Minggu, 22 April 2018

Home Terbaru Terpopuler

Home/ Industri / Agrobisnis / Berita

SENGKETA DAGANG
Jumat, 23 Desember 2016 13:02 WIB

Indonesia Terbukti Hambat Ekspor, WTO Menangkan AS dan Selandia Baru 


Tim Ritchie, Kepala Asosiasi Industri Daging mengatakan pembatasan impor telah menyebabkan pasokan daging berkurang dan harga naik di Indonesia.

Bisnisnews.id - Selandia Baru dan Amerika Serikat telah memenangkan sengketa yang diajukan lewat Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait hambatan perdagangan yang dilakukan Indonesia dan menyebabkan runtuhnya ekspor daging sapi Selandia Baru ke Asia Tenggara.

WTO memenangkan 18 klaim yang diajukan oleh Selandia Baru dan Amerika Serikat sejak tahun 2013, mengenai hambatan non-tarif pertanian yang diberlakukan Indonesia sejak 2011. Hambatan ini meliputi produk hortikultura dan hewan, produk hewan dan larangan impor, penggunaan dan pembatasan penjualan, persyaratan lisensi ketat dan persyaratan pembelian dalam negeri. 

Indonesia, negara keempat terpadat di dunia, memperkenalkan impor pembatasan kuota daging sapi pada tahun 2011 sebagai bagian dari program mandiri produk pertanian. Hal ini menyebabkan penurunan ekspor daging sapi Selandia Baru ke Indonesia dari 48.823 ton senilai 185 juta dollar di tahun 2010 turun ke 10.206 ton senilai 48,8 juta dollar di tahun 2012. Hambatan ini mengakibatkan sektor daging sapi Selandia Baru kehilangan nilai perdagangan 1 miliar dollar dan merugikan eksportir apel, kentang dan bawang.

" Ini adalah keadilan perdagangan bagi seluruh eksportir pertanian, termasuk Selandia Baru. Contoh bahwa pemerintah berusaha proaktif melaksanakan haknya di perjanjian perdagangan untuk mengatasi hambatan non-tarif," kata Menteri Perdagangan Selandia Baru, Todd McClay.

" Sebagai hasilnya, kami telah melihat beberapa perbaikan peraturan yang mengimplementasikan keputusan WTO."

McClay juga mengatakan Selandia Baru memiliki kerjasama yang erat dengan Indonesia, jadi ia tidak melihat alasan mengapa keputusan WTO akan mengurangi ikatan antar mereka, "Bahkan teman dekat sesekali akan memiliki perbedaan pendapat, dan WTO membantu melindungi perbedaan kebijakan perdagangan dari hubungan bilateral yang lebih luas," katanya.

Sementara Michael Froman, Representatif Perdagangan AS, Kamis (22/12) mengatakan, " Laporan WTO akan menghilangkan pembatasan perdagangan produk pertanian Amerika, yang memungkinkan petani AS untuk menjual produk-produk berkualitas tinggi kepada pelanggan di Indonesia."

Seperti dilansir dari Scoop Business, Indonesia memiliki waktu sampai awal 2017 untuk mengajukan banding atas keputusan WTO. Jika tidak ada banding, laporan panel ini diharapkan secara resmi mengikat seluruh anggota WTO secara hukum pada Februari 2017, dan Indonesia wajib comply sesuai jangka waktu sewajarnya. (marloft/syam)


 

Industri  -  Sabtu, 21 April 2018
PESAWAT DELAY
Berikut Penjelasan Lion Group Soal Keterlambatan Puluhan Penerbangannya

Bisnisnews.id -   Puluhan penerbangan  Lion Air Group Sabtu (21/4/201) memgalami keterlambatan  (delayed) dari dan ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) . . .
Selengkapnya

 

Industri  -  Jumat, 20 April 2018
BOLA
Wenger Akhirnya Tinggalkan Kursi Kepelatihan Arsenal

Bisnisnews.id – Pelatih berkebangsaan Perancis Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karir panjangnya bersama Arsenal saat musim 2017/2018 resmi ditutup.   Sebelumnya para fans The Gunners memang sudah . . .
Selengkapnya

 

Metropolitan  -  Jumat, 20 April 2018
DESTINASI WISATA
Pelabuhan Heritage Sunda Kelapa Kini Menjadi Pangkalan Pasir

Bisnisnews.id -  Sunda Kelapa sebagai pelabuhan warisan budaya (heritage) yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan sebagai daerah kunjungan wisatawan banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisinya menjadi tidak terawat dan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
ASIAN GAMES
Delegasi China Taipei Apresiasi Kerja Keras INASGOC

Bisnisnews.id – National Olympic Committee (NOC) China Taipei melakukan kunjungan ke Indoensia selama lima hari terhitung dari tanggal 15-20 April. Hal tersebut guna melihat persiapan Kota Jakarta dan Palembang selaku tuan . . .
Selengkapnya

 

Arena  -  Jumat, 20 April 2018
MUNASLUB
KONI Tentukan Tuan Rumah PON 2024

Bisnisnews.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang di laksanakan pada tanggal 24-25 April 2018 di Hotek Bidakara, Jakarta.   Adapun . . .
Selengkapnya