Detik-Detik Diskon Tarif Tol Arus Kendaraan ke Timur Trans Jawa Naik 24 Persen
Minggu, 15 Maret 2026, 14:28 WIB
BISNISNEWS.id - Volume kendaraan menuju ke arah Timur mengalami peningkatan jelang pemberlakuan diskon tarif tol 30 persen di sejumlah ruas Trans Jawa periode 15 - 16 Maret 2026.
Potongan itu diberikan bagi pengendara yang melakukan perjalanan menerus dari GT Cikampek Utama menuju GT Kalikangkung.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat sebanyak 108.140 kendaraan melintas menuju arah Timur melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama pada periode H-10 hingga H-8 (11–13 Maret 2026), atau meningkat 24,17 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 87.087 kendaraan.
Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo menyampaikan, “Saat ini, jumlah gardu operasi yang melayani transaksi di GT Cikampek Utama sebanyak 30 gardu, yang terdiri dari 19 gardu menuju arah Trans Jawa dan 11 gardu menuju arah Jakarta.
Pengoperasian gardu tersebut dioptimalkan secara situasional menyesuaikan dengan volume lalu lintas yang terjadi guna menjaga kelancaran transaksi kendaraan di gerbang tol.
Ria menambahkan bahwa hingga saat ini belum diberlakukan rekayasa lalu lintas di Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek, dan kondisi lalu lintas di GT Cikampek Utama masih terpantau aman dan terkendali.
Seiring dengan peningkatan mobilitas tersebut, Jasa Marga Group memberlakukan program potongan tarif tol di sejumlah ruas Trans Jawa untuk memberikan perjalanan yang lebih hemat bagi pengguna jalan.
“Khusus pada ruas Batang–Semarang yang dikelola PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), pengguna jalan juga memperoleh tambahan potongan tarif sehingga total potongan tarif tol yang diterima dapat mencapai sekitar 46 persen . Selain itu, JSB juga telah lebih dahulu memberlakukan potongan tarif tol sekitar 23 persen untuk seluruh transaksi di Ruas Batang–Semarang yang berlaku sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026,” jelas Ria.
Sementara itu, untuk kendaraan dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 83.517 kendaraan, meningkat 4,00 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 80.301 kendaraan.
Peningkatan volume kendaraan juga terlihat di sejumlah ruas tol yang dikelola JTT Group di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Wilayah Jawa Tengah
a. GT Kalikangkung
Kendaraan menuju Semarang tercatat 57.528 kendaraan (naik 13,89% dari normal 50.511 kendaraan). Sementara kendaraan meninggalkan Semarang tercatat 45.510 kendaraan (naik 3,20 persen dari normal 44.099 kendaraan).
b. GT Banyumanik
Arus menuju Solo tercatat 73.023 kendaraan (naik 9,04 persen dari normal 66.971 kendaraan). Sementara arah Jakarta mencapai 54.184 kendaraan (naik 6,23 persen dari normal 51.006 kendaraan).
Wilayah Jawa Timur
a. GT Warugunung
Kendaraan menuju Surabaya tercatat 63.975 kendaraan (naik 8,40 persen dari normal 59.019 kendaraan), sementara arah Jakarta mencapai 61.429 kendaraan (naik 7,85 persen dari normal 56.959 kendaraan).
b. GT Kejapanan Utama
Sebanyak 64.166 kendaraan menuju Malang (turun 3,99 persen dari normal 66.835 kendaraan), dan 67.378 kendaraan menuju Surabaya (turun 4,12 persen dari normal 70.272 kendaraan).
c. GT Singosari
Kendaraan menuju Malang tercatat 37.153 kendaraan (turun 2,72% dari normal 38.191 kendaraan), sementara arah Surabaya mencapai 34.599 kendaraan (naik 2,19 persen dari normal 33.857 kendaraan).
Semwntara itu vokume kendaraan yang melintas di Jalan Layang MBZ terus meningkat sejak H-8. PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat sebanyak 39.085 kendaraan melintas meninggalkan Jakarta.
Jumlah tersebut meningkat 25,84 persen dibandingkan lalu lintas normal yang tercatat sebanyak 31.060 kendaraan.
Selain peningkatan kendaraan yang meninggalkan Jakarta, volume lalu lintas pada arah menuju Jakarta juga mengalami peningkatan. Tercatat sebanyak 28.669 kendaraan melintas pada arah tersebut, meningkat 18,58 persen dibandingkan lalu lintas normal sebesar 24.177 kendaraan.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang melintas di Ruas Jalan Layang MBZ pada kedua arah mencapai 67.754 kendaraan. Peningkatan volume lalu lintas ini menunjukkan mulai meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang periode arus mudik Lebaran tahun ini. (Mut/Syam)