Kemenhub Wisuda 361 Perwira STIP Indonesia
Kamis, 16 Juli 2026, 10:06 WIB
BISNISNEWS.id - Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) mewisuda 361 Perwira Transportasi Laut Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Indonesia Tahun Akademik 2025/2026 dalam Sidang Senat Terbuka di Kampus STIP, Rabu (15/7/2026).
Para lulusan diharapkan menjadi SDM maritim unggul yang siap memimpin transformasi maritim yang modern, aman, dan berkelanjutan.
Para lulusan terdiri atas 330 merupakan lulusan Program Diploma IV, termasuk 150 lulusan jalur Pola Pembibitan yang akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Adapun 31 wisudawan lainnya merupakan lulusan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Kepala BPSDMP, Suharto, mengatakan, tantangan sektor maritim saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kemampuan teknis pelaut, tetapi juga kemampuan menguasai teknologi, menjunjung budaya keselamatan, serta menghadirkan inovasi menuju pelayaran yang berkelanjutan.
"Hari ini bukanlah garis akhir perjalanan Saudara, melainkan awal memasuki dunia profesional maritim. Jadilah insan maritim yang profesional, berintegritas, inovatif, menjunjung tinggi keselamatan, serta mampu menghadapi transformasi teknologi untuk mewujudkan pelayaran yang berkelanjutan," ujarnya.
Pembangunan SDM menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat daya saing sektor transportasi laut Indonesia. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha perlu terus diperkuat agar pendidikan vokasi mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Kampus Berdampak: Melahirkan Generasi Pembuat Sejarah". Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus menjadi ruang lahirnya inovasi yang berdampak pada masyarakat, dan menjawab berbagai tantangan bangsa, termasuk di sektor maritim.
"Di tengah perkembangan kecerdasan buatan, bioteknologi, ekonomi digital, dan meningkatnya persaingan di sektor maritim, Indonesia memerlukan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, integritas, dan kemampuan beradaptasi serta yang terpenting adalah mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat," ungkapnya. (Mut)