Apa Beda Mati Karena Corona dan Kecelakaan di Jalan Raya ?
Minggu, 08 Maret 2020, 07:58 WIB
BisnisNews.id -- Kecemasan dan ketakutan kita, masyarakat Indonesia pada virus Corona (Civid-19) itu jauh mencemaskan dan lebih menakutkan daripada virus Coronanya itu sendiri. Karenanya justru bisa berujung pada kelumpuhan ekonominya.
Aneh memang bangsa dan pemimpin bangsa ini. D sisi lain, rata-rata 70-80 orang meninggal dunia di jalan raya setiap hari karena kecelakaan lalu lintas biasa saja. Kasus tersebut sudah lama terjadi seolah tiada masalah apa-apa.
"Mereka termasuk para pemimpon tidak ribut, tidak cemas, dan tidak takut. Tapi virus Corona yang baru menjangkit saja ribut," kritik akademisi Teknik Sipil Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno di Jakarta.
Maaf, lanjut dia, hingga sekarang belum ada satupun pejabat Pemerintah, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Indonesia peduli itu kasus kecelakaan di jalan raya itu.
"Padahal, korban yang ditimbulkan sangat besar di jaan raya. Korban bergelimpangan di jalan raya. Apakah beda ya cara meninggalnya, di jalan raya dengan suspect Covid-19," tanya Djoko saat dikonfirmasi BisnisNews.di.
Atau, tanya Djoko, kalau orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas dianggap sudah takdir ? Implikasinya, karena sudah surat, sehingga orang atau Pemerintah tak perlu berbuat sesuatu ?
"Sementara yang meninggal akibat virus Corona mati pelan tapi pasti, sehingga harus dicegah dan dihindari bersama," sebut Djoko lagi.
Enjoy Jajan di Kaki 5
Pendapat hampir sama disampaikan aktivis peduli keselamatan transportasi @Dharma Wijaya. "Ingat tidak, kalau kita suka makan di pedagang kaki 5 (PKL) atau emperan toko. Apakah kita takut ? Padahal proses cucinya tidak bersih, ada debu, tapi tidak takut TBC," kata dia.
"Padahal, pembeli bahkan pedagangnya juga penderita TBC, ada pula yang batuk-batuk atau bersin dan tidak pernah takur," sebut Dharma lagi.
Di tempat lain, aku Dharma, sering terlihat pengemudi menyerobot lampu merah, melawan arus buat contra flow sendiri. Kemudian ngebut, tak pakai helm. "Tapi msyarakat bahkan Pemerintah cenderung masa bodoh. Mengapa sekarang pada takut dengan virus Covid-19," tanya dia diplomatis.(helmi)