Sabtu, 23 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Perbankan / Berita

STABILITAS EKONOMI
Rabu, 30 Mei 2018 15:14 WIB

BI Kembali Menaikan Nilai Suku Bunga Acuan 4,75 Persen




Bisnisnews.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kenaikkan suku bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen merupakan langkah maju yang telah diputuskan dalam rapat Dewan Gubernur.

Ungkapan itu disampaikan Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam jumlah pers Rabu (30/5/2018) di Jakarta. Kenaikan nilai suku bungan acuan itu, ungkapnya, sebagai upaya antisipasi risiko eksternal, terutama perkiraan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS The Federal Reserve pada 13 Juni 2018 mendatang.

"Ini merupakan kebijakan `pre-emptive` atau antisipatif dan selangkah lebih maju untuk merespon risiko dan tekanan eksternal," kata Perry Warjiyo.

Kebijakan kenaikan suku bunga acuan juga merupakan salah satu cara untuk menaikan nilai tukar rupiah sekaligus menjaga stablitias ekonomi nasional.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, Dewan Gubernur memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps juga menjadi 5,50 persen.

Keputusan kenaikan cuku bunga yang berlaku efektif Kamis 31 Mei 2018 itu, menurut Perry, merupakan bagian dari bauran kebijakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas perekonomian, di tengah-tegah kurang menentunya pasar keuangan dunia dan penurunan likuiditas global.

BI akan terus berupaya maksimal melakukan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai kondisi fundamental dengan tetap mendorong mekanisme pasar. Kebijakan tersebut ditopang oleh pelaksanaan operasi moneter yang diarahkan untuk menjaga kecukupan likuiditas, di pasar valas maupun pasar uang.

Dalam upaya menjaga stabilitas tersebut, BI bersama pemerintah dan instansi terkait akan terus memperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta memperkuat implementasi reformasi struktural.

Bauran kebijakan yang telah ditempuh sebelumnya adalah upaya menjaga inflasi agar tetap berada dalam kisaran sasaran 3,5 persen pada 2018 dan 2019 serta mengelola ketahanan sektor eksternal. (Ari)

Baca Juga

 

Nasional  -  Sabtu, 23 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Management Traffic Jasa Marga, Arus Mudik dan Balik Tahun Ini Lebih Lancar

 Bisnisnews.id - Inovasi teknologi dan management traffic lebaran PT Jasa Marga (Persero) Tbk diakui para pemudik berdampak positif terhadap kelancaran, kenyamanan dan keamanan para pengguna jasa.nSejumlah pemudik mengatakan, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 23 Juni 2018
TENIS
Komang Gina Vs Dian Ayu Menjadi Partai Pamungkas WTA Future Stars

Bisnisnews.id - Pertemuan dua unggulan teratas menjadi partai pamungkas nomor tunggal Kelompok Umur (KU) 14 tahun turnamen berlabel WTA Future Stars 2018 yang berlangsung di lapangan tenis KONI Bali, Denpasar, Sabtu (23/6). Petenis . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 22 Juni 2018
PIALA DUNIA
Brasil Injakan Satu Kaki di Babak 16 Besar

Bisnisnews.id - Brasil kini dapat bernafas lega di Piala Dunia 2018, setelah sukses meraih kemenangan 2-0 saat berhadapan dengan Kosta Rika pada pertandingan kedua fase Grup E di Stadion Saint Petersburg, Jumat (22/6/2018).   Menguasai . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Jumat, 22 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Arus Balik Pemudik dari Sumatera ke Jawa Sudah Mencapai 63 Persen

Bisnisnews.id -  Memasuki H+6 Lebaran,  tercatat  609.099 pemudik dan 128.557 unit kendaraan yang sudah kembali ke Pulau Jawa via Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Arus balik penumpang dan kendaraan masih akan terus . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 22 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Penumpang Angkutan Laut Selama Mudik 2.421.260 Orang

Bisnisnews.id - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mencatat jumlah penumpang turun dan naik kapal angkutan laut Lebaran 2018 mulai dari H-15 (31/5) sampai dengan H+6 (22/6) pukul 06:00 WIB sebanyak 2.421.260 orang. Direktur . . .
Selengkapnya