INSA Prihatin atas Kecelakaan Kapal, Carmelita: Keselamatan Tanggung Jawab Bersama
Sabtu, 22 Agustus 2026, 06:59 WIB
BISNISNEWS.id - Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto menyampaikan keprihatinan atas sejumlah kecelakaan kapal yang terjadi dalam beberapa kurun waktu terakhir.
Ditegaskan, setiap kecelakaan kapal merupakan keprihatinan bersama karena menyangkut keselamatan nyawa awak dan penumpang kapal.
Carmelita menuturkan, INSA mendukung penuh langkah pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan untuk terus meningkatkan dan memperkuat aspek keselamatan pelayaran nasional.
Keselamatan dan keamanan pelayaran, ungkapnya merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Baik itu regulator, operator kapal, operator pelabuhan, serta seluruh pengguna jasa transportasi laut.
Karena itu, lanjutnya, setiap pihak perlu menjalankan peran dan tanggung jawabnya serta mematuhi seluruh regulasi yang berlaku, baik ketentuan internasional yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO) di antaranya SOLAS, maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
"Keselamatan sebagai sesuatu yang tak bisa ditawar-tawar harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait pelayaran," ujar Carmelita, Jumat (21/08/2026).
Menurutnya, kecelakan kapal Roro penumpang yang terjadi belakangan ini harus menjadi bahan evaluasi bersama dalam memperkuat langkah-langkah pencegahan dan meningkatkan standar keselamatan pelayaran ke depan.
Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah penguatan sistem pengawasan terhadap proses naiknya kendaraan, barang, dan penumpang ke atas kapal Roro penumpang.
Mungkin pemasangan X-Ray gate dapat membantu pengawasan serta pengendalian untuk orang dan barang di semua terminal penumpang, serta Hyco Scanner pada terminal RoRo.
Dimana kewajiban untuk melalui X-Ray gate dan Hyco Scanner tersebut dilakukan_sebelum boarding, demi menjaga keselamatan penumpang, dan awak kapal serta menjaga berbagai hal yang tidak diinginkan.
Pengendalian terhadap jumlah penumpang, jenis dan jumlah barang, serta kesesuaian atau akurasi jumlah penumpang serta muatan yang tertuang dalam manifest, dengan kapasitas dan ketentuan keselamatan kapal yang diizinkan regulasi, wajib dilakukan secara lebih akuntabel dan terintegrasi.
INSA juga mendorong agar evaluasi keselamatan tidak hanya dilakukan setelah terjadi kecelakaan, tetapi menjadi proses yang berjalan secara berkelanjutan.
Penguatan pengawasan, kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta koordinasi antar stakeholder perlu terus dilakukan agar keselamatan menjadi budaya bersama dalam setiap kegiatan pelayaran.
"INSA siap mendukung pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan keselamatan pelayaran nasional, sehingga transportasi laut dapat terus berkembang dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran," jelasnya. (Mut)