Cuaca Ekstrem Berpotensi Mengancam Arus Balik Lebaran fi Ruas Penyeberangan
Jumat, 04 April 2025, 06:44 WIB
BISNISNEWS.id - Arus balik lebaran mulai memadati ruas penyeberangan,.ASDP Indonesia Ferry melakukan peringatan dini terhadap cuaca ekstrem belakangan ini.
Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi, pada Kamis 3 Aptil 2025.
Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang bertepatan dengan arus balik Lebaran, guna menjamin kelancaran dan keselamatan penyeberangan lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengingatkan bahwa awal April merupakan periode kemunculan bibit siklon tropis di Lintang Selatan, yang dapat berdampak pada kondisi perairan. “Kita perlu melakukan langkah antisipasi dini dan memperkuat koordinasi di wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak, terutama karena waktunya bersamaan dengan puncak arus balik,” ujarnya.
Direktur Keuangan, Teknologi Informasi, dan Manajemen Risiko ASDP, Djunia Satriawan, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin dengan BMKG dan para pemangku kepentingan selama arus mudik.
“Koordinasi yang baik selama periode mudik telah memastikan kelancaran operasional meskipun ada peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan. Kami berharap tren positif ini berlanjut hingga arus balik, dengan ASDP siap mendukung keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat,” tuturnya.
Di lintasan Jawa-Bali, arus balik dari Ketapang ke Gilimanuk pada H+1 mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak 32 kapal beroperasi, dengan total penumpang mencapai 37.943 orang, naik 24,3 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan yang menyeberang juga meningkat 24,7 persen menjadi 10.467 unit.
Dalam rapat ini, sejumlah langkah strategis dibahas untuk mengantisipasi peningkatan gelombang, kecepatan arus, dan kecepatan angin. Sesuai arahan BMKG, sistem peringatan dini akan diperkuat melalui prosedur operasional standar (SOP) gabungan antara BMKG, ASDP, dan Forkopimda.
Selain itu, optimalisasi kantong parkir juga menjadi perhatian utama guna menghindari kepadatan di pelabuhan jika kapasitas mencapai batas maksimal. Di Ketapang, kendaraan penumpang akan diarahkan ke Grand Watudodol dan Dermaga Bulusan, sementara kendaraan barang ke Lapangan Sepak Bola Areba dan Terminal Sri Tanjung. Adapun di Gilimanuk, kantong parkir disiapkan di Terminal Kargo, Terminal Bus Gilimanuk, serta UPPKB Cekik untuk kendaraan barang.
Sebagai langkah preventif, ASDP dan BMKG juga merencanakan pemasangan radar maritim di pelabuhan untuk mendeteksi kecepatan arus, angin, dan tinggi gelombang secara real-time. Dengan sistem ini, respons terhadap perubahan kondisi cuaca dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. (syam)