Sabtu, 21 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

PERANG DAGANG
Rabu, 04 April 2018 07:33 WIB

Aksi Pembalasan, AS Incar 1,300 Impor Cina


Selama sebulan terakhir, Trump telah mengguncang pasar dan mengabaikan peringatan dari kelompok industri dan anggota partai Republik AS dalam sanksi kenaikan tarif ekspor dari mitra dagang utama. (AFP)

Bisnisnews.id - AS menerbitkan daftar impor Cina senilai 50 miliar dolar yang ditargetkan kena kenaikan tarif AS dalam konfrontasi perdagangan Presiden Donald Trump dengan Beijing.

Langkah itu dilakukan sehari setelah Beijing memberlakukan bea cukai sekitar 3 miliar dolar terhadap ekspor AS seperti daging babi, anggur dan buah, yang merupakan tindakan balasan terhadap tarif logam AS.

Daftar AS itu meliputi elektronik, suku cadang pesawat, satelit, obat-obatan, mesin dan barang-barang lain yang akan difinalisasi sebagai tanggapan terhadap dugaan pencurian kekayaan dan teknologi intelektual perusahaan-perusahaan Amerika.

"Daftar produk yang diusulkan didasarkan pada analisis ekonomi lintas sektoral dan akan menargetkan produk yang menguntungkan dari rencana industri China sambil meminimalkan dampak pada ekonomi AS," kantor Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Daftar yang diusulkan mengidentifikasi sekitar 1.300 barang dengan kenaikan tarif 25 persen tetapi peninjauan akan berlangsung setidaknya hingga bulan Mei sebelum dapat diberlakukan.

China mengecam langkah itu sebagai unilateralistik dan proteksionis.

"Tindakan unilateralistik dan proteksionis itu telah secara serius melanggar prinsip-prinsip dan nilai-nilai fundamental WTO," kata pernyataan Kedutaan Besar Tiongkok, merujuk pada Organisasi Perdagangan Dunia.

"Ini tidak melayani kepentingan China, atau kepentingan AS, apalagi kepentingan ekonomi global. Pihak China akan menggunakan mekanisme penyelesaian perselisihan WTO dan mengambil tindakan dengan skala dan kekuatan yang sama terhadap produk AS sesuai dengan hukum Tiongkok."

Selama sebulan terakhir, Trump telah mengguncang pasar dan mengabaikan peringatan dari kelompok industri dan anggota partai Republik sendiri dalam mengumumkan tarif baru ekspor dari mitra dagang utama.

Dewan Bisnis AS-China mengatakan, pihaknya setuju bahwa perusahaan-perusahaan AS mengalami pemaksaan transfer teknologi di China, tetapi memperingatkan soal tarif.

"Komunitas bisnis Amerika ingin melihat solusi untuk masalah ini, bukan hanya sanksi," kata John Frisbie, ketua dewan, dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP. (marloft)

Baca Juga

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ATLET
10 Pesenam Indonesia Siap Turun di JAGAC 2018

Bisnisnews.id – Sebagai tuan rumah Junior Artistic Gymanstic Asian Championship 2018 (JAGAC) yang diselenggarakan pada 25-26 April 2018 mendatang. Indonesia tentu bersungguh-sungguh untuk dapat meraih hasil maksimal. Dalam . . .
Selengkapnya