Sabtu, 23 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Perbankan / Berita

PEREKONOMIAN
Kamis, 31 Mei 2018 03:15 WIB

IMF Menilai Kebijakan BI Menaikan Suku Bunga Acuan Sudah Tepat


Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur tambahan di kantor pusat BI, Jakarta, Rabu (30/5/2018). Bank Indonesia

Bisnisnews.id  - Director of Asia & Pacific Department of the IMF Changyong Rhee  menilai kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Kamis (17/5) dan Rabu (30/5) sudah tepat.

Rhee  dalam pernyataannya mengatakan keputusan  menaikkan suku bunga acuan total mencapai 50 basis poin dari sebelumnya 4,25 persen menjadi 4,75 persen  untuk menjaga kemungkinan kenaikan inflasi inti dari penguatan dolar AS, suku bunga acuan di tingkat global dan harga minyak dunia.

Tekanan eksternal yang telah menyebabkan terjadinya pembalikan arus modal keluar dan perlemahan mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam beberapa minggu terakhir.

Kata Rhee Indonesia telah berada pada posisi yang lebih kuat dibandingkan di masa lalu dalam menghadapi tekanan eksternal, karena mempunyai ketahanan ekonomi yang baik.

Sebelumnya, Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen pada RDG tambahan, Rabu, untuk mengantisipasi risiko eksternal terutama kenaikan suku bunga acuan kedua The Federal Reserve pada 13 Juni 2018.

"Ini merupakan kebijakan `pre-emptive` (antisipatif), dan `ahead of the curve` (selangkah lebih maju) dan `frontloading` untuk merespon risiko dan tekanan eksternal," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Perry juga menegaskan arah (stance) kebijakan moneter BI saat ini telah berubah menjadi "bias ketat" dari sebelumnya "normal".

"`Stance` kami dari yang sebelumnya netral kini menjadi `bias ketat`, namun belum sampai ke arah `ketat`," ujar Perry.

Pada 17 Mei 2018, bank sentral sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke 4,5 persen. Namun, kenaikan tersebut sepertinya kurang berdampak karena rupiah masih melanjutkan tren perlemahan. (Ari)

Baca Juga

 

Nasional  -  Sabtu, 23 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Management Traffic Jasa Marga, Arus Mudik dan Balik Tahun Ini Lebih Lancar

 Bisnisnews.id - Inovasi teknologi dan management traffic lebaran PT Jasa Marga (Persero) Tbk diakui para pemudik berdampak positif terhadap kelancaran, kenyamanan dan keamanan para pengguna jasa.nSejumlah pemudik mengatakan, . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Sabtu, 23 Juni 2018
TENIS
Komang Gina Vs Dian Ayu Menjadi Partai Pamungkas WTA Future Stars

Bisnisnews.id - Pertemuan dua unggulan teratas menjadi partai pamungkas nomor tunggal Kelompok Umur (KU) 14 tahun turnamen berlabel WTA Future Stars 2018 yang berlangsung di lapangan tenis KONI Bali, Denpasar, Sabtu (23/6). Petenis . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 22 Juni 2018
PIALA DUNIA
Brasil Injakan Satu Kaki di Babak 16 Besar

Bisnisnews.id - Brasil kini dapat bernafas lega di Piala Dunia 2018, setelah sukses meraih kemenangan 2-0 saat berhadapan dengan Kosta Rika pada pertandingan kedua fase Grup E di Stadion Saint Petersburg, Jumat (22/6/2018).   Menguasai . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Jumat, 22 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Arus Balik Pemudik dari Sumatera ke Jawa Sudah Mencapai 63 Persen

Bisnisnews.id -  Memasuki H+6 Lebaran,  tercatat  609.099 pemudik dan 128.557 unit kendaraan yang sudah kembali ke Pulau Jawa via Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Arus balik penumpang dan kendaraan masih akan terus . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 22 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Penumpang Angkutan Laut Selama Mudik 2.421.260 Orang

Bisnisnews.id - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mencatat jumlah penumpang turun dan naik kapal angkutan laut Lebaran 2018 mulai dari H-15 (31/5) sampai dengan H+6 (22/6) pukul 06:00 WIB sebanyak 2.421.260 orang. Direktur . . .
Selengkapnya