Sabtu, 23 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Nasional / Politik / Berita

KESENJANGAN
Kamis, 24 Mei 2018 14:57 WIB

THR dan Gaji ke 13 PNS Menguras Kas Negara Rp 33,7 Triliun


ilustrasi

 Bisnisnews.id - Menjelan lebaran, dimana harga-harga sembako mulai pindah harga, kebutuhan masyarakat kian terjepit, daya beli masyarakat miskin kian terpuruk, pemerintah justeru memberikan kemanjaan belebihan kepada aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) melalui kucuran THR dan gaji ke 13.

Kalau ada anggota masyarakat menilai kebijakan pemerintahan ini sangat politis, berbau pencitraan, ya, tidak salah juga, karena ini tahun politik. Terlebih terjadi ketika sebagian besar rakyat sedang mmenjerit karena tingginya harga-harga sembako di pasaran dalam beberapa bulan terakhir ini.

Tunjangan ganda yang dikucurkan pemerintah ini tidak berlaku bagi pegawai honorer, Tenaga honorer, seperti guru tetap saja merdang mendengar kebahagiaan rekan-rekannya yangn sudah menjadi PNS.

Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menyatakan, alasan pemerintah menyalurkan THR dan tambahan gaji ke 13 karena diniai kinerja aparatur sipil negara semakin baik. Padahal CBA melihat bahwa kinerja PNS dari kontek penyerapan atau realisasi anggaran atau APBN pada bulan April tidak semua kementerian baik atau tinggi bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Misalnya, Kementan (Kementerian Pertanian), Realisasi anggaran pada bulan april 2018 hanya sebanyak 11.61 persen bila dibandingkan dengan April 2017 yang bisa mencapai sebanyak 14.67 persen. Begitu juga dengan kementerian Sosial, dimana realisasi anggaran pada April 2018 hanya sebanyak 13.52 persen dari total APBN. sedangkan Realisasi anggaran pada Bulan April 2017 mencapai sebanyak 16.30 persen

Jadi, THR dan gaji ke 13 yang mencapai kenaikan anggaran sebesar 69 persen sangat politis, dimana pemerintahan Jokowi ini ingin mendapatkan kesan terbaik dari PNS maupun birokrat, targetnya 2019. Agar ketika memsuki tahun Politik, dilihat bahwa pemerintahan sekarang sebagai pemerintahan yang perduli dan sangat baik kepada PNS.

Akibat "politik berbaik hati" ini, Pemerintah harus mengeluarkan anggaran paling besar sebanyak Rp.35.7 triliun. Padahal kalau pemerintah Cerdas, anggaran sebesar itu, bisa untuk mencicil utang negara yang sudah mencapai sebesar Rp.4.180 triliun.

Pemerintahan Jokowi harus berkaca kepada Negara Malaysia. Dimana Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad melihat bahwa: Utang Malaysia sebesar Rp.3.593 Triliun, tapi Perdana Menterinya tidak menghambur anggaran untuk gaji pegawai, malahan melakukan pemotongan anggaran untuk seluruh menteri kabinet sebesar 10 persen. (Syam S)

 

Baca Juga

 

Nasional  -  Sabtu, 23 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Management Traffic Jasa Marga, Arus Mudik dan Balik Tahun Ini Lebih Lancar

 Bisnisnews.id - Inovasi teknologi dan management traffic lebaran PT Jasa Marga (Persero) Tbk diakui para pemudik berdampak positif terhadap kelancaran, kenyamanan dan keamanan para pengguna jasa.nSejumlah pemudik mengatakan, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 23 Juni 2018
TENIS
Komang Gina Vs Dian Ayu Menjadi Partai Pamungkas WTA Future Stars

Bisnisnews.id - Pertemuan dua unggulan teratas menjadi partai pamungkas nomor tunggal Kelompok Umur (KU) 14 tahun turnamen berlabel WTA Future Stars 2018 yang berlangsung di lapangan tenis KONI Bali, Denpasar, Sabtu (23/6). Petenis . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 22 Juni 2018
PIALA DUNIA
Brasil Injakan Satu Kaki di Babak 16 Besar

Bisnisnews.id - Brasil kini dapat bernafas lega di Piala Dunia 2018, setelah sukses meraih kemenangan 2-0 saat berhadapan dengan Kosta Rika pada pertandingan kedua fase Grup E di Stadion Saint Petersburg, Jumat (22/6/2018).   Menguasai . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Jumat, 22 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Arus Balik Pemudik dari Sumatera ke Jawa Sudah Mencapai 63 Persen

Bisnisnews.id -  Memasuki H+6 Lebaran,  tercatat  609.099 pemudik dan 128.557 unit kendaraan yang sudah kembali ke Pulau Jawa via Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Arus balik penumpang dan kendaraan masih akan terus . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 22 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Penumpang Angkutan Laut Selama Mudik 2.421.260 Orang

Bisnisnews.id - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mencatat jumlah penumpang turun dan naik kapal angkutan laut Lebaran 2018 mulai dari H-15 (31/5) sampai dengan H+6 (22/6) pukul 06:00 WIB sebanyak 2.421.260 orang. Direktur . . .
Selengkapnya