Senin, 18 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Perbankan / Berita

RUU PTUK
Rabu, 18 April 2018 14:26 WIB

Pemerintah dan BI Akan Batasi Transaksi Tunai Maksimal Rp 100 Juta


ilustrasi

Bisnisnews,id - Mencegah terjadinya paktek pencucian uang, Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sedang menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU)  tentang Pembatasan Transaksi Uang Kartal (PTUK) dengan nilai transaksi maksimal Rp 100 juta.

Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto mengatakan batas maksimal Rp100 juta bagi sejumlah lembaga penegak hukum masih terlalu tinggi. Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan batas maksimal transaksi tunai sebesar Rp25 juta.

Draft naskah RUU PTUK masih berpegang pada batas maksimal Rp100 juta untuk setiap transaksi, namun kata Erwin nilai itu masih didiskusikan oleh peerintah, BI dan lembaga penegak hukum dan kemungkinan masih bisa berubah saat pembahasan di DPR RI nanti.

Dengan regulasi yang baru itu, nantinya masyarakat yang ingin melakukan transaksi di atas besaran maksimum, wajib menggunakan sistem keuangan perbankan seperti transfer. Selain transaksi yang lebih cepat dan efisien, hal ini juga bertujuan untuk mencegah tindakan pencucian uang dan kejahatan keuangan lainnya.

Rencana pembatasan nilai transaksi it sendri disampaikan dalam diskusi di Jakarta, Selasa (17/4/2018). Dimana dalam RUU PTUK itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan menusulkan nilai transaksi maksimal Rp 25 juta.

Ketua KPK Agus Rahardjo menjelaskan usulan batas maksimum transaksi tunai sebesar Rp25 juta itu agar dapat mempersempit ruang bagi pelaku tindak kejahatan pencucian uang maupun korupsi.

Ketua Tim Penyusun RUU PTUK Yunus Husein menyatakan ada sejumlah alasan mengapa batasan maksimal transaksi tunai Rp100 juta. Salah satunya karena banyak negara menetapkan Rp100 juta sebagai batasan maksimal untuk transaksi uang kartal.

Di pasal 30 UU TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) itu Rp100 juta batasnya. Di mana-mana, lintas batas negara memang banyak pakai Rp100 juta. Yang di atas Rp100 juta dianggap bernilai tinggi, kalau yang di bawah itu dianggap ritel.

Menurut temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), transaksi tunai kerap menjadi modus pelaku pencucian uang untuk menyulitkan upaya pelacakan sumber dana dan memutus pelacakan aliran dana kepada pihak penerima dana (beneficiary).

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan dengan pembatasan transaksi dalam bentuk tunai akan mengurangi pilihan masyarakat dan mendorong penyelesaian transaksi melalui perbankan. (Adhitio)

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 18 Juni 2018
BOLA
Mexico Sukses Patahkan Rekor Jerman

Bisninews.id - Menyandang status sebagai sang juara bertahan Piala Dunia 2014. Tim Panser Jerman harus mengakui kekuatan Meksiko dalam laga perdana mereka di Grup F Piala Dunia 2018 Russia, Minggu (17/6/2018).   Timnas Jerman . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Puncak Arus Balik di Penyeberangan Terjadi Pada 19 dan 20 Juni 2018

Bisnisnews.id - Arus balik pemudik lebaran 2018 melalui sejumlah titik penyeberangan terjadi Minggu H+2 dan puncaknya pada Selasa (19/6/2018) dan Rabu, (20/6/2018). Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Imelda . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Arus Balik Mudik Lebaran Mulai Terjadi Pada H+3

Bisnisnews.id - Arus balik lebaran mulai terjadi malam ini atau H+2 dan Senin H+3. Kepadatan lalulintas diperkirakan terjadi di sepanjang ruas Tol Cipali hingga Cikampek menuju Jakarta. Customer & Employee Relations Manager . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 17 Juni 2018
PENYEBERANGAN
KSOP Muara Angke Diperintahkan Perhatikan Kapasitas Angkut Kapal

Bisnisnews.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memerintahkan, Kepala Kantor Syahbandar dan otoritas pelabuhan (KSOP) Muara Angke memperhatikan kapal penumpag agar tidak melebihi kapasitas angkut (over). "Hari ini saya memastikan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Minggu, 17 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Stasiun Senen Masih Dipadati Pemudik, Menhub Budi Berjongkok Saat Berdialog Dengan Penumpang

Bisnisnews.id - Stasiun Kereta Api Pasar Senen Jakarta Pusat sampai H+1 Lebaran 2018 masih dipadati para pemudik yang akan ke kampung halamannya. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang berkunjung ke stasiun itu langsung . . .
Selengkapnya