Indonesia Maritime Transportation Cybersecurity Playbook Diluncurkan
Kamis, 24 September 2026, 09:34 WIB
BISNISNEWS.id - Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan siber di sektor transportasi laut nasional.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui peluncuran Indonesia Maritime Transportation Cybersecurity Playbook.
Peluncuran itu merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Table-top Exercise yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, bertempat di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (22/9/2016).
Kegiatan peluncuran ini dihadiri langsung oleh Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia, Fiona Ritchie, tim ISF Indo Pacific Cyber Programme, pakar siber dari University of Plymouth, serta perwakilan dari Kemenkopolkam dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan, yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Kenavigasian Hernadi Tri Cahyanto, menyampaikan bahwa transformasi digital di sektor transportasi laut telah memberikan efisiensi yang luar biasa, namun di saat yang sama membawa tantangan dan risiko serangan siber.
"Transformasi digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasional transportasi laut, mulai dari sistem navigasi, manajemen pelabuhan, logistik, hingga pertukaran data. Namun, ketergantungan yang tinggi pada teknologi digital ini juga meningkatkan risiko dan ancaman keamanan siber," ujarnya.
Hernadi menekankan bahwa serangan siber di sektor maritim tidak lagi sekadar gangguan sistem informasi, melainkan berpotensi mengganggu kelancaran rantai logistik, keselamatan pelayaran, hingga perekonomian nasional. Oleh karena itu, keamanan siber kini dipandang sebagai elemen vital dari keselamatan dan ketahanan transportasi laut nasional.
"Penyusunan dan peluncuran Indonesia Maritime Transportation Cybersecurity Playbook merupakan langkah strategis yang menjadi acuan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapan, merespons, serta melindungi data dan informasi dari berbagai ancaman siber," jelasnya.
Lebih lanjut, Hernadi menambahkan bahwa keberadaan Playbook ini harus diimbangi dengan pemahaman dan simulasi yang memadai. Pelaksanaan Table-top Exercise yang digelar sebagai rangkaian acara ini menjadi sarana penting untuk menguji kesiapan dan prosedur penanganan insiden siber secara nyata.
" Table-top Exercise ini bukan sekadar simulasi, tetapi kesempatan untuk menguji prosedur, mekanisme komunikasi, dan pengambilan keputusan ketika menghadapi insiden siber. Melalui latihan ini, kita dapat mengidentifikasi potensi kesenjangan serta memperjelas peran dan tanggung jawab masing-masing pihak agar koordinasi lintas sektor semakin solid," tegas Hernadi. (Mut)