KMP Virgo Transport 08 Segera Diangkat Dari Dasar Laut Masalembo, Tim Salvage Mulai Bergerak

Rabu, 23 September 2026, 16:35 WIB
KMP Virgo Transport 08 Segera Diangkat  Dari Dasar Laut Masalembo, Tim Salvage Mulai Bergerak
Ilustrasi foto: Menhub Dudy, saat memberikan keterangan pers pada awak media di Banjarmasin, terkait hasil evakuasi tenggelamnya KMP Virgo Transport 08 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026) ..

BISNISNEWS.id -  KMP Virgo Transport 08 yang tenggelam di perairan laut jawa seputar Masalembo  pada Senin ( 13/9/2026) sekitar pukul 01 dini hari, yang diduga menewaskan ratusan penumpangnya  akan segera dilambungkan ke pernukaan air.

Tim penyelam profesional (commercial diver) untuk mengangkat benda-benda di dasar laut atau salvage telah melakukan pendeteksian ke lokasi  sebelum dilakukan penyelaman.

Proses pengangkatan KMP Virgo Transport 08 dilakukan dengan super hati-hati, bersama instansi terkait, mengingat lambung kapal yang kini ada didasar laut, selain berisi beragam barang bawaan, bus dan truk, juga ratusan penumpang yang terjebak di dalamnya.

Dimulai dari melambungkan kapal dari dasar laut ke pernukaan dengan menggunakan balon,  selanjutnya, setelah kapal ada dipermukaan air, kapal tersebut digulingkan kembali dengan cara diitarik sehingga posisinya kembali seperti semula.

Setelah posisi kapal sudah kembali normal, barulah dilakukan proses penarikan ke pelabuhan terdekat atau dikandaskan, untuk  selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan pencarian para penumpang yang terjebak di dalam ruang-ruang kapal untuk dilakukan evakuasi.

Menteri Perhubungan Dudy purwagandhi mengakui kegiatan
pengangkatan itu, bahkan dikatakan Tim Salvage yang berkolaborasi dengan commercial diver luar negeri.

Selain memerlukan teknologi super canggih,  kondisi perairan Masalembo juga cukup dalam. " Kita punya penyelam profesional, tapi tidak cukup hanya itu, karena perairannya sangat dalam, perlu dipelajari, disurvei untuk mengetahui posisi kapal," kata Menhub Dudy.

Kapal feri jenis roll-on/roll-off (roro) berbobot sebesar 8.540 Gross Tonnage (GT), yang diproduksi tahun 1987 atau sudah mendekati 40 tahun itu beroperasi kembali di Indonesia pada Juli 2026 dengan komposisi panjang badan kapal 119 meter dan lebar 21,01 meter.

Kapal berbendera Indonesia yang berasal dari Jepang tercatat, registrasi  IMO nomor IMO  8625179, saat kecelakaan itu terjadi kapal tersebut sedang dalam pelayaran d3ngan kecepatan berdasarkan data AIS  5,9 knot.

Kata Menhub Dudy, setelah kapal berhasil diapungkan dan dikembalikan seperti semula, diae4ahkan sepenuhbta kepada Tim  BASARNAS  dan Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT melakukan penyelidikan, untuk mencari tahu penyebab tergulingnya kapal dan tenggelam

Sedangkan biaya pengangkatan kapal berdasarkan perubahan ketiga  Undang-Undang nomor 66 tahun 2025 tentang Pelayaran, sebagaimana diamanahkan Undang Undang Nomor 17  tahun  2028 pasal  66 ayat 3, seluruh biaya pengangkatan bangkai kapal menjadi tanggungjawab penuh  operator pelayaran (pemilik)

" Biaya oengangkatan kapal, menjadi tanggungjawab pemikik atau operator , kan kapal juga ada asuransinya," tegas Menhub Dudy.

Kebetulan, ungkap Menhub Dudy, KMP  Virgo Transport 08 tenggelam ke dasar laut di seputar alir layar. Bangkai kapal harus segera diangkat, karena itu alur layar yang cukup padat.

" Alur layar harus aman, " tegasnya.

Dari sisi KNKT, ungkap Menhub Dudy, nanti bisa dibuktikan, apakah muatan sudah sesuai dengan prosedur keselamatan, seperti yang telah disampaikan. Misalnya semua kendaraan yang masuk dilasing atau diikat rodanya," ungkap Menhub Dudy.

Berdasarkan data  manifes,  seperti disampaikan Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto,
dari total  243 penumpang, baru 114 orang   ditemukan.

Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan enam  orang meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Ada dugaan, para penumpang yang belum juga ditemukan, masih terjebak di dalam lambung kapal. Karena saat kecelakaan itu terjadi, kemungkinan para penumpang tengah lelap tidur, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.

Selain itu, proses tenggelamnya kapal sangat cepat, dimulai saat  kapal miring, karena dihantam ombak. Muatan, berupa truk logistik ikut bergeser dan miring, sehingga menambah cepatnya kapal terbalik. Bahkan  ada informasi kapal mengalami mati mesin.

Dari 114 orang yang telah ditemukan, sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, terdiri atas 85 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia. 

Sebanyak 22 korban selamat yang sebelumnya berada di KM Cahaya Bahari telah dievakuasi menggunakan KRI Nala-363 dan tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Untuk mendukung upaya pencarian, Ditjen Perhubungan Laut telah menerbitkan dan menyiarkan Notice to Mariners (NTM) kepada kapal-kapal yang berlayar di sekitar wilayah operasi. 

Melalui pemberitahuan tersebut, kapal yang berada atau melintas di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan dan turut membantu melakukan penyisiran. 

Apabila menemukan korban atau informasi terkait, kapal diminta segera melaporkannya kepada KSOP, Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai (SROP), atau pihak terkait lainnya. (Syam)

Populer Nasional

Berita Nasional

Polri Terus Perkuat Proses Identifikasi Korban KMDVI Virgo Transport 8

22/09/2026, 22:41 WIB

BISNISNEWS.id - Polri melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) terus memperkuat proses identifikasi korban KM Virgo Transport