Ledakan Arus Balik Dari Jawa ke Bali dan Sumatera ke Jawa Bakal Terjadi di 28 dan 29 Maret, ASDP Lakukan Ini....
Kamis, 26 Maret 2026, 17:24 WIB
Akan terjadi lonjakan tajap dua arus balik dari Jawa ke Bali, Lombok ke Bali pada 28 dan 29 Ma4et 2026, yang jumkahnya jauh lebuh besar dari tahap satu 24 dan 25 Maret 2026. Ledakan arus balik pada periode yang sama juga terjadi di lintasan Bakauheni - Merak. Pada periode arus balik 22–25 Maret 2026, sebanyak 47.945 unit kendaraan telah kembali ke Bali, setara 29 persen dari total kendaraan yang sebelumnya menyeberang ke Jawa. Sementara itu, sekitar 71 persen atau 117.367 unit kendaraan masih belum melakukan perjalanan balik.
BISNISNEWS.id - Pergerakan arus balik mudik libur panjang Idulfitri 1447 H/2026 dari Jawa ke Bali pada tahap pertama 24 dan 25 Maret 2026 berjalan lancar. Demkian juga pergerakan arus balik dari Lombok Nusa Tenggara Barat menuju Bali melalui penyeberangan Padang - Bai.
Puncak arus balik di kedua lintasan itu akan terjadi pada 28 dan 29 Maret 2026, yang diprediksi bakal terjadi lonjakan cukup tinggi, karena pemudik yang masih bertahan di Jawa maupun NTB sekitar 60 persen.
Artinya, 60 persen pemudik dari Jawa maupun Lombok NTB bakal memadati pelabuhan di kedua lintasan. Kendati demikian, nampaknya PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sudah melakukan sejumlah persiapan mengantisipasi terjadinya penumpukan yang berdampak kepada antrian panjang, terutama di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Prediksi bakal melonjaknya penumpang arus balik juga terjadi di lintasan Bakauheni - Merak, sekitar 60 persen pemudik dari Sumatera akan menyeberang balik nke Jawa pada 28 dan 29 Maret 2026.
Pada periode arus balik 22–25 Maret 2026, sebanyak 47.945 unit kendaraan telah kembali ke Bali, setara 29 persen dari total kendaraan yang sebelumnya menyeberang ke Jawa.
Sementara itu, sekitar 71 persen atau 117.367 unit kendaraan masih belum melakukan perjalanan balik. Angka ini menegaskan bahwa arus balik berlangsung bertahap, memberi ruang bagi sistem layanan tetap bekerja optimal tanpa tekanan berlebih.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menyampaikan, kondisi ini tidak terlepas dari kesiapan operasional yang diperkuat sejak awal masa Angkutan Lebaran.
Distribusi kendaraan yang tidak terkonsentrasi pada satu waktu menjadi kunci menjaga kelancaran di pelabuhan.
" Kami memastikan layanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap optimal dalam mengantisipasi arus balik. Pergerakan yang bertahap ini membantu menjaga ritme operasional tetap stabil,” ujarnya.
Di lapangan, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa pengaturan kendaraan masuk pelabuhan dilakukan secara disiplin dengan dukungan buffer zone serta penguatan manajemen lalu lintas.
“Seluruh skema operasional dijalankan adaptif, termasuk optimalisasi buffer zone agar arus kendaraan tetap mengalir tanpa penumpukan,” jelasnya.
Imbauan ini sejalan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang turut mendorong masyarakat, khususnya di Jawa Timur dan sekitarnya, untuk bijak menentukan waktu perjalanan. Momentum Lebaran Ketupat yang menjadi tradisi di kawasan Tapal Kuda dan Madura diperkirakan akan meningkatkan mobilitas secara signifikan.
Motor Tumbuh 24 Persen
Kinerja layanan di Ketapang juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Posko pada 25 Maret 2026 (H+3), tercatat 223 trip kapal melayani lintasan Jawa–Bali. Jumlah penumpang mencapai 44.898 orang, meningkat 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan signifikan terlihat pada kendaraan roda dua yang mencapai 8.691 unit atau tumbuh 24,1 persen.
Kendaraan logistik berupa truk juga naik menjadi 921 unit atau meningkat 18,7 persen. Sementara itu, kendaraan roda empat tercatat 4.644 unit dan bus sebanyak 302 unit. Secara total, kendaraan yang menyeberang mencapai 14.558 unit, naik 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+3, total penumpang mencapai 375.617 orang atau naik 0,8 persen, dengan total kendaraan sebanyak 91.919 unit atau meningkat 5,5 persen.
Tren ini memperlihatkan arus balik yang terus bergerak dinamis, namun tetap dalam kendali melalui penguatan kapasitas layanan dan koordinasi lintas stakeholder. (Mut/Syam)