AirNav Indonesia Jawab Tantangan. Ekonomi Hijau di 10 Desa Kab. Tulungagung
Jumat, 01 November 2024, 09:47 WIBBISNISNEWS.id - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia turun tangan kembangkan ekonomi hijau di sejumlah desa yang ditandai dengan peresmian pengoperasian instalasi Energi Baru Terbarukan (EBT) “biogas” dan budidaya hortikultura
Instalasi EBT dan budidaya hortikultura yang telah direalisasikan pada 31 Oktober 2024 di Desa Ngelurup, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung itu, menurut Direktur Utama AirNav Indonesia, Polana B. Pramesti bertujuan untuk memberikan sumber energi terbarukan dan dukungan ketahanan pangan langsung kepada masyarakat, sejalan dengan komitmen AirNav Indonesia terhadap prinsip keberlanjutan Environmental, Social, and Governance (ESG).
Tahap awal pemasangan instalasi EBT diterapkan pada di 10 desa di Kabupaten Tulungagung .
“Dengan biogas, warga bisa mengakses energi yang bersih dan murah, langsung dari sumber daya lokal. Ini lebih dari sekadar instalasi, ini adalah perubahan nyata yang berdampak bagi lingkungan dan kesejahteraan Masyarakat," ungkap Polana.
Teknologi pengelolaan biogas ini mengubah bahan organik yaitu kotoran ternak menjadi gas metana yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk memasak, penerangan, bahkan pembangkit listrik.
Program ini tentunya membantu mengurangi biaya energi masyarakat serta ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus memberikan sumber energi yang ramah lingkungan.
Lebih lanjut Polana menjelaskan bahwa, “AirNav Indonesia juga menyediakan area budidaya tanaman hortikultura yang didukung oleh pupuk organik dari sisa produksi biogas untuk dikelola masyarakat setempat guna meningkatkan hasil panennya”. Dengan memanfaatkan pupuk alami yang kaya nutrisi, para petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman mereka. Langkah ini diharapkan dapat mendorong kemandirian pangan dan meningkatkan potensi ekonomi warga. “Agar program ini benar-benar menjadi berkelanjutan, masyarakat juga dibekali pelatihan serta dukungan peralatan lainnya untuk mengelola dan merawat instalasi biogas dan lahan hortikultura”, ujarnya.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung Suroso juga menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi ini.
“Kami sangat mengapresiasi langkah AirNav Indonesia yang tidak hanya menyediakan fasilitas energi terbarukan, tetapi juga memberikan dukungan dan pelatihan bagi masyarakat. Program ini selaras dengan visi kami untuk membangun desa yang lebih mandiri dalam pengelolaan energi dan berkelanjutan dari sisi lingkungan,” jelas Suroso. Menurutnya, inisiatif seperti ini penting untuk membantu daerah-daerah pedesaan menjadi lebih tahan terhadap perubahan iklim ekonomi dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Program ini telah membuktikan bahwa upaya dalam pengelolaan limbah dan praktik pertanian berkelanjutan dapat membawa manfaat yang besar, baik secara ekonomi, lingkungan, maupun sosial. Langkah ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa lain untuk menerapkan solusi energi terbarukan dan praktik pertanian yang berkelanjutan.
Lebih detail Polana menjelaskan, Inisiatif biogas dan hortikultura ini sekaligus menjadi salah satu komitmen TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) AirNav Indonesia dalam mendukung potensi energi baru terbarukan dan ekonomi hijau di Indonesia.
“Kami percaya bahwa dengan pelatihan yang baik dan dukungan berkelanjutan, masyarakat akan mampu menjaga instalasi ini berjalan dalam jangka panjang, sehingga dapat memberi dampak besar pada lingkungan dan ekonomi lokal.” tutup Polana.
(*/syam)