pemerintah adalah 60 persen terhadap PDB.

Dikatakan, besaran htang yang sekarang ini ada akan terus meningkat
sepanjang anggaran masih mengalami defisit. "Yang kami lakukan adalah mengelola utang dengan baik, agar bisa membayarnya,"  kata Schneider, Kamis (15/3/2018) di Jakarta.

Pembayaran utang ini dilakukan  harua seimbang  dengan penerimaan negara termasuk pajak. Apabila pada 2018 perkiraan penerimaan negara sebesar Rp1.894 triliun. Dengan jumlah utang Rp 4.034 triliun, pemerintah memiliki waktu jatuh tempo membayar utang itu selama sembilan tahun.

Artinya,  berdasarkan perhitungan kasar pemerintah setiap tahunnya harus membayar utang sebesar  Rp450 triliun. Dia mencontohkan,  kalau pemerintah mempunyai penerimaan Rp1.894 triliun dan utang jatuh tempo Rp450 triliun setiap tahun,  tentu utang bisa dibayar. Ilusyrasi itu ungkap Schneider  namanya mengelola, keuangan yang baik.

Utang pemerintah tentu dapat dilunasi tergantung kebijakan politik anggaran yang akan diterapkan.  Misalnya, dia mengilustrasikan, dari target pendapatan pemerintah yang sekitar Rp1.894 triliun, bisa saja pemerintah memilih alokasi belanja dan mendsitribusikan anggaran yang lebih besar untuk membayar utang.

Dijelaskan, kalau ditanya kapan utang itu bisa lunas. Jawabnya adalah  tergantung politiknya. Artinya kalau bisa bikin anggaran surplus Rp500 triliun setahun dan penerimaan Rp1.800 triliun, dipotong jadi Rp1.300 triliun.

"Jadi bagi saja, khan itu bisa delapan tahun (lunas)," ujar dia.

Berdasarkan dokumen APBN per Maret 2018,  seperti dilansir Antaranews menyebutkan, utang pemerintah masih didominasi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp3.257,26 triliun atau 80,73 persen dari total utang pemerintah.

Penerbitan SBN itu mayoritas atau sekitar Rp2.359,47 triliun diterbitkan dalam denominasi rupiah, dan dalam denominasi valas sebesar 18,11 persen atau sebesar Rp897,78 triliun

Selain penerbitan SBN, utang itu juga berasal dari pinjaman luar negeri pemerintah dengan porsi 19,27 persen atau Rp777,54 triliun.

Utang yang dalam bentuk pinjaman ini terbagi dari pinjaman luar negeri dan pinjaman dalam negeri. Untuk pinjaman luar negeri sebesar 19,13 persen atau Rp771,6 triliun yang terdiri dari pinjaman bilateral 8,21 persen atau Rp331,24 triliun.

Selanjutnya pinjaman multilateral 9,82 persen atau Rp396,02 triliun, pinjaman komersial 1,07 persen atau Rp43,32 triliun, dan pinjaman suppliers 0,03 persen atau Rp1,17 triliun. Untuk pinjaman dalam negeri sebesar 0,14 persen atau sebesar Rp5,78 triliun.(Syam S).



Baca Juga

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ATLET
10 Pesenam Indonesia Siap Turun di JAGAC 2018

Bisnisnews.id – Sebagai tuan rumah Junior Artistic Gymanstic Asian Championship 2018 (JAGAC) yang diselenggarakan pada 25-26 April 2018 mendatang. Indonesia tentu bersungguh-sungguh untuk dapat meraih hasil maksimal. Dalam . . .
Selengkapnya