Menhub Dudy dan Sekab Teddy Sambut Arus Balik di Terminal Bus Terpadu Bantar Gebang
Rabu, 25 Maret 2026, 07:54 WIB
*Dua Gelombang Pergerakan Arus Balik Pemudik Idul Fitri 1447 Hijriyah. Tahap pertama pada 24 dan 25 Maret, lonjakan tertinggi diprediksi terjadi pada 28 dan 29 Maret
BISNISNEWS.id - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya meninjau arus balik para pemudik Idulfitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi di terminal Bus Terpadu Pulo Gebang, Rabu (25/3/2026) dini hari.
Dalam kunjungan itu, Menhub Dudy beraama Seskab Teddy bertegur sapa dan berdialog akrab dengan para pemudik yang baru saja tiba di terminal. Kedua pejabat publik itu nampak menikmati kebersamaannya dengan masyarakat yang baru saja merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarganya di kampung halamannya masing-masing.
Tawa sumringah para pemudik di terminal Bus Terpadu Batar Gebang menjelang Subuh mewarnai keakraban saat disambut Memhub Dudy dan Seskab Tedy.
Arus balik pemudik dengan bus terjadi pada 24-25 Maret dan puncaknya pada periode 28-29 Maret, yang diprediksi akan terjadi lonjakan yang sangat tinggi
Menhub Dudy mengatakan, lonjakan pertama terjadi karena pemudik mengejar waktu masuk kerja setelah libur Lebaran, sementara gelombang berikutnya berasal dari masyarakat yang memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA).
Pemerintah, ungkap Menhub, telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi kepadatan, termasuk penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way nasional guna membantu kelancaran perjalanan arus balik masyarakat.
Kebijakan one way nasional, ungkap Dudy akan kembali diberlakukan apabila terjadi peningkatan kepadatan signifikan di jalur utama, dengan tujuan memastikan perjalanan masyarakat tetap lancar dan aman hingga tujuan.
Dijelaskan, sebagian masyarakat telah memanfaatkan kebijakan WFA, sehingga pergerakan arus balik menjadi lebih tersebar dan tidak menumpuk pada satu waktu tertentu selama periode puncak berlangsung.
Hal tersebut terlihat dari kondisi lalu lintas di jalan tol yang relatif tidak terlalu padat, serta arus kendaraan yang bergerak bertahap menunjukkan distribusi perjalanan masyarakat berjalan lebih merata dan terkendali.
Selain itu, pemerintah juga mewaspadai sejumlah titik rawan seperti rest area dengan menerapkan sistem buka tutup serta membatasi operasional kendaraan berat sumbu tiga guna menjaga kelancaran arus balik.
"Jadi harapan kita tadi, seperti memberlakukan one way nasional itu untuk membantu para masyarakat yang melakukan arus balik bisa dengan lancar dan yang paling penting adalah selamat sampai dengan tujuan," kata Dudy.
Ungkapan serupa juga disampaikan
SeskabTeddy saat ditemui awam media, usai bertegur sapa dengan pemudik. Dijatakan, secara umum, perjalanan para pemudik pada arus balik pagi ini aman, lancar .
Dikatakan, kunjungannya ke terminal Bus Terpadu Batar Gebang ini, sangat mendadak. Baru dihubungi Menhub Dudy sekitar pukul 02.O0 Wib.
Hasil pemantauan menunjukkan kondisi arus balik berjalan lancar tanpa kendala signifikan, serta berbagai potensi hambatan yang muncul dapat ditangani dengan baik oleh petugas di lapangan.
Menurut Teddy penumpang yang ditemui di terminal mengaku perjalanan mereka relatif lancar, tanpa hambatan berarti sepanjang perjalanan menuju Jakarta selama periode arus balik berlangsung.
Ia mengapresiasi kerja sama Kementerian Perhubungan dan Kepolisian dalam menjaga kelancaran arus balik, sehingga puncak pergerakan pada 24 hingga 25 Maret dapat berjalan sesuai harapan pemerintah. (Valen/Syam)