Pergerakan Arus Balik Mulai Terjadi di Lintasan Ketapang - Gilimanuk
Senin, 23 Maret 2026, 20:06 WIB
- Puncak Arus Balik di Lintasan Ketapang -Gilimanuk Diprediksi Terjadi pada Kamis (26/3/2026) hingga Sabtu (28/3/2026).
- Pengendara Yang Akan Menyeberang Nampak Rampai, Tertib dan Lancar .
- Trafik Dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada Minggu (22/3) atau Hari H tercatat 156 trip kapal dengan total 23.929 penumpang, tumbuh 9,5 persen.
- Kendaraan roda dua menjadi kontributor utama dengan 3.995 unit, diikuti roda empat 2.948 unit, truk 298 unit, dan bus 136 unit.
BISNISNEWS.id - Pergerakan arus balik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Bali dan Jawa melalui Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk mulai meningkat.
Puncak arus balik diprediksi terjadi pada Kamis (26/3/2026) hingga Sabtu (28/3/2026). Berkaca pada pengalaman rus mudik, pada pelayanan arus balik ini, lebih lancar dan tertib, meski nampak ramai.
Sejak akhir pekan, arus kendaraan bergerak dengan ritme yang stabil tanpa lonjakan antrean signifikan. Hal ini ditopang oleh pengaturan operasional yang adaptif, kesiapan armada, serta orkestrasi layanan yang terkoordinasi lintas stakeholder.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menentukan waktu perjalanan.
"Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu di luar periode puncak, sehingga perjalanan tetap nyaman tanpa harus menghadapi antrean,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya pembelian tiket secara mandiri melalui platform digital Ferizy, serta memastikan kedatangan di pelabuhan sesuai jadwal pada tiket.
"Kini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pengguna jasa wajib membeli tiket melalui Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60. Hindari pembelian melalui calo atau agen tidak resmi untuk mencegah potensi kerugian,” tegasnya.
Selain itu, Yossi mengingatkan agar pengguna jasa mengisi data identitas secara lengkap dan benar saat pemesanan tiket guna mendukung akurasi manifest dan keselamatan pelayaran.
Dari sisi teknis, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, memastikan operasional di lintasan Ketapang–Gilimanuk berjalan sesuai skenario pengendalian arus balik. "Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan.
Pola kedatangan yang merata membuat proses bongkar muat kapal berlangsung cepat dan efisien tanpa hambatan berarti,” jelas Arief.
Ia menambahkan, optimalisasi jumlah trip dan pengaturan pola sandar kapal menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran layanan di tengah peningkatan volume.
Trafik Naik
Data operasional menunjukkan bahwa peningkatan trafik terjadi secara signifikan, namun tetap terkendali. Dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada Minggu (22/3) atau Hari H tercatat 156 trip kapal dengan total 23.929 penumpang, tumbuh 9,5 persen dibandingkan tahun lalu.
Kendaraan roda dua menjadi kontributor utama dengan 3.995 unit, diikuti roda empat 2.948 unit, truk 298 unit, dan bus 136 unit.
Secara total, kendaraan mencapai 7.377 unit atau meningkat 14,3 persen mencerminkan tingginya mobilitas arus balik dari Bali menuju Jawa yang tetap mampu diakomodasi dengan baik oleh kapasitas layanan.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga Hari H, jumlah penumpang dari Bali ke Jawa mencapai 541.215 orang atau meningkat 5,1 persen, dengan total kendaraan 172.689 unit atau tumbuh enam persen.
Sementara itu, dari Jawa ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang, tercatat 162 trip kapal dengan total 26.424 penumpang. Lonjakan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 3.713 unit atau naik 37,3 persen dibandingkan tahun lalu.
Kendaraan logistik juga menunjukkan pertumbuhan tajam dengan 288 unit atau meningkat 64,6 persen, menandakan aktivitas distribusi barang tetap berjalan dinamis di tengah periode arus balik.
Adapun kendaraan roda empat tercatat 3.320 unit dan bus 219 unit, dengan total kendaraan mencapai 7.540 unit atau tumbuh 4,2 persen.
Secara kumulatif, pergerakan dari Jawa ke Bali sejak H-10 hingga Hari H mencapai 246.892 penumpang dengan total 51.514 kendaraan.
ASDP menegaskan komitmennya menjaga kelancaran arus balik melalui kesiapan armada, penguatan digitalisasi layanan, serta pengendalian operasional yang responsif.
Dengan distribusi trafik yang terjaga dan kedisiplinan pengguna jasa, lintasan Gilimanuk–Ketapang diyakini tetap mengalir lancar hingga puncak arus balik terlewati. (Mut/Syam)