Diskon Tarif Penyeberangan Masih Tersedia Untuk Arus Balik
Jumat, 20 Maret 2026, 20:48 WIB
BISNISNEWS.id -Program stimulus diskon tarif penyeberangan 100 persen untuk jasa kepelabuhanan periode mudik Lebaran 2026 masih tersedia.
Hingga saat ini, program tersebut telah dimanfaatkan oleh lebih dari 1,06 juta pengguna jasa di berbagai lintasan penyeberangan nasional.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyampaikan bahwa program ini masih memiliki kuota yang cukup besar dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik sejak dini dan segera melakukan pemesanan tiket melalui Ferizy. Kuota program ini masih tersedia luas, sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk mendapatkan perjalanan yang lebih hemat,” ujarnya.
Hingga 18 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus tercatat mencapai Rp10,5 miliar atau sekitar 29,58 persen dari target, dengan jumlah pengguna jasa mencapai 44,43 persen.
Perbedaan persentase ini dipengaruhi oleh variasi jenis kendaraan dan lintasan yang memanfaatkan program stimulus.
Program ini berlaku di 7 lintasan dan 14 pelabuhan, yakni Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kupang–Rote, Kupang–Kalabahi, Kupang–Hansisi, serta Galala–Namlea.
Dengan cakupan nasional tersebut, penyerapan program terus bergerak dinamis mengikuti pola pergerakan masyarakat di masing-masing wilayah.
Seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, distribusi arus mudik juga terpantau lebih merata. Pada lintasan Jawa–Sumatera, berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara) selama periode H-1 Lebaran (20 Maret 2026), tercatat sebanyak 20.540 penumpang menyeberang atau turun 33,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 30.885 orang.
Sementara itu, total kendaraan tercatat 6.203 unit atau turun 31,6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 9.066 unit.
Terdistribusi Merata
Penurunan pada periode H-1 ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat telah melakukan perjalanan lebih awal, sehingga arus mudik dapat terdistribusi merata dan tidak terpusat pada satu waktu tertentu.
Untuk menjaga kelancaran layanan, ASDP mengoperasikan 28 hingga 33 kapal per hari secara fleksibel sesuai tingkat kepadatan. Kebijakan delaying system juga diterapkan di sejumlah buffer zone guna mengatur arus kendaraan, dengan dukungan 1.185 personel di Merak dan 741 personel di Bakauheni.
Dari sisi layanan digital, ASDP terus mengoptimalkan platform Ferizy yang memungkinkan masyarakat melakukan pembelian tiket hingga H-60 sebelum keberangkatan. Tiket dapat diterima secara praktis melalui WhatsApp maupun email dengan berbagai pilihan metode pembayaran digital.
Secara kumulatif, pergerakan penumpang dari Jawa ke Sumatera pada periode H-10 hingga H-1 tercatat sebanyak 817.456 orang atau naik 2,4 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 798.141 orang.
Total kendaraan mencapai 218.218 unit atau meningkat 7,7 persen dibandingkan 202.588 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, arus dari Sumatera ke Jawa tercatat sebanyak 386.942 penumpang atau naik 3,9 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 372.547 orang, dengan total kendaraan mencapai 79.404 unit atau meningkat 9 persen dibandingkan 72.869 unit tahun lalu.
ASDP mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program stimulus ini dengan merencanakan perjalanan lebih awal serta memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan.
Dengan berbagai kesiapan yang telah dilakukan, ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa, baik pada arus mudik maupun arus balik. (Mut/Syam)