Sabtu, 23 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Maritim / Berita

INDUSTRI MARITIM
Jumat, 04 Mei 2018 15:39 WIB

Galangan di Kawasan Pelabuhan Tidak Kompetitif, "Sewa Mahal,Kontrak Jangka Pendek"



Bisnisnews.id - Para pengusaha galangan kapal mengeluh tingginya harga sewa lahan dan pendeknya masa kontrak yang berada di seluruh kawasan pelabuhan. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu pemicu rendahnya daya saing industri galangan.

Harga sewa lahan yang sangat tinggi itu, menurut pengurus DPP Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal & Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Shopan Sophian, menjadi kendala utama bangkitnya industri galangan kapal nasional.

Sewa lahan dengan pola business to business (b to b) oleh pengelola Hak Penggunaan Lahan (HPL) pelabuhan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo ) I - IV, hanya akan membuat perusahaan galangan dan pendukungnya menjadi kerdil dan sulit berkembang.

Artinya, harapan pemerintah untuk menjadikan galangan kapal sebagai pendukung utama industri maritim nasional dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, akan sangat sulit tercapai. Sebab, galangan kapal yang berada di dalam kawasan pelabuhan, tidak bisa bersaing, akibat tingginya harga sewa lahan dan waktu kontrak yang pendek.

"Kenapa dengan kami harus b to b ? harga sewa tinggi, kontrak lahan pendek, satu sampai dua tahun. Padahal Pelindo memperoleh lahan itu dari pemerintah, mengapa kami seperti anak tiri di negeri sendiri," kata Sophan, pada Bisnisnews.id saat dimintai komentarnya seputar sewa lahan pelabuhan untuk galangan, Jumat (4/5/2018) di Jakarta

Padahal keberadaan galangan di dalam kawasan pelabuhan, ungkapnya, sangat strategis. Bukan hanya untuk kepentingan pembangunan kapal dan perawatan tapi menangani kondisi darurat terhadap kapal-kapal yang berada di pelabuhan.

Ketika ada banyak kapal yang masuk galangan, tutur Sophan, yang menikmati juga pihak operator pelabuhan, yaitu Pelindo. Uang yang masuk itu, akhirnya juga mengalir ke kas negara untuk pembangunan. Artinya, peran galangan di kawasa pelabuhan sangat strategis, tapi sangat tidak diperhatikan.

Harga sewa lahan di kawasan pelabuhan berpariasi hingga ratusan ribu rupiah per meter, dengan masa waktu kontrak satu sampai dua tahun. " Kalau galangan kapal menjadi bagian industri untuk memajukan program pemerintah, idealnya diberikan kelonggaran. Setidaknya diberikan kontrak jangka panjang sampai 10 tahun. Kalau cuma satu tahun bagaimana mungkin kami mau investasi," kata Sophan yang juga President Director PT Dokbahari Nusantara.

Tingginya sewa lahan dan pendeknya waktu kontrak, berpengaruh besar terhadap tarif atau biaya pembagunan dan perawatan kapal. "Kalau sewa diberikan keringanan dan kontrak diberikan jangka panjang, biaya pembangunan kapal dan perawatan bisa ditekan, sehingga kami bisa bekompetisi secara sehat dengan galangan yang berada di luar," tuturnya.

Ketua DPP Iperindo, Eddy Kurniawan Logam mengakui, tingginya harga sewa lahan yang diterapkan PT Pelindo I - IV akan menyulitkan perusahaan galangan berkembang dan berkometisi dengan perusahaan galangan di luar pelabuhan.

Dampak negatif yang terjadi adalah, kapal-kapal akan memilih galangan di luar pelabuhan bahkan ada yang ke luar negeri. Karena galangan kapal di sejumlah negara sangat dilindungi oleh pemerintahnya, sehingga bisa bekompetisi dan berkembang.

Sementara itu Direktur Utama PT Dumas Tanjung Perak Shipyards, Yance Gunawan mengatakan, harga sewa lahan untuk galangan kapal di kawasan pelabuhan saat ini di atas Rp 100 ribu per meter per tahun atau setara dengan nilai jual objek pajak (NJOP) setempat. Dalam satu tahun kontrak, nilainya bisa untuk membeli lahan dengan luas yang sama.

Artinya, sewanya sangat tinggi dan kontraknya dibatasi satu sampai dua tahun. Dengan pola sewa seperti itu, perusahaan galangan ragu untuk melakukan investasi, membangun dan memerbaiki galangan, karan biaya pembangunan sangat tinggi.

"Kami sedang mengusulkan, agar pihak Pelindo selaku penguasa lahan dan pemilik konsesi dari pemerintah, mengembalikan pola sewa lahan dalam jangka pajang dan harga yang disesuaikan, bukan seperti sekarang," kata Yance.

Tertutama PT Pelindo III, kata Yance, kini sudah mulai membuka diri terhadap usulan dan negosiasi harga sewa lahan dan masa kontrak. "Kami akan terus berjuang melakukan ini, sebab kalau menggunakan pola yang sekarang ini, sangat tidak kompetitip," jelasnya.

Padahal, untuk satu galangan kapal di kawasan pelabuhan memerlukan lahan 5000 meter persegi sampai 30 ribu meter persegi. "Tinggal dikalikan saja, berapa kami harus bayar per tahun, hanya untuk sewa lahan. Belum lagi investasi lainnya," tegasnya.

Khusus galangan kapal yang dikelola PT Dumas Tanjung Perak Shipyards, satu galangan rata-rata membutuhkan lahan 1 - 3 hektar. "Ini kan untuk pelabuhan di Pelindo III, masing-masing beda," jelasnya.

Menurutnya, sebelumnya sewa lahan untuk galangan di dalam kawasan pelabuhan kontraknya diberikan selama 20 tahun. Pengusaha galangan membayar uang sewa kepada Pelindo setiap tahun sampai habis masa kontrak. "Tapi sekarang kontraknya cuma satu sampai dua tahun, harga sewanya juga tinggi," jelas Yance. (Syam S)

Baca Juga

 

Nasional  -  Sabtu, 23 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Management Traffic Jasa Marga, Arus Mudik dan Balik Tahun Ini Lebih Lancar

 Bisnisnews.id - Inovasi teknologi dan management traffic lebaran PT Jasa Marga (Persero) Tbk diakui para pemudik berdampak positif terhadap kelancaran, kenyamanan dan keamanan para pengguna jasa.nSejumlah pemudik mengatakan, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 23 Juni 2018
TENIS
Komang Gina Vs Dian Ayu Menjadi Partai Pamungkas WTA Future Stars

Bisnisnews.id - Pertemuan dua unggulan teratas menjadi partai pamungkas nomor tunggal Kelompok Umur (KU) 14 tahun turnamen berlabel WTA Future Stars 2018 yang berlangsung di lapangan tenis KONI Bali, Denpasar, Sabtu (23/6). Petenis . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 22 Juni 2018
PIALA DUNIA
Brasil Injakan Satu Kaki di Babak 16 Besar

Bisnisnews.id - Brasil kini dapat bernafas lega di Piala Dunia 2018, setelah sukses meraih kemenangan 2-0 saat berhadapan dengan Kosta Rika pada pertandingan kedua fase Grup E di Stadion Saint Petersburg, Jumat (22/6/2018).   Menguasai . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Jumat, 22 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Arus Balik Pemudik dari Sumatera ke Jawa Sudah Mencapai 63 Persen

Bisnisnews.id -  Memasuki H+6 Lebaran,  tercatat  609.099 pemudik dan 128.557 unit kendaraan yang sudah kembali ke Pulau Jawa via Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Arus balik penumpang dan kendaraan masih akan terus . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 22 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Penumpang Angkutan Laut Selama Mudik 2.421.260 Orang

Bisnisnews.id - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mencatat jumlah penumpang turun dan naik kapal angkutan laut Lebaran 2018 mulai dari H-15 (31/5) sampai dengan H+6 (22/6) pukul 06:00 WIB sebanyak 2.421.260 orang. Direktur . . .
Selengkapnya