Jumlah Pemudik Lebaran Tahun Ini Diperkirakan Mencapai 150 Juta Orang.
Rabu, 21 Januari 2026, 06:20 WIB
BISNISNEWS.id - Berdasarkan Mobil Monitoring Data (MPD) perjalanan orang pada libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), terjadi peningkatan 16,65 persen atau 110,43 juta orang melakukan perjalanan periode 18 Desember 2025 - 4 Januari 2026, dibandingkan periode yang sama 2024/2025 sekitar 94,67 juta orang.
Angka ini mencerminkan proyeksi kegiatan para pemudik yang akan terjadi pada angkutan lebaran 2026 mendatang, yang angkanya secara kumulatif naik tipis dari kegiatan Nataru.
Laporan data perjalan orang di akhir tahun itu disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Konisi V DPR RI, Selasa (20/1/2026).
Menhub Dudy menjelaskan, guna memastikan respons cepat terhadap dinamika lapangan, termasuk kondisi cuaca ekstrem, pemerintah mengoperasikan ratusan posko terpadu. Yakni,115 terminal tipe A, 62 terminal Tipe B, 471 stasiun KA, 257 bandara, 264 pelabuhan laut, 248 pelabuhan penyeberangan, 42 gerbang tol, dan 44 jalan arteri
“Kenaikan signifikan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pada periode libur panjang, sekaligus menjadi tantangan besar dalam menjaga kelancaran dan keselamatan transportasi,” kata Menhub.
Selama masa Nataru, pemerintah memberlakukan program diskon tarif angkutan umum di berbagai moda. Untuk penerbangan domestik, hasil pemantauan menunjukkan penurunan harga tiket pada periode puncak berada di kisaran 15–19 persen dibandingkan rata-rata harga sebelum diskon.
Bahkan pada beberapa rute penerbangan, harga dapat mencapai penurunan hingga 24 persen dibandingkan tarif sebelum diskon. Kebijakan ini dinilai efektif membantu masyarakat mengakses layanan transportasi udara dengan harga yang lebih terjangkau.
Di samping itu, program mudik gratis pada masa Nataru yang mencakup moda darat, laut, dan perkeretaapian juga dimanfaatkan oleh puluhan ribu masyarakat.
Capaian positif penyelenggaraan Nataru juga tercermin dari hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari Pustral UGM yang mencatat nilai 87,43 dengan kategori sangat puas. Hasil ini menunjukkan bahwa kebijakan dan langkah operasional pemerintah dirasakan langsung manfaatnya oleh pengguna jasa transportasi.
“Meski demikian sejumlah catatan evaluasi perlu ditingkatkan antara lain penguatan mitigasi cuaca ekstrem, peningkatan keselamatan di titik rawan kecelakaan, optimalisasi pelayanan di simpul transportasi,” tutur Menhub.
Kemudian Menhub Dudy menegaskan komitmen pemerintah untuk terus berbenah. Evaluasi dari DPR, masukan para stakeholder, serta pengalaman masyarakat selama Nataru menjadi bekal penting bagi Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi angkutan Lebaran dan libur panjang ke depan yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan. (Mut/Syam)