Urai Kepadatan Lalin di Tol Trans Jawa, JTT Perlus One Way Lokal ke Tol Japek
Jumat, 27 Maret 2026, 13:18 WIB
Urai kepadatan kendaraan arus balik libur Idul Fitri 1447 di ruas tol Trans Jawa, dioptimalkannya Gerbang Tol Utama Jakarta -.Cikampek yang mengoperasikan 22 gardu. Penerapan one way lokal secara bertahap dari KM 132 Ruas Jalan Tol Cikopo–Palimanan hingga KM 70 GT Cikampek Utama Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek pada pukul 08.47 WIB. Selanjutnya pukul 10.23 WIB one way lokal diperluas ke KM 263 Ruas Jalan Tol Pejagan–Pemalang hingga KM 70 GT Cikampek Utama Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek.
BISNISNEWS.id - Urai kepadatan kendaraan pada puncak arus balik pemudik Idulfitri 1447 H/2026 di ruas tol Trans Jawa, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) optimalkan pelayanan Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama sebagai titik krusial arus balik sekaligus mendukung pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way lokal secara bertahap
Puncak lonjakan arus balik terjadi diprediksi terjadi selama dua hari, yakni 28 -29 Maret 2026
Rekayasa lalu lintas one way lokal diberlakukan secara bertahap dimulai dari KM 132 Ruas Jalan Tol Cikopo–Palimanan hingga KM 70 GT Cikampek Utama Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek pada pukul 08.47 WIB.
Selanjutnya, pada pukul 10.23 WIB rekayasa lalu lintas one way lokal presisi diperluas dari KM 263 Ruas Jalan Tol Pejagan–Pemalang hingga KM 70 GT Cikampek Utama Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek.
Pemberlakuan ini secara resmi dibuka oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, melalui komunikasi radio sebagai bagian dari koordinasi pengendalian lalu lintas di lapangan.
Rekayasa lalu lintas tersebut bersifat situasional sesuai diskresi Kepolisian dan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
Sebagai bentuk optimalisasi pelayanan, GT Cikampek Utama sebagai barrier terakhir yang menerima kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa saat ini mengoperasikan sebanyak 22 gardu untuk melayani arus kendaraan menuju arah Jakarta.
JTT juga akan terus melakukan penyesuaian pengoperasian gardu secara situasional, termasuk peningkatan kapasitas hingga 26 gardu guna mengantisipasi lonjakan volume lalu lintas.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa JTT telah mengoptimalkan seluruh sumber daya operasional guna mendukung kelancaran pemberlakuan rekayasa lalu lintas tersebut.
“JTT mendukung penuh kebijakan rekayasa lalu lintas yang ditetapkan oleh Kepolisian guna memastikan arus kendaraan tetap bergerak lancar dan terkendali. Seiring dengan peningkatan volume lalu lintas pada periode arus balik, kami juga memastikan layanan di lapangan tetap optimal sehingga pengguna jalan dapat merasakan perjalanan yang aman dan nyaman,” ujar Ria.
JTT memastikan kesiapan operasional melalui optimalisasi petugas di lapangan, pengoperasian gardu tol secara maksimal, serta penambahan dukungan layanan transaksi untuk mempercepat pelayanan di gerbang tol. Pemantauan kondisi lalu lintas juga dilakukan secara real time melalui CCTV yang terintegrasi dengan pusat pengendalian informasi.
JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol Trans Jawa untuk dapat mengantisipasi rute perjalanan sejak dini, memastikan kondisi kendaraan maupun pengemudi dalam keadaan prima, serta mempersiapkan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. (Mut/Syam)