Pemkot di Sulawesi Minim SDM Kompeten di Sektor Transportasi
Selasa, 21 April 2026, 15:21 WIB
BISNISNEWS.id - Pemerintah daerah di Sulawesi kesulitan melakukan pengembangan tansportasi perkotaan, karena minimnya Sumber Daya Manusia (SDM), sementara kemacetan yang didominasi kendaraan pribadi tida bisa dihindari.
Yakni, Pemkot Kendari, Pemkot Makassar, Pemkab Banggai, Pemkab Kolaka Timur, Pemkab Buton Tengah, Pemkab Konawe Selatan dan Pemkab Muna.
Kemacetan dan permasalahan integrasi antar moda berdampak buruk terhadap polusi udara fan tingginya biaya logistik
Solusi utama yang bisa dilakukan adalah menyiapkan infrastruktur dan angkutan umum, untuk menekan kendaraan pribadi.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Suharto menyampaikan bahwa pengembangan moda transportasi itu harus diikuti dengan SDM yang kompeten.
Dijelaskan, pada tahun 2018 pernah melakukan survei kepada pemerintahan Daerah, dan didapatkan bahwa pejabat-pejabat yang mengurusi transportasi di fungsi perhubungan jumlahnya sangat minim hanya 8,18 persen dari kebutuhan yang seharusnya.
“Itulah cikal bakal kenapa kami menyelenggarakan sekolah-sekolah Pola Pembibitan," kata Suharto, saat menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan tujuh pemerintah daerah, terkait pengembangan transportasi perkotaan, beberapa waktu lalu di kampus Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar pada Sabtu (18/4/2026).
Karena itu, ungkapnya, kalau tidak berasal dari putra-putri daerah, itu ada kecenderungan untuk mengundurkan diri, izin untuk mutasi ke tempat lain yang dirasakan itu lebih menguntungkan secara individu-individu dari pegawai bersangkutan.
" Kami menyadari hal tersebut dan pola itu akhirnya kami ubah di tahun 2018, bahwa pada nantinya yang bisa membangun dengan hati untuk permasalahan-permasalahan di daerah, adalah putra-putri daerah itu sendiri. Oleh karena itu, putra-putri daerah memang harus kami bekali supaya memiliki persepsi, loyalitas dan dedikasi yang sama dengan apa yang kita harapkan untuk membangun transportasi.” Tambahnya.
Suharto menyampaikan bahwa pemerintah sangat memperhatikan pembangunan Infrastruktur tidak terkecuali Transportasi, dimana hal ini sudah dirasakan dan dinikmati bersama-sama oleh masyarakat. Baik itu di tingkat Pusat, maupun Daerah.
“Namun tetap ada permasalahan yang akan selalu muncul dan nantinya akan terus membesar adalah terkait dengan kemacetan, permasalahan Integrasi antar moda, permasalahan terkait dengan tingginya biaya transportasi dan logistik, dan dampak lainnya seperti polusi udara. Sehingga ini harus diimbangi dengan SDM yang kompeten untuk mengurusi dan meminimalkan permasalahan-permasalahan transportasi yang terjadi.” Ungkapnya.
(Valen)