Kapal LCT Legenda Nusantara Muatan Bahan Kimia Terbakar Dua Awak Kapal Meninggal Dunia
Rabu, 02 September 2026, 16:23 WIB
BISNISNEWS.id - Kecelakaan kapal seperti arisan, terus terjadi dan bergantian. Kali ini menimpa kapal LCT Legenda Nusantara 699 yang mengalami kebakaran di Perairan Kabaena Selat Tiworo, Sulawesi Tenggara, pafa Selasa 1 September 2026.
Dalam peristiwa tersebut, dua dari total 13 awak kapal yang dievakuasi meninggal dunia. Yakni Mualim II dan Juru Minyak III.
Empat awak kapal dilaporkan menjalani perawatan intensif di RSUD dr. H. LMS Baharuddin, M.Kes., Kabupaten Muna, sementara tujuh awak kapal lainnya dalam kondisi selamat.
Berdasarkan laporan awal, kapal LCT Legenda Nusantara 699 dengan rute Jakarta–Morowali yang mengangkut alat berat dan muatan bahan kimia (chemical) mengalami guncangan akibat gelombang dari arah samping yang menyebabkan muatan bergeser.
Pergeseran muatan tersebut diduga mengakibatkan tanki IBC bermuatan chemical mengalami kebocoran.
Cairan yang bocor kemudian mengenai bagian kapal berbahan plat besi serta palet atau tangki lainnya sehingga menimbulkan asap pekat dan memicu nyala api.
Pasca kebakaran, kapal LCT Legenda Nusantara 699 dilaporkan dalam kondisi tenggelam, sementara itu, muatan chemical dilaporkan tumpah ke perairan.
Kepala Kantor UPP Kelas II Raha, Hamjan, menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Polres Muna, Pol Air Raha, Staf Operasi Basarnas Kendari, Wilker Tampo UPP Raha, serta instansi terkait setelah menerima informasi kejadian.
“Begitu menerima informasi kejadian, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengerahkan upaya untuk melakukan evakuasi terhadap seluruh awak kapal. Keselamatan dan penyelamatan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan ini,” ujar Hamjan.
Hamjan menambahkan, setelah proses evakuasi, pihaknya juga memastikan awak kapal yang membutuhkan pertolongan medis segera mendapatkan penanganan.
“Setelah seluruh awak kapal berhasil dievakuasi, kami memastikan para korban mendapatkan penanganan medis sesuai dengan kondisi masing-masing. Kami juga terus memantau perkembangan kondisi mereka,” lanjut Hamjan.
Pihak berwenang kini tengah mendalami penyebab pasti kematian kedua awak kapal (Mualim II dan Juru Minyak III) melalui pemeriksaan lanjutan dan pengumpulan keterangan.
Sementara itu, Hamjan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi sampai menunggu hasil resmi penyelidikan.
Saat ini, Ditjen Perhubungan Laut terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dan menangani dampak tumpahan chemical tersebut terhadap lingkungan laut, dengan tetap memprioritaskan keselamatan jiwa serta perlindungan lingkungan laut. (Syam)