Sabtu, 21 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Internasional / Berita

PERANG SURIAH
Rabu, 11 April 2018 21:24 WIB

Trump Peringatkan Rudal Akan Datang


Korban menerima perawatan medis di sebuah rumah sakit darurat setelah apa yang para saksi katakan adalah serangan gas klorin di wilayah Ghouta Timur yang dikuasai pemberontak di Suriah, Senin. (European Pressphoto Agency)

Bisnisnews.id - Presiden AS Donald Trump mengatakan Rabu 11 April bahwa rudal akan datang, sebagai tanggapan atas dugaan serangan kimia di Suriah.

Dalam konfrontasi yang meningkat dengan Moskow, Trump men-tweet pernyataan terkuat bahwa dia berencana untuk mengambil tindakan militer di Suriah.

"Rusia bersumpah untuk menembak jatuh semua rudal ditembakkan ke Suriah. Bersiaplah Rusia karena mereka akan datang, yang baik dan baru dan pintar! Anda seharusnya tidak bermitra dengan Gas Pembunuh Hewan yang membunuh orang-orang dan menikmatinya! " Trump menulis.

Damaskus, yang telah lama menuduh Washington mendukung teroris, membalas ancaman Trump.

"Kami tidak terkejut dengan eskalasi nekat seperti itu dari Amerika Serikat yang telah memupuk dan terus mendorong terorisme di Suriah," kata kantor berita SANA mengutip sumber resmi di kementerian luar negeri.

Trump dan para pemimpin Barat lainnya telah bersumpah merespon cepat dan kuat terhadap dugaan serangan gas Sabtu (7/4), yang dikatakan menewaskan lebih dari 40 orang di daerah pinggiran Damaskus yang dikuasai pemberontak Douma.

Upaya untuk menemukan solusi diplomatik di Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa (10/4) gagal, dengan Washington dan Moskow menentang gerakan saingan masing-masing untuk mengatur penyelidikan internasional ke dalam penggunaan senjata kimia.

Trump dalam tweet lain mengatakan hubungan AS-Rusia lebih buruk sekarang daripada sebelumnya, dan itu termasuk Perang Dingin.

Sementara Rusia memperingatkan lebih kuat, "Kami berharap bahwa semua pihak akan menghindari langkah-langkah yang pada kenyataannya tidak terprovokasi oleh apa pun dan itu bisa mengganggu kestabilan situasi yang sudah rapuh di kawasan itu," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

"Situasinya tegang," kata Peskov dikutip dari AFP, seraya menambahkan bahwa Rusia menyerukan penyelidikan yang tidak berprasangka dan obyektif sebelum membuat penilaian atas dugaan penggunaan senjata kimia. (marloft)

Baca Juga

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ATLET
10 Pesenam Indonesia Siap Turun di JAGAC 2018

Bisnisnews.id – Sebagai tuan rumah Junior Artistic Gymanstic Asian Championship 2018 (JAGAC) yang diselenggarakan pada 25-26 April 2018 mendatang. Indonesia tentu bersungguh-sungguh untuk dapat meraih hasil maksimal. Dalam . . .
Selengkapnya