Senin, 18 Juni 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Maritim / Berita

PERUSAHAAN PUBLIK
Kamis, 07 Juni 2018 15:35 WIB

Galangan Kapal Steadfast Marine Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia


Eddy K Logam dan Rudy K Logam berfose bersama saat peluncuran Kapal perintis KM Sabuk Nusantara 93 pesanan Kemenhub, Oktober 2017 di Galangan Kapal Steadfast Marine Pontianak, (Dok: BN)

Bisnisnews.id - Steadfast Marine (KPAL), perusahaan galangan kapal nasional yang berpusat di Pontianak Kalimantan Barat, mulai Jumat (8/6/2018) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Galangan kapal yang didirikan pada tahun 2005 itu disambut baik para investor. Berdasarkan data, selama bookbuilding peminatnya cukup tinggi, dana yang terkumpul mencapai Rp 300 miliar lebih atau sekitar delapan kali oversubscribed dari jumlah nilai saham baru yang ditawarkan. 

Perusahaan yang dibidani oleh kakak beradik dari keluarga Logam, yaitu Eddy K Logam dan Rudy K Logam diterima pasar karena potensinya sangat besar. Bukan karena bisnis pembangunan dan perawatan kapal sangat besar peluangnya tapi, kemampuan dan kepercayaan perusahaan pelayaran dalam dan luar negeri kepada galangan Steadfast Marine.

Perusahaan galangan itu berpengalaman membangun berbagai type kapal dari offshore support vessel, kapal keruk, kapal perintis sampai kapal militer. Pengalaman membangun kapal bersama dengan Damen shipyard belanda sejak tahun 2008, memberikan kemampuan untuk membangun kapal berteknologi tinggi dan berkualitas.

Melihat potensi Industri Maritim yang begitu besar dan menjanjikan di Negara kepulauan terbesar di dunia, memantapkan langkah Steadfast untuk terus berkembang dan memperkuat usahanya. Dengan masuk pasar modal, perseroan yakin akan mendapatkan akses finansial yang lebih variatif dan kompetetif.

Komisaris utama PT Steadfast Marine Tbk, Eddy K Logam yang juga Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal Indonesia (Iperindo) mengaku sangat optimis bahwa industri Maritim Indonesia punya masa depan yang cerah.

"Pastinya, program Presiden Jokowi patut kita apresiasi. Sebagai negara maritim dengan program tol laut dan upaya mewujudkan I donesia sebagai poros maritim dunia, sudah sangat pantas disandang oleh Indonesia sebagai negara kepulauan," kata Eddy, Kamis (7/6/2018) di Jakarta. (Syam S)

Baca Juga

 

Arena  -  Senin, 18 Juni 2018
BOLA
Mexico Sukses Patahkan Rekor Jerman

Bisninews.id - Menyandang status sebagai sang juara bertahan Piala Dunia 2014. Tim Panser Jerman harus mengakui kekuatan Meksiko dalam laga perdana mereka di Grup F Piala Dunia 2018 Russia, Minggu (17/6/2018).   Timnas Jerman . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Puncak Arus Balik di Penyeberangan Terjadi Pada 19 dan 20 Juni 2018

Bisnisnews.id - Arus balik pemudik lebaran 2018 melalui sejumlah titik penyeberangan terjadi Minggu H+2 dan puncaknya pada Selasa (19/6/2018) dan Rabu, (20/6/2018). Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Imelda . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Senin, 18 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Arus Balik Mudik Lebaran Mulai Terjadi Pada H+3

Bisnisnews.id - Arus balik lebaran mulai terjadi malam ini atau H+2 dan Senin H+3. Kepadatan lalulintas diperkirakan terjadi di sepanjang ruas Tol Cipali hingga Cikampek menuju Jakarta. Customer & Employee Relations Manager . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Minggu, 17 Juni 2018
PENYEBERANGAN
KSOP Muara Angke Diperintahkan Perhatikan Kapasitas Angkut Kapal

Bisnisnews.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memerintahkan, Kepala Kantor Syahbandar dan otoritas pelabuhan (KSOP) Muara Angke memperhatikan kapal penumpag agar tidak melebihi kapasitas angkut (over). "Hari ini saya memastikan . . .
Selengkapnya

 

Nasional  -  Minggu, 17 Juni 2018
ANGKUTAN LEBARAN
Stasiun Senen Masih Dipadati Pemudik, Menhub Budi Berjongkok Saat Berdialog Dengan Penumpang

Bisnisnews.id - Stasiun Kereta Api Pasar Senen Jakarta Pusat sampai H+1 Lebaran 2018 masih dipadati para pemudik yang akan ke kampung halamannya. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang berkunjung ke stasiun itu langsung . . .
Selengkapnya