Jalur Fungsional Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Segmen Gending-Situbondo Urai Kepadatan
Kamis, 19 Maret 2026, 12:52 WIB
BISNISNEWS.id - Sejak dibukanya jalur fungsional Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Segmen Gending-Situbondo Barat sepanjang 50 KM, pada Sabtu, 14 Maret 2026 - Rabu, 18 Maret 2026 atau periode H-7 - H-3 di kedua arahnya mencapai 55.572 kendaraan.
Ribuan kendaraan yang masuk ke jalur fungsional yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (PT JPB), tersebut melalui tiga Gerbang Tol (GT) yaitu GT Kraksaan, GT Paiton, dan GT Situbondo Barat.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa jalur fungsional Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Segmen Gending-Situbondo Barat mulai dibuka pada periode 14-29 Maret 2026 (selama 16 hari).
Jalur fungsional ini dioperasikan dua arah dengan jam operasional pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB untuk semua golongan kendaraan.
“Selama lima hari dibuka, jalur fungsional Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Segmen Gending-Situbondo Barat mendapatkan antusiasme dari pengguna jalan dalam memanfaatkan jalur tersebut. Hal itu terlihat dari tingginya volume kendaraan yang melintas dari hari pertama sampai dengan hari kelima” ujar Rivan.
Jasa Marga mencatat lalu lintas tertinggi yang melewati 5iga gerbang tol Ruas Prosiwangi terjadi pada hari kelima (H-3) yaitu Rabu, 18 Maret 2026, sebanyak 12.670 kendaraan. Hal ini menunjukkan respon positif masyarakat dalam memanfaatkan jalur fungsional tersebut sebagai alternatif perjalanan selama periode libur Lebaran 2026.
“Jalur fungsional ini membantu mengoptimalkan distribusi lalu lintas selama periode libur Lebaran 2026. Kami mencatat bahwa realisasi volume lalu lintas di kedua lajur fungsional ini menunjukkan tren yang positif dan memberikan manfaat signifikan dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah tersebut,” jelas Rivan.
Pembukaan ruas fungsional Segmen Gending-Situbondo Barat diharapkan dapat memberikan manfaat langsung sebagai alternatif rute yang lebih efisien bagi masyarakat untuk membantu mengurangi beban lalu lintas pada jalan arteri dan jalur Pantura, dengan mendistribusikan arus kendaraan secara merata.
Jasa Marga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan pemerintah daerah, untuk memastikan jalur fungsional ini dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh pengguna jalan.
Selain itu, Jasa Marga juga menyiagakan petugas serta fasilitas pendukung seperti posko siaga, layanan toilet, dan BBM motoris di sepanjang jalur fungsional. Berbagai sarana dan prasarana penanganan keadaan darurat juga disiapkan guna memberikan rasa aman dan kenyamanan tambahan bagi pengguna jalan selama melintasi jalur tersebut. (Mut)