Volume Lalin Menuju Bandara Soekarni-Hatta dan Merak Meningkat Jawa Barat Masih Normal
Senin, 16 Maret 2026, 14:25 WIB
BISNISNEWS.id - Pantauan volume lalu lintas di seputar Jabodetabek, baik yang menuju lintasan penyeberangan Merak maupun Bandara Soekarno -Hatta.terus bergerak dan terjadi peningkatan signifikan.
Namun pergerakan kendaraan di wilayah Jawa Barat, terutama yang menuju Bandung masih terbilang normal belum ada peningkatan signifikan.
Bersasrkan data pantauan pergerakan volume kendaraan pemudik yang dilakukan sejak H-6 libur Idulfuitri 1447H/2026 M, Minggu, 16 Maret 2026, Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division melakukan pencatatan volume lalu lintas di sekitar Jalan Tol Jabodetabek dan Jawa Barat, dengan rincian sebagai berikut:
Lalu Lintas Jabodetabek
Pada periode H-6 libur Idulfitri 1447H/2026 M, terpantau peningkatan volume lalu lintas dari Jabodetabek menuju Merak melalui Gerbang Tol (GT) Cikupa, dengan total transaksi tercatat sebanyak 44.499 kendaraan, meningkat 2,17 persen dibandingkan volume normal 43.554 kendaraan.
Adapun volume lalu lintas lainnya meninggalkan Jabodetabek menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui GT Cengkareng tercatat sebanyak 62.306 kendaraan atau lebih rendah 9,59 persen dibandingkan volume normal 68.916 kendaraan dan lalu lintas yang menuju Puncak Bogor tercatat sebanyak 30.278 kendaraan atau lebih rendah 7,87 persen dibandingkan volume normal 32.865 kendaraan.
Sementara itu di wilayah Jawa Barat, belum terjadi peningkatan volume lalu lintas menuju Bandung atau Rancaekek sekitarnya, tercatat total sebanyak 61.503 kendaraan melintas, atau lebih rendah 6,89 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 66.052 kendaraan.
Sedangkan volume lalu lintas meninggalkan Bandung dan Rancaekek menuju Jakarta melalui gerbang tol yang sama, tercatat volume lalu lintas sebanyak 55.358 kendaraan melintas, atau lebih rendah 18,64 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 68.039 kendaraan.
Dari jumlah itu, lalu lintas terdistribusi melalui dua Gerbang Tol dengan rincian sebagai berikut:
1. GT Cileunyi Jalan Tol Padaleunyi
Terpantau sebanyak 32.951 kendaraan melaju menuju wilayah Rancaekek, Garut dan sekitarnya melalui GT Cileunyi. Volume lalu lintas transaksi di GT tersebut naik sebesar 0,57 persen dari lalin normal yaitu sebanyak 32.764 kendaraan. Sedangkan Volume lalu lintas transaksi kembali yang menuju Jakarta melalui GT Cileunyi tercatat sebanyak 27.779 kendaraan atau lebih rendah 16,18 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 33.140 kendaraan.
2. GT Pasteur Jalan Tol Padaleunyi
Sementara itu, volume lalu lintas transaksi yang menuju Kota Bandung melalui GT Pasteur tercatat sebanyak 28.552 kendaraan atau lebih rendah 14,23 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 33.288 kendaraan dan volume lalu lintas transaksi GT Pasteur (masuk) meninggalkan Kota Bandung menuju Jakarta tercatat 27.579 kendaraan atau lebih rendah 20.97 persen dari lalin normal sebanyak 34.899 kendaraan.
Widiyatmiko Nursejati selaku Senior General Manager JMT menekankan upaya JMT untuk menyambut libur Idulfitri 1447H/2026 M dan menyuarakan imbauan keselamatan di tengah antusiasme masyarakat.
“Dalam menyambut libur panjang Idulfitri 1447 H/2026 M, kami berupaya menyiagakan petugas dan armada pelayanan di titik-titik strategis untuk membantu kelancaran arus lalu lintas. Kerja sama pengguna jalan dalam mematuhi rambu-rambu dan instruksi petugas di lapangan menjadi kunci utama kelancaran perjalanan libur panjang ini," ujar Widiyatmiko.
Dijelaskan, volume lalu lintas diperkirakan masih akan meningkat jelang puncak arus mudik pada Rabu, 18 Maret 2026 dan lalu lintas silaturahmi/wisata pada Hari H s.d. H+2 Idul Fitri 1447 H.
Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan tol untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, memastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima, serta memperhatikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik.
Untuk kelancaran transaksi, pengguna jalan tol diimbau menggunakan satu kartu uang elektronik yang sama saat tapping di gerbang tol masuk dan keluar, khususnya pada ruas tol dengan sistem transaksi tertutup seperti Tol Cipularang, Padaleunyi, dan Jalan Tol JORR II. (Mut/syam)