Sabtu, 23 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Arena / Berita

MASTER
Rabu, 23 Mei 2018 13:33 WIB

Games yang Melahirkan Seorang Utut Adianto



Bisnisnews.id – Buku pecatur legendaris Amerika Serikat, Bobby Fischer, yang berjudul My 60 Memorable Games ternyata memiliki sejarah dan cerita panjang yang melahirkan seorang atlet catur kebanggaaan Indonesia Utut Adianto. 
 
Ada satu momen yang sampai saat ini tidak bisa dilupakan oleh Utut, ketika beranjak dewasa dia pernah diberikan dua pilihan oleh ayahnya ketika harus memilih satu di antara dua tawaran dari ayahnya, yakni sebuah jeans atau buku pecatur legendaris Amerika Serikat Bobby Fischer yang berjudul My 60 Memorable Games. Utut pun memilih buku catur yang waktu itu harganya kurang lebih Rp 5000 rupiah sebanding dengan tiga atau empat celana jeans bermerek dengan jumlah uang yang sama. 
 
Namun untuk mendapatkan buku tersebut Utut harus menunggu berbulan-bulan karena bukunya diimpor dari Watford, Inggris. Setelah mendapatkan buku tersebut, Utut terus belajar memperdalam ilmu caturnya. Pria yang lahir di Jakarta pada 16 Maret 1965 itu dikenalkan catur oleh ayahnya ketika berusia enam tahun. 
 
Pengorbanan Utut pun tidak sia-sia, buku Bobby Fischer memberikannya fundamen kuat. Ia tidak hanya belajar mengenai analisis taktik-taktik catur secara mendalam, melainkan juga tentang kerendahan hati dalam kemenangan dan kejujuran dalam kekalahan. Sebuah prinsip yang terus dipegang oleh Utut.
 
"Buku itu tidak bercerita dia menang semua. Ada juga cerita tentang ketika dia kalah. Ada kebelakaan ilmiah dan kejujuran bahwa dia karena suatu alasan. Ia tidak sungkan mengaku menang karena beruntung," ujar Utut.
 
Utut semakin mendalami catur ketika masuk klub Kencana Chess Club yang berada di Cikajang, Kebayoran, Jakarta pada tahun 1973.  Ia beradu taktik di atas papan catur melawan orang-orang yang lebih tua setiap Jumat malam, ditemani pisang goreng, gandasturi, dan onde-onde. Pelajaran didapatkan oleh Utut secara parsial dan mengalir dari pengalaman bertanding. Proses belajar otodidak inilah yang diyakini oleh Utut membuatnya bisa seperti sekarang.
 
“Memang, kalau otodidak itu pelajaran jadinya nempel di otak dan paham karena perjalanannya panjang. Ibaratnya, kita sudah bonyok kena pukul dan diinjak, sehingga ketika dipukul lagi kita sudah bisa reflek menghindar,” kata Utut.
 
Utut berhasil menjuarai kejuaraan nasional pada 1979. Kemudian, ia mencoba peruntungan di pentas internasional, tepatnya dalam Kejuaraan Dunia U-16 di Puerto Riko. Perjalanan panjang ditempuh Utut yang baru pertama kali ke luar negeri. Ia harus transit di Singapura, Hong Kong, San Fransisco, dan New York sebelum menginjakkan kaki di ibukota Puerto Rico, San Juan. 
 
“Problem utamanya adalah makanan. Saya akhirnya hanya makan ayam panggang saja. Karena saya kan dari kampung, biasanya makan ikan asin, rempeyek, sayur asam,” jelas Utut. 
 
Meski demikian, Utut tetap bisa meraih prestasi. Ia menempati peringkat kedua, kalah dari pecatur asal Islandia Karl Thorsteins. Pengalaman di Puerto Riko-lah yang akhirnya membuat Utut mantap menjadikan catur sebagai jalan hidup.
 
Pada 1995, ia menebus barisan Super Grandmaster, sebuah titel non-resmi yang diberikan kepada para pecatur pemilik rating ELO di atas 2600. Ia sejajar dengan Anatoly Karpov, Garry Kasparov, Boris Gelfand, dan Alexander Khalifman. Ketika itu, hanya Utut dan Viswanathan Anand yang menjadi Super Grandmaster dari Asia.
 
Karier Utut yang meroket ternyata semuanya tidak berjalan mulus, dirinya pernah mengalami prestasi terburuknya ketika dalam sebuah turnamen yang mempertemukan 10 GM top dunia di Beijing, China pada Agustus 2000, Utut menjadi juru kunci. Ini merupakan momen terburuk dalam kariernya. 
 
“Kepala saya terasa berat, seperti Ondel-Ondel,” ucap Utut yang kini menjadi Wakil Ketua DPR-RI.
 
Namun, kegagalan adalah resep pertama dari kemenangan. Beberapa bulan kemudian, Utut mencapai puncak kejayaan dengan memenangi medali emas Olimpade Catur di Istanbul, Turki. Nama Utut abadi dalam sejarah. Selain mengejar prestasi pribadi, Utut juga peduli dengan masa depan catur nasional. Oleh sebab itu, ia mendirikan sekolah catur bersama dengan tiga rekannya pada 1993. Sekolah caturnya sukses melahirkan banyak pecatur andal, seperti (GM) Susanto Megaranto dan (GM) Irene Kusuma. 
 
“Saya mengajar untuk kesenangan dan kini saya gembira karena mereka telah menjadi orang yang punya prestasi,” tutup Utut. (Rayza)

Baca Juga

 

Nasional  -  Sabtu, 23 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Management Traffic Jasa Marga, Arus Mudik dan Balik Tahun Ini Lebih Lancar

 Bisnisnews.id - Inovasi teknologi dan management traffic lebaran PT Jasa Marga (Persero) Tbk diakui para pemudik berdampak positif terhadap kelancaran, kenyamanan dan keamanan para pengguna jasa.nSejumlah pemudik mengatakan, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 23 Juni 2018
TENIS
Komang Gina Vs Dian Ayu Menjadi Partai Pamungkas WTA Future Stars

Bisnisnews.id - Pertemuan dua unggulan teratas menjadi partai pamungkas nomor tunggal Kelompok Umur (KU) 14 tahun turnamen berlabel WTA Future Stars 2018 yang berlangsung di lapangan tenis KONI Bali, Denpasar, Sabtu (23/6). Petenis . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 22 Juni 2018
PIALA DUNIA
Brasil Injakan Satu Kaki di Babak 16 Besar

Bisnisnews.id - Brasil kini dapat bernafas lega di Piala Dunia 2018, setelah sukses meraih kemenangan 2-0 saat berhadapan dengan Kosta Rika pada pertandingan kedua fase Grup E di Stadion Saint Petersburg, Jumat (22/6/2018).   Menguasai . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Jumat, 22 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Arus Balik Pemudik dari Sumatera ke Jawa Sudah Mencapai 63 Persen

Bisnisnews.id -  Memasuki H+6 Lebaran,  tercatat  609.099 pemudik dan 128.557 unit kendaraan yang sudah kembali ke Pulau Jawa via Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Arus balik penumpang dan kendaraan masih akan terus . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 22 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Penumpang Angkutan Laut Selama Mudik 2.421.260 Orang

Bisnisnews.id - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mencatat jumlah penumpang turun dan naik kapal angkutan laut Lebaran 2018 mulai dari H-15 (31/5) sampai dengan H+6 (22/6) pukul 06:00 WIB sebanyak 2.421.260 orang. Direktur . . .
Selengkapnya