Survei Jelang Mudik Nataru, Baketrans Sasar 50 Ribu Responden di 38 Provinsi
Selasa, 14 Oktober 2025, 14:43 WIB
BISNISNEWS.id - Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kementerian Perhubungan melaksanakan Survei Prakiraan Pergerakan Masyarakat, jelang hajatan besar liburan panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru 2025/2026).
Survei yang berlangsung 13 - 22 Oktober 2025 tersebut akan menyasar 50 ribu responden dari 38 provinsi di seluruh Indonesia, menjadi dasar membuat kebijakan yang berbasis data.
Baketrans juga telah menyiapkan tautan resmi yang dapat diikuti masyarakat, yakni https://lnk.dephub.go.id/Nataru2025-Kemenhub.
Pengumpulan data dilakukan secara daring bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui platform FASIH, serta didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui SMS Blast, media sosial, dan laman resmi Kementerian Perhubungan.
Sekretaris Badan Kebijakan Transportasi, Rizal, menjelaskan bahwa survei ini bertujuan untuk mengetahui rencana perjalanan masyarakat selama libur Nataru, termasuk moda transportasi yang digunakan, waktu keberangkatan, serta perkiraan hari puncak mobilitas.
“Hasil survei ini akan menjadi masukan penting bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyiapkan rencana operasi angkutan, pengaturan lalu lintas, serta kesiapan sarana dan prasarana transportasi di lapangan,” ujar Rizal.
Kuesioner survei mencakup berbagai aspek, mulai dari tujuan perjalanan, asal-tujuan, moda pilihan, waktu keberangkatan dan kepulangan, hingga perkiraan biaya perjalanan.
Dari hasil analisis nantinya, Baketrans akan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai prakiraan jumlah pergerakan masyarakat, pola mobilitas antarwilayah, serta faktor-faktor yang memengaruhi minat perjalanan masyarakat.
Rizal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan survei ini.
“Kami sangat berharap dukungan dan peran aktif seluruh unit kerja, mitra, dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Semakin banyak masyarakat yang berperan aktif, semakin akurat hasil surveinya, untuk meningkatkan kualitas kebijakan yang dapat kami rumuskan untuk mendukung kelancaran transportasi nasional,” ujarnya.(Syam)