Sabtu, 21 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Berita

APLIKASI ONLINE
Kamis, 12 April 2018 20:42 WIB

Indonesia Meniru Cara Negeri Ginseng Mengatur Taksi Daring


Direktur Angkutan dan Multimoda, Ditjen Perhubungan Darat, Cucu Mulyana. (Foto: BN/Syam S)

Di 'Negeri Ginseng' perusahaan angkutan umum dan sewa khusus serta pribadi dapat menggunakan jaringan aplikasi untuk pelayanan transportasi tanpa ada biaya alias gratis. Fokusnya adalah memudahkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa. Tapi kalau di Indonesia, pengemudi maupun perusahaan angkutan umum dan sewa khusus yang mau menggunakan jaringan online oleh perusahaan aplikasi  dikenakan sharing profit 20 persen. Beban ini juga yang dituntut pengemudi taksi daring, agar Kemenhub jangan hanya berani mengatur pengemudi taksi daring tapi juga mengatur pengusaha aplikasi. 

 

Bisnisnews.id - Penyelesaian kemelut transportasi berbasis online (daring) yang tidak juga berkesudahan, diharapkan bisa selesai dengan mempelajari keberhasilan  Korea Selatan dalam menerapkan  jasa angkutan umum sewa khusus.

Korea Selatan, dinilai berhasil mengatur  pelayanan taksi daring dan konvensional. Acuan keberhasilannya ialah kepastian hukum, artinya pemerintah harus tegas dan  penggunaan teknologi  hanya sebagai pendukung layanan.

Kamis (12/4/2018) Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub mendatangkan Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi dalam diskusi  tertutup yang dilakukan di kantor Kemenhub.

Masukan yang disampaikan dalam diskusi itu diharapkan menjadi acuan oleh Ditjen Perhubungan Darat untuk menyelesaikan  beragam permasalahan angkutan umum sewa berbasis  daring.

Pemerintah Korea Selatan membuat aturan tegas, bahwa taksi berbasis daring hanya sebagai pelengkap. Artinya perusahaan aplikasi menyediakan fasilitas gratis kepada pemilik kendaraan untuk menggunakan jaringan online. Taksi konvensional juga dapat memanfaatkan jaringan daring untuk melayani masyarakat.

Khusus taksi berbasis daring, pemerintah setempat hanya mengizinkan beroperasi pada jam - jam sibuk. Yaitu pagi hari ketika masyarakat mulai melakukan aktivitas (kerja)  dan sore hari.

Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi menuturkan, ada keseimbangan yang terus terjaga, antara taksi daring dan konvensional. Artinya, teknologi itu benar-benar sebagai solusi kegiatan angkutan umum.

Di Korea Selatan,  perusahaan penyedia aplikasi itu  bernama Kakao Talk, yang dapat digunakan secara gratis oleh penyedia jasa angkutan umum atau taksi konvensional. Perusahaan aplikasi tidak mengatur tarif, hanya menyediakan fasilitas untuk mempermudah pelayanan transportasi oleh penyedia jasa angkutan dengan penumpang atau masyarakat pengguna jasa.

Di negeri ginseng  itu,  96  perusahaan taksi sudah menggunakan jaringan aplikasi. Kata Umar,  18 juta pengguna sudah terdaftar di jasa daring dengan total rata-rata panggilan  per harinya sebanyak 1,5 juta panggilan.

Fokusnya ialah,  kemudahan pelayanan dan tarif tidak jauh berbeda antara taksi konvensional dan daring. Regulasi itu sudah diatur dalam Undang-undang angkutan jalan, yang mulai diundangkan pada 2017, sebagai payung hukumnya.

Lalu bagaimana dengan  Indonesia ?  Apakah nantinya akan meniru Korea Selatan ?  Direktur Angkutan dan Multimoda Kemenhub Cucu Mulyana mengatakan,  perbedaannya ada di perusahaan aplikasi.

Kalau di Korea Selatan, perusahaan aplikasi tidak memungut uang jasa kepada pemilik angkutan  tapi Indonesia ada profit sharing atau bagi hasil  20 : 80 atau 20 persen untuk  perusahaan aplikasi dan 80 persen untuk pemilik kendaraan atau pengemudi.

"Dari sisi peraturan hampir sama dalam mengatur taksi daring. Cuma memang, di Korea Selatan  aplikasi gratis, di Indonesia ada profit sharing,"  kata Cucu.

Karena ada  aturan seperti itu,  keseimbangan tercipta. Penggunaan aplikasi oleh pemilik kendaraan tidak membuat taksi konvensional tergusur. Sebab, taksi konvensional juga dapat memanfaatkannya.

Cucu menuturkan, karena di Indonesia perusahaan penyedia aplikasi mengatur  pendapatan dan tarif pengemudi atau pemilik kendaraan,  ditekankan agar perusahaan aplikasi itu  melakukan proses perubahan dari perusahaan aplikasi ke perusahaan transportasi.

"Kan untuk menjadi perusahaan transportai peryaratannya mudah, tidak dipersulit, minimal memiliki lima armada, " jelas Cucu.

Kalau di Korea Selatan, teknologi yang figunakan untuk perusahaan transportasi idak mematikan satu sama lain taoi saling mendukung. " Kalau sudah menjadi perusahaam aplikasi kita bisa masuk dan mengatur, sekarang ini aplikasi bukan di Kemenhub," jelasnya.

Terkait kepemilikan saham, karena dua perusahaan aplikasi yang ada sekarang ini ada investasi asing. Cucu mengatakan, belum sampai ke arah itu. Fokus pembahasan adalah perusahaan aplikasi harus mengajukan izin sebagai perusahaan transportasi. "Kami belum masuk kesana," jelasnya.  (Syam S)





 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ATLET
10 Pesenam Indonesia Siap Turun di JAGAC 2018

Bisnisnews.id – Sebagai tuan rumah Junior Artistic Gymanstic Asian Championship 2018 (JAGAC) yang diselenggarakan pada 25-26 April 2018 mendatang. Indonesia tentu bersungguh-sungguh untuk dapat meraih hasil maksimal. Dalam . . .
Selengkapnya