Sabtu, 23 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Penerbangan / Berita

KESELAMATAN PENERBANGAN
Selasa, 29 Mei 2018 16:15 WIB

Pelaku Teror "Candaan Bom" Terancam 15 Tahun Penjara, Selama Mei 2018 Sudah 9 Peristiwa Terjadi


Para penumpang Lion JT 687 yag keluar dari pintu darurat setelah mendengar ada bom dari salah satu penumpang dan nekat terjun ke appron.

 Bisnisnews.id - Candaan bom atau guyonan yang dilakukan oknum penumpang pesawat udara belakangan ini menjadi teror yang sangat menakutkan. Dalam satu bulan terakhir ini (Mei 2018) tercatat sembilan kasus, namun dari jumlah itu belum ada satupun yang dipidanakan.

Peristiwa candaan bom yang terjadi pada hari Senin (28/5/2018) malam di Bandara Internasional Supadio Kubu Raya, Kalimantan Barat yang dilakukan oleh oknum penumpang pesawat Lion Air JT-687 bernama Frantinus Nigiri, adalah peristiwa yang ke-sembilan dan paling buruk dari delapan peristiwa sebelumnya, karena membuat penumpang panik, keluar dari pintu darurat dan nekat melompat dari atas sayap pesawat.

Candaan membawa bom di dalam pesawat, adalah teror yang sangat menakutkan. Bukan saja membuat panik para penumpang dan awak pesawat tapi juga kerugian matril yang ditanggung para penumpang dan operator penerbangan. Bukan saja pesawat harus mengalami dellay berkepanjangan tapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa karena kepanikan yang terjadi kepada para penumpangnya.

Padahal payung hukum untuk menjerat para pelaku teror bom dalam bentuk candaan di dalam pesawat yang membuat panik seluruh penumpang serta berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal, telah diatur dalam Pasal 437 ayat (1) UU No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Pasal 437 UU No.1/2009 itu tegas dan jelas memerintahkan aparat untuk memproses dan menerapkan hukum pidana kepada siapa saja yang membuat teror atau meresahkan.

Hukuman teradap pelaku teror di dalam pesawat udara yang menimbulkan kematian, dapat dihukum maksimal 15 tahun penjara.

Candaan-candaan konyol seperti ini juga akan berimbas kepada buruknya kinerja keselamatan penerbangan di Indonesia. Ini bukan sekadar candaan ringan, tapi dampaknya, terhadap kepercayaan publik domestik dan internasional.

Selain itu, sembilan kali peristiwa candaan bom dalam pesawat yag dilakukan oleh okum penumpang dapat menggambarkan rendahnya kesadaran masyarakat, terutama para penumpang pesawat udara terhadap keselamatan penerbangan.

Mengutip keterangan resmi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Selasa (29/5/2018) memerintahkan agar oknum penumpang yang melakkan candaan bom atau teror di dalam pesawat udara ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Informasi tentang adanya bom bukan bahan candaan melainkan bentuk ancaman keamanan dan keselamatan.

"Kementerian Perhubungan akan menindak pelaku yang memberikan informasi palsu tentang bom. Ini merupakan ancaman terhadap keamanan dan keselamatan bagi kita semua. Pelaku candaan bom akan kami tuntut secara hukum," tegas Menhub.

Menhub Budi juga telah memerintahkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bekerja sama dengan Kepolisian untuk menindaklanjuti kejadian berupa informasi palsu terkait adanya bom.

"Saya minta PPNS dapat bekerja sama dengan Kepolisian untuk menindaklanjuti beberapa kejadian terkait adanya informasi bom di bandara dan memprosesnya secara hukum. Kejadian ini tentunya mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit, setidak-tidaknya tertundanya jadwal penerbangan," ujar Menhub.

Menhub berharap tindakan hukum yang diberikan terhadap pelaku candaan bom dapat memberikan efek jera. "Melalui tindakan hukum ini kami harap dapat memberikan efek jera kepada pelaku candaan bom. Sehingga menjadi bahan pelajaran bagi kita semua untuk tidak lagi bercanda mengenai bom. Bom bukan bahan untuk bercanda," tegasnya. (Syam S)

Berikut Ini 9 Peristiwa Candaan Bom di dalam Pesawat selama Mei 2018:

- 2 Mei: Lion CGK
- 5 Mei: Lion UPG
- 12 Mei: Lion Air CGK
- 17 Mei: Batik Air TTE
- 17 Mei: Lion UPG
- 18 Mei: Lion Air TRK
- 23 Mei: Garuda BWX
- 27 Mei: Lion CGK
- 28 Mei: Lion PNK

Baca Juga

 

Nasional  -  Sabtu, 23 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Management Traffic Jasa Marga, Arus Mudik dan Balik Tahun Ini Lebih Lancar

 Bisnisnews.id - Inovasi teknologi dan management traffic lebaran PT Jasa Marga (Persero) Tbk diakui para pemudik berdampak positif terhadap kelancaran, kenyamanan dan keamanan para pengguna jasa.nSejumlah pemudik mengatakan, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 23 Juni 2018
TENIS
Komang Gina Vs Dian Ayu Menjadi Partai Pamungkas WTA Future Stars

Bisnisnews.id - Pertemuan dua unggulan teratas menjadi partai pamungkas nomor tunggal Kelompok Umur (KU) 14 tahun turnamen berlabel WTA Future Stars 2018 yang berlangsung di lapangan tenis KONI Bali, Denpasar, Sabtu (23/6). Petenis . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 22 Juni 2018
PIALA DUNIA
Brasil Injakan Satu Kaki di Babak 16 Besar

Bisnisnews.id - Brasil kini dapat bernafas lega di Piala Dunia 2018, setelah sukses meraih kemenangan 2-0 saat berhadapan dengan Kosta Rika pada pertandingan kedua fase Grup E di Stadion Saint Petersburg, Jumat (22/6/2018).   Menguasai . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Jumat, 22 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Arus Balik Pemudik dari Sumatera ke Jawa Sudah Mencapai 63 Persen

Bisnisnews.id -  Memasuki H+6 Lebaran,  tercatat  609.099 pemudik dan 128.557 unit kendaraan yang sudah kembali ke Pulau Jawa via Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Arus balik penumpang dan kendaraan masih akan terus . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 22 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Penumpang Angkutan Laut Selama Mudik 2.421.260 Orang

Bisnisnews.id - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mencatat jumlah penumpang turun dan naik kapal angkutan laut Lebaran 2018 mulai dari H-15 (31/5) sampai dengan H+6 (22/6) pukul 06:00 WIB sebanyak 2.421.260 orang. Direktur . . .
Selengkapnya