Update Korban Kebakaran Kapal KMP Putri Yasmin di Perairan Lombok, Dirjen Masyhud: Selidiki Seluruh Temuan
Jumat, 14 Agustus 2026, 13:43 WIB
BISNISNEWS.id - Progres evakuasi dan penyelamatan para penumpang. KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Lombok pada Rabu 12 Agustus 2026, berdasatkan data terkini per 14 Agustus 2026.
Data Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubla Kemenhub), laporan sementara, manifest KMP Putri Yasmin tercatat 114 penumpang belum termasuk awak kapal dan non ABK.
Namun, per hari ini tercatat 212 orang sudah dievakuasi dengan rincian 188 penumpang, 17 Awak Kapal, tujuh Non ABK termasuk satu orang penumpang meninggal dunia.
Berdasarkan laporan pengaduan masyarakat, masih ada lima orang yang saat ini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Terkait adanya perbedaan jumlah penumpang dengan data manifest, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud menekankan hal ini sebagai temuan serius yang akan ditindaklanjuti melalui investigasi komprehensif.
Semua temuan di lapangan dalam kasus terbakarnya KMP Putri Yasmin, menurut Dirjen Masyhud akan diusut tuntas, termasuk perbedaan data jumlah penumpang dengan daftar manifest.
Dirjen Masyhud juag berjanji terus mengawal hak-hak korban, diantaranya mengawal ketat penyaluran santunan dan jaminan asuransi bagi para korban.
Pada Kamis (13/8), bertempat di Asrama Brimob Ampenan, Mataram, santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia atas nama Indah Dwi Septiani telah disalurkan melalui PT. Jasa Raharja dan PT. Jasa Raharja Putera.
Tak hanya santunan jiwa dan kesehatan, pemerintah juga memastikan bahwa hak atas penggantian kendaraan penumpang yang turut menjadi korban dalam insiden tersebut akan dipenuhi sesuai ketentuan asuransi yang berlaku.
Santunan kematian yang disalurkan kepada ahli waris korban meninggal dunia berasal dari dua sumber dengan total mencapai Rp125 juta, yang terdiri atas santunan Jasa Raharja sebesar Rp50 juta serta tambahan dari Jasaraharja Putera sebesar Rp75 juta.
Sementara itu, untuk korban luka-luka dengan tingkat keparahan baik berat, sedang, maupun ringan diberikan jaminan biaya perawatan medis secara penuh hingga korban dinyatakan pulih dan kembali ke rumah.
Mobilisasi Armada
Langkah darurat dimulai dengan pancaran berita marabahaya (broadcast MAYDAY) sebanyak tiga kali oleh VTS Benoa dan SROP Padangbai kepada kapal-kapal di sekitar lokasi.
Ditjen Perhubungan Laut mengeluarkan Notice to Marine kepada kapal-kapal sekitar dan mengarahkan untuk memberikan pertolongan dan evakuasi penumpang.
Respons cepat ini membuahkan hasil dengan keterlibatan sejumlah kapal yang berada di dekat titik kejadian, antara lain KMP Port Link 2, KMP Muryati, MT Debby, dan MT Yello Park, untuk memberikan pertolongan pertama.
Dalam proses evakuasi yang berlangsung intensif, Ditjen Perhubungan Laut mengerahkan kapal patroli KN.P 345 untuk mengawal proses evakuasi di sekitar Lokasi kejadian.
Sementara itu, guna memastikan penanganan evakuasi berjalan terpadu, posko koordinasi gabungan didirikan di Terminal Penumpang Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Padangbai, melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, ASDP, dan instansi terkait lainnya.
“Bagi korban yang meninggal dunia, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan kepada keluarga yang ditinggalkan, kami menyampaikan belasungkawa dan doa agar diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Dirjen Masyhud.
Dia menegaskan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas utama sejak awal insiden terjadi. “Seluruh unsur di lapangan bergerak cepat dan sigap untuk melakukan evakuasi, pencarian, serta pendataan korban. Kami memastikan setiap penumpang yang dievakuasi mendapatkan penanganan medis dan dukungan yang diperlukan. Sinergi antar-stakeholder inilah yang menjadi kunci optimalisasi penanganan musibah di lapangan,” ujar Dirjen Masyhud.
Terkait proses investigasi, Dirjen Masyhud menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh penyelidikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab pastibakaran. (Syam)