Calon Taruna Poltekpel Malahayati Meninggal, Kepolisian Melakukan Pemeriksaan Mendalam
Rabu, 30 September 2026, 21:54 WIB
BISNISNEWS.id - Calon taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Banda Aceh, Muhammad Rasya Fadhillah meninggal dunia, pada Minggu (27/9/2026) setelah dilakukan perawatan intensif, di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.
Direktur Poltekpel Malahayati, Andi Fiardi di kantornya pada Selasa, 30 September 2026, menjelaskan, pihak Kepolisian, dalam hal ini Polres Banda Aceh, telah terlibat menangani kasus tersebut. Berdasarkan informasi awal, pemeriksaan sementara tidak ditemukan indikasi kekerasan.
Namun demikian, penentuan penyebab kematian secara medis, ungkap Andi, masih menunggu hasil pemeriksaan dan visum dari pihak yang berwenang, yang diperkirakan memerlukan waktu kurang lebih tujuh hari.
Berdasarkan informasi dan data yang saat ini dimiliki Poltekpel Malahayati, termasuk catatan tim medis Poltekpel Malahayati serta informasi dari RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, terdapat hal-hal medis yang masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian.
“Namun sekali lagi, demi objektivitas dan untuk menghormati proses pemeriksaan yang sedang berjalan, kami mengajak semua pihak untuk menunggu keseluruhan hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang,” kata Andi.
Lebih lanjut Andi menjelaskan, mendukung penuh upaya pihak berwenang dalam mengungkap penyebab kematian.
“Kami selalu siap memberikan keterangan maupun data yang diperlukan apabila diminta oleh pihak kepolisian,” ujar Andi.
Sejauh ini, Poltekpel Malahayati telah melakukan penelusuran internal, menelaah dokumen dan rekaman yang relevan, serta berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan kesiapan data dan keterangan yang diperlukan dalam proses pemeriksaan maupun penyelidikan.
Poltekpel Malahayati berkomitmen untuk bersikap terbuka, transparan, dan kooperatif, apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran disiplin maupun tindak kekerasan oleh pihak mana pun.
“Kami meminta agar seluruh pihak memberikan ruang bagi proses pemeriksaan medis dan penyelidikan untuk berjalan secara objektif. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan melalui saluran resmi berdasarkan informasi yang telah terverifikasi,” jelas Andi.
Lebih lanjut Andi menjelaskan bahwa Muhammad Rasya Fadhillah (18) Adalah calon taruna Prodi Sistem Kelistrikan Kapal (SKK) hasil seleksi penerimaan calon taruna program mandiri Tahun 2026 yang telah mengikuti kegiatan orientasi pembentukan karakter pada tanggal 4 sampai 14 September 2026.
Kegiatan orientasi tersebut meliputi materi pengenalan kampus, kuliah umum dari instansi pemerintah, serta kegiatan barisberbaris yang melibatkan 251 orang calon taruna.
Sejak tanggal 14 September 2026, Fadhillah telah mengikuti proses pembelajaran di kelas serta berbagai kegiatan rutin di kampus.
“Perlu kami tegaskan pula bahwa kegiatan orientasi tersebut tidak dirancang maupun dilaksanakan menjurus bentuk kekerasan apapun. Demikian pula, kegiatan rutin di kampus tidak melibatkan interaksi antara senior dan yunior sebagai upaya untuk mencegah potensi terjadinya bullying,” kata Andi.
Segenap jajaran Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Banda Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya calon taruna Muhammad Rasya Fadhillah pada Minggu, 27 September 2026, di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.
“Kami telah berupaya memberikan penanganan sesuai prosedur kepada Ananda sejak yang bersangkutan mengalami sakit pada Sabtu, 26 September 2026 dengan keluhan demam. Penanganan semula dilakukan oleh dokter dan tim medis di Poliklinik Poltekpel Malahayati muncul ruam/bitnik pada tubuh yang semakin bertambah. Dalam perkembangannya, karena kondisi ananda tidak juga membaik, yang bersangkutan kemudian dirujuk ke RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan pemeriksaan laboratorium dan penanganan lebih lanjut di IGD. Pada Minggu, 27 September 2026 pukul 16.14 kondisi ananda dilaporkan mengalami penurunan secara mendadak (drop) dan selanjutnya ananda dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit tersebut,” jelas Andi.(Syam)