DAMRI Optimalkan Layanan Antar Lintas Negara, Sasar Pekerja Migran Indonesia
Sabtu, 07 Maret 2026, 13:58 WIB
BISNISNEWS.id - DAMRI akan optimalkan pelayanan angkutan antar lintas negara, seperti Malaysia, Brunai Darussalam dan Papua Nugini.
Pada periode angkutan Lebaran 1447 H/2026, pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia akan kembali ke tanah air melalui jalur darat, melalui Kuching, Sarawak, Malaysia.
DAMRI memproyeksikan penumpang PMI dari Malaysia melalui Kuching meningkat 10 persen dari kondisi normal.
Senior Vice President Komersial dan Pengembangan Damri Agus Hari Survijanto mengatakan, total armada yang dioperasikan melayani rute Pontianak - Malaysia sebanyak 17 unit.
Dalam memperlancar arus penumpang dari Indonesia ke Malaysia atau sebaliknya, DAMRI bekerjasama dengan perusahaan angkutan dari Malaysia dengan skema resiprokal, sehingga para pengusaha angkutan dari dua negara sama-sama diuntungkan.
Artinya, ungkap Agus, penumpang DAMRI dari Pontianak kalimantan Barat yang akan ke Malaysia, turun di
Entikong, sebagai border control dua negara Malaysia - Indonesia.
Dari border control ini, penumpang DAMRI dari Pontianak melanjutkan perjalanan masuk ke Malaysia via Sarawak menggunakan bus milik pengusaha angkutan Malaysia.
" Kita kerjasama, agar semua berjalan lancar, sesuai perjanjian," jelasnya.
Terkait data jumlah penumpang dari Malaysia ke Pontianak, Agus mengatakan, datanya belum valid. " Kami hanya memantau perkembangan penumpang jelang Lebaran ada peningkatan," jelasnya.
Pada sisi lain Agus mengatakan, selain optimalisasi pelayanan penumpang dari Pontianak Kalimantan Barat ke Malaysia, juga akan dibuka rute ke Papua Nugini di Papua dan Brunai Darussalam.
DAMRI tengah menyiapkan armadanya untuk melayani penumpang ke Papua Nugi, setidaknya, ungkap Agus, layanan bus DAMRI sampai di perbatasan.
Diantaranya, Pos Lintas Batas Negara (PLBPos Lintas Batas Negara/PLBN Terpadu Sota di Merauke,) Papua Selatan.
Perbatasan ini juga memiliki beberapa landmark, seperti Monumen 0 KM Merauke -Sabang dan Patung Soekarno.
Selain itu, ada juga pasar perbatasan yang menjadi tempat transaksi jual-beli antara masyarakat Indonesia dan Papua Nugini.
Seperti diketahui, dari tiga negara tetangga (Malaysia, Brunai Darussalam dan Papua Nugini) pekerja migran Indonesia (PMI) paling banyak di Malaysia.
PMI di negeri jiran tersebut didominasi sektor rumah tangga, perkebunan, manufaktur, dan konstruksi.
Data terakhir, menyebutkan PMI
di Malaysia cukup besar, yaitu sekitar 1,29 juta orang. Jumlah itu kemungkinan bertambah, karena banyak TKI yang datang ke Malaysia untuk bekerja secara non-prosedural, sehingga tidak tercatat dalam data resmi. (Syam)