Terbongkar, Inilah Biang Kerok Kemacetan Ekstrem di Jalan Tol, Dirut Jasa Marga: Jangan Terulang di Arus Balik
Rabu, 25 Maret 2026, 06:33 WIB
* Sebanyak 21 Ribu Kendaraan Pemudik Mengalami Gagal Transaksi di Gerbang Tol, Akibat Minus Saldo E-Tolle.
* Banyak Terjadi di Gerbang Tol Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang.
* Perjalanan dari Semarang ke Jakarta, pengguna jalan kendaraan Golongan I .Wajib Menyiapkan Saldo E-Toll Minimal Rp500 Ribu. Sementara itu, Pengguna Jalan dari Surabaya Menuju Jakarta, Saldo Terisi Minimal Rp1.000.000.
BISNISNEWS.id - Akhirnya ketahuan juga, penyebab kemacetan di jalan tol pada arus mudik Lebaran 1447 H/2026 M, dan diingatkan untuk tidak terulang lagi pada arus balik.
Salah satu penyebab utama kemacetan, dipicu dari gerbang tol. Yakni, terganggunya transaksi oleh pengendara, karena kurangnya saldo pada kartu tol atau salah kartu sehingga tidak bisa digunakan top up saat keluar
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, setidaknya ada 21 ribu kendaraan mengalami masalah pada saldo e-toll alias kurang sehingga tidak bisa digunakan. Akibatnya, antrian mengular hingga puluhan kilo meter di ruas jalan tol yang berdampak pada kemacetan cukup panjang.
Khusus arus balik ini, para pemudik yang kembali ke Jabodetabek untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik (e-toll) yang digunakan dalam perjalanan.
Berdasarkan evaluasi pada pada H-10 s.d H+1 libur Hari Raya Idulfitri 1447H/2026 atau pada periode 11-22 Maret 2026, terdapat 21 ribu kendaraan dengan saldo e-toll kurang di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang dan melakukan top up e-toll di gerbang tol tersebut.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan, jumlah tersebut merupakan 4,9 persen dari total 442 ribu kendaraan yang melakukan transaksi di GT Kalikangkung pada periode yang sama.
“Dengan saldo e-toll kurang yang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan dan mengakibatkan antrean di gerbang tol,” ujar Rivan.
Sejalan dengan hal tersebut, kondisi serupa berpotensi kembali terjadi pada arus balik, khususnya di GT Cikampek Utama.
Oleh karena itu, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan arus balik dengan memastikan kecukupan saldo e-toll sebelum memasuki jalan tol guna menghindari antrean kendaraan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.
“Siapkan saldo e-toll cukup bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus, khususnya dari arah Trans Jawa menuju Jakarta,” tambahnya.
Untuk perjalanan dari Semarang ke Jakarta, pengguna jalan kendaraan Golongan I diimbau menyiapkan saldo e-toll minimal sebesar Rp500.000. Sementara itu, bagi pengguna jalan dari Surabaya menuju Jakarta, disarankan menyiapkan saldo minimal sebesar Rp1.000.000.
Jika proses top up di gerbang tol terjadi pada ribuan kendaraan yang melintas di GT Cikampek Utama tentu akan merugikan pengguna jalan, karena waktu perjalanan terbuang hanya untuk menunggu proses top up.
Untuk itu, Jasa Marga kembali meminta kerja sama dari pengguna jalan agar secara berkala mengecek kecukupan saldo e-toll untuk kelancaran perjalanan arus balik.
Rivan juga kembali mengingatkan kepada pengguna jalan, khususnya yang melakukan perjalanan di Jalan Tol Trans Jawa dengan sistem transaksi tertutup (tarif berdasarkan jarak), bahwa kartu e-toll yang digunakan saat tap in wajib sama dengan yang digunakan saat tap out.
Dengan demikian, pengguna jalan tidak dapat menggunakan kartu milik pengguna lain apabila saldo tidak mencukupi.
“Untuk kemudahan transaksi, pengguna jalan dapat melakukan pengisian saldo e-toll melalui berbagai kanal, antara lain Aplikasi Travoy, layanan mobile banking sesuai bank penerbit, gerai ritel/minimarket, maupun fasilitas top up di rest area,” tuturnya.
Saat memasuki GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, pengguna jalan diharapkan mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan. Gangguan sekecil apa pun di area gerbang tol dapat berdampak pada kelancaran arus lalu lintas dan berpotensi menimbulkan antrean kendaraan.
Jasa Marga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan untuk silaturahmi maupun kembali ke wilayah Jabotabek melalui jalan tol untuk memastikan kesiapan perjalanan, di antaranya memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan, mempersiapkan perbekalan, memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik.
Patuhi rambu dan arahan petugas di lapangan serta selalu disiplin dalam ketentuan berkendara di jalan tol. Gunakan waktu dengan bijak dengan tidak berlama-lama di rest area agar dapat bergantian dengan pengguna jalan yang lain. (Mut/Syam)