Soal Keselamatan, Menhub Tegaskan : Tidak Perlu Komitmen, Tapi Aksi Nyata Tanpa Batas
Selasa, 06 Oktober 2026, 15:19 WIB
BISNISNEWS.id - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memaparkan sejumlah langkah serius untuk meningkatkan keselamatan transportasi.
Ia berkomitmen keselamatan harus terus menjadi perhatian utama dalam setiap moda transportasi. Disosialisasikan setiap saat, setiap waktu tanpa henti dan tanpa batas waktu.
Karena itu, tegasnya, dirinya tidak membutuhkan komitmen dalam wujud narasi, karena yang paling mendesak adalah aksi nyata, laksanakan apa yang menjadi tugasnya masing-masing di lapangan sesuai prosedur .
Ditegaskan, buat apa sibuk membuat komitmen, karena yang sudah disumpah menggunakan kitab suci saja, masih banyak yang melanggar. Akan jauh lebih baik fan bermanfaat melakukan aksi nyata
Ungkapan tegas yang kembali diulang Menhub Dudy kepada seluruh jajarannya saat berlangsungnya diskusi dengan awak media pada Jumat malam, 2 Oktober 2026, yang digelar Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Bandung.
“Dalam menjaga keselamatan transportasi, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus memperkuat aturan dan standar keselamatan. Pemeriksaan di lapangan, pengawasan terhadap operator hingga penindakan terhadap pelanggaran terus ditingkatkan. Dengan demikian, seluruh penyelenggara transportasi dapat bekerja dengan standar yang jelas dan terukur,” papar Menhub Dudy.
Menhub mengaku, saat ini tengah disusun sebuah formulasi aturan pengelolaan transportasi, khususnya transportasi publik bagi para operator.
Aturan tersebut memuat kewajiban asesmen bagi pengelola transportasi publik, baik di tingkat direksi maupun komisaris.
Ia mengambil contoh pada lembaga keuangan, di mana telah diberlakukan asesmen bagi direksi dan komisaris yang memegang kendali atau pengawasan pada sektor keuangan.
“Kami melihat bahwa sektor transportasi khususnya transportasi publik di mana kita bertanggaung jawab terhadap masyarakat yang menggunakan, kita ingin memastikan bahwa penyelenggara atau perusahaan itu memahami, serta mengerti aspek keselamatan,” ujar Menhub Dudy.
Untuk memperkuat keselamatan khususnya pada transportasi laut, aturan terhadap angkutan barang khususnya barang berat kini telah diperketat.
Menhub Dudy telah meminta operator kapal seperti PT Pelni, PT Pelindo, dan PT ASDP Indonesia Ferry lebih ketat lagi terhadap angkutan kendaraan barang khususnya barang berat.
Bagi angkutan penyeberangan, angkutan penumpang mulai dipisahkan dengan angkutan barang untuk menjaga keamanan dan keselamatan penyeberangan.
Penerapan aturan ini juga merupakan bagian dari kampanye zero over dimension over load (ODOL) 2027.
“Kami sudah minta pemisahan ini diterapkan, seperti di Pelabuhan Ketapang. Kita harus mengedukasi beberapa pihak supaya bisa memahami bahwa pemisahan di pelabuhan penyeberangan itu demi keselamatan,” ucap Menhub Dudy.
Memasuki musim penghujan, Menhub Dudy mengingatkan bahwa tantangan keselamatan transportasi semakin besar, dengan risiko kecelakaan dan bencana alam yang semakin tinggi.
Untuk itu, Menhub telah mengingatkan kepada seluruh pejabat Kementerian Perhubungan, mulai dari Eselon I hingga Eselon IV serta jenjang paling bawah agar lebih waspada menghadapi musim penghujan.
Dengan aturan jelas dan praktek tegas di lapangan, Menhub berharap keselamatan transportasi akan menjadi budaya yang dijaga bersama.
Menhub Dudy juga menyatakan keselamatan merupakan bagian dari kampanye yang harus disampaikan secara berulang dan berkelanjutan kepada seluruh insan transportasi, baik di lingkungan Kementerian Perhubungan maupun seluruh stakeholder transportasi. Ia juga terus mengingatkan agar tidak boleh lengah pada setiap hal yang terkait keselamatan, sebab keselamatan adalah untuk kepentingan bersama.
“Satu nyawa itu terlalu banyak untuk kita korbankan apabila kita tidak memperhatikan atau mempedulikan soal keselamatan. Keselamatan bukan sekadar jargon, bukan sekadar sesuatu di atas kertas, atau bukan administrasi. Tapi harus sudah menjadi budaya dan jika saya secara pribadi menjadikan ini sebuah harga diri, bahwa keselamatan itu harga diri sebagai insan transportasi. Kalau sudah bicara harga diri adalah sesuatu yang tidak bisa kita tawar,” ungkap Menhub.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono, Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Muhammad Risal Wasal dan Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan.(Syam)