Senin, 23 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

INFRASTRUKTUR
Selasa, 10 April 2018 19:55 WIB

Bandara APT Pranoto Samarinda Tinggal Menunggu Verifikasi Sertifikat



Bisnisnews.id -  Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso memastikan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Sungai Siring Samarinda, akan menggantikan operasional Bandara Temindung.

Menurutnya, Bandara APT Pranoto sudah siap beroperasi, tinggal finalisasi verifikasi untuk mendapatkan Sertifikat Bandar Udara yang prosesnya akan diselesaikan sebelum bandara beroperasi.

Hal ini juga terkait Aeronautical Information Regulation And Control (AIRAC) Aeronautical Informations Publication (AIP) Supplement no 11/ 18 tanggal 29 Maret  2018 tentang pengoperasian Bandara APT Pranoto yang akan dimulai pukul 00.00 UTC atau pukul 08.00 WITA tanggal 24 Mei 2018.

Bandara tang dibangun sejak  2011 oleh Pemprov Kalimantan Timur termknalnya selesai 2014. Namun fungsi  bandar udara belum lengkap karena belum ada bangunan sisi udara.

Diantaranya belum ada taxiway, appron, runway, pemadam kebakaran, bahkan listrikpun belum ada. Baru pada awal 2015 pembangunan bandara dilanjutkan dengan menyelesaikan  sisi udara secara bertahap, kemudian tahun 2016 dilakukan penyerahan dari Gubernur Kalimantan Timur kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk dikembangkan dan dioperasionalkan lebih lanjut.

“Sesuai pesan Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur yang mandeg demi kepentingan masyarakat sekitar, kami melakukan langkah-langkah finalisasi dan percepatan  pengoperasian bandara ini," ujar Agus.

Ditjen Perhubungan Udara sejak awal tahun 2018 ini sudah melakukan beberapa kegiatan tambahan untuk memastikan standar keselamatan, keamanan dan kenyamanan pelayanan sesuai annex 14 ICAO dan Peraturan Keselamatan penerbangan Sipil part 139 tentang Aerodromes.

Beberapa kegiatan tambahan tersebut di antaranya pembuatan runway strip, landscape dan pemagaran kompleks bandara.

Pengoperasian Bandara APT Pranoto ini? ungkap Agus sangat mendesak untuk pengembangan konektivitas penerbangan di Samarinda, mengingat Bandara Temindung Samarinda Lama yang ada saat ini sudah tidak dapat dikembangkan.

Panjang landasan 1.040 m x 23 m hanya bisa melayani pesawat sekelas ATR 42 dengan restriksi khusus. Landasan tidak bisa diperpanjang karena terletak di tengah permukiman padat kota Samarinda. Selain itu kompleks Bandara Temindung juga menjadi daerah langganan banjir.

"Sebagai ibukota propinsi yang terus berkembang, Samarinda seharusnya mempunyai bandara yang representatif. Bandara APT Pranoto yang runway-nya berukuran 2.250m x 45 m ini bisa melayani pesawat sekelas Boeing B737 NG atau Airbus A320 sehingga bisa melayani penerbangan jarak dekat dan jauh untuk membangun konektivitas penerbangan," lanjutnya.

Sementara itu Kadishub Kaltim Salman Lumoindong menyatakan Provinsi Kalimantan Timur akan mengembangkan sumber daya yang tergantikan, untuk mengganti sektor pertambangan sebagai pendapatan asli daerah.

"Dulu kita mengandalkan pertambangan namun terbukti sekarang mulai habis. Sekarang kita akan ganti dengan sumber daya tergantikan seperti pariwisata. Bandara ini nantinya bisa mengantarkan wisatawan dari luar negeri ke tempat-tempat wisata eksotik seperti Derawan. (Syam S)

Baca Juga

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
BMKG
DKI Jakarta dan Sekitarnya Berpotensi Hujan Lebat, Angin Disertai Petir

Bisnisnews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan dalam beberapa hari kedepan (23 -25 April 2018) terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar perairan wilayah Indonesia dan adanya aliran udara . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Senin, 23 April 2018
PELAYANAN
Batik Air Klaim Sebagai Maskapai Paling Tepat Waktu di Asia Tenggara

Bisnisnews.id - Batik Air (Lion Group) pada periode Maret 2018 klaim menjadi maskapai paling tepat waktu di Asia Tenggara dan peringkat ke-56 di dunia Dilaporkan bahwa keberangkatan dan kedatangan pesawat Batik Air *on time performance/ . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
LALIN
Uji Coba Sistem Ganjil Genap di Jalan Thamrin dan Sudirman

Bisnisnews.id - Sosialisasi penertiban lalulintas dengan sstem ganjil-genap di DKI Jakarta berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan. Hari ini sistem itu diuji coba mulai pukul 06.00-10.00 WIB. Wakil Kepala Dinas Perhubungan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 23 April 2018
PILPRES
Jokowi: Jangan Recoki Degan Urusan Elektabilitas

Bisnisnews.id - Presiden Joko Widodo menngatakan, dirinya masih sangat fokus memimpin pemerintahan dan meneyelesaikan pekerjaan yang belum selesai dan jangan direcoki oleh beragam elektabilitas. "Saya masih fokus konsentrasi pada . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Senin, 23 April 2018
UNJUK RASA
7.000 Personil Polri Diterjunkan Amankan Demo Ojek Daring di DPR/MPR

Bisnisnews.id - Polda Metro Jaya menurunkan 7.000 personil untuk mengamankan aksi unjuk rasa pengemudi ojek daring (online) di depan Gedung DPR/MPR RI Senin (23/4/2018). Kelompok massa bernama Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia . . .
Selengkapnya