Ditemui Pelanggaran Angkutan Barang Saat Periode Angleb, Menhub Dudy soroti Sjumlah Titik Kemacetan
Jumat, 10 April 2026, 09:28 WIB
BISNISNEWS.id - Angkutan Lebaran 2026 secara umum lancar, namun ada sejumlah catatan yang harus tetap dievaluasi untuk perbaikan kedepan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengakui, masih adanya pelanggaran. Diantaranya, tetap beroperasinya angkutan barang, sehingga menjadi penyebab terjadinya kemacetan, di jalan tol maupun alteri.
" Kami akui itu terrjadi, dan ini menjadi catatan penting untuk terus kami perbaiki. Sulitnya mengatur kendaraan besar dan membangun kesadaran para pengusaha angkutan," jelasnya.
Seperti diketahui, truk besar angkutan barang terlihat ikut memadati jalan berbarengan dengan arus mudik dan balik.
" Truk besar itu tiba-tiba masuk tol dan oetugas sudah berusaha mengusir untuk tidak masuk tol. Kemudian masalah baru muncul ketika truk itu masuk alteri karwna disana sudah dipadati pemudik dengan kendaraan toda dua..Seperti itulah problemnya," ungkap Menhub Dudy.
Menhub Dudy menyoroti adanya titik-titik kepadatan yang terjadi pada saat puncak arus mudik maupun arus balik lebaran 2026. Misalnya, kepadatan di rest area km 57 tol Jakarta-Cikampek pada saat puncak arus mudik, kepadatan di pelabuhan Gilimanuk serta akses menuju tol Sumatera.
Menhub menyebut, sejumlah evaluasi telah dilakukan bersama dengan Kementerian/Lembaga maupun stakeholder terkait.
"Kami sudah sampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Jasamarga untuk mengevaluasi rest area km 57 maupun rest area lainnya, dan dilakukan mitigasi sehingga tidak terjadi hal serupa ke depannya," lanjut Menhub Dudy.
Untuk penyeberangan, Menhub mengakui adanya kepadatan selama dua hari di Pelabuhan Gilimanuk pada masa arus mudik. Namun di hari ke-3, kepadatan tersebut berhasil terurai.
Adanya keterbatasan area buffer zone serta peningkatan kendaraan yang signifikan, termasuk kendaraan-kendaraan besar menjadi penyebab kepadatan di pelabuhan.
“Pada saat itu kami melakukan penanganan dengan menggunakan buffer zone dan menyegerakan kendaraan-kendaraan besar untuk segera menyeberang. Kami juga memprioritaskan kendaraan roda dua untuk didahulukan menyeberang,” papar Menhub Dudy.
Sebagai informasi, berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD), jumlah orang yang melakukan perjalanan selama masa Angkutan Lebaran (13-29 Maret 2026) mencapai 147,55 juta orang atau naik 2,53 persen dari hasil survei sebanyak 143,92 juta orang.
Secara keseluruhan, terdapat kenaikan penumpang angkutan umum sebesar 11,79 persen pada Angkutan Lebaran 2026, menjadi 23,73 juta orang dibandingkan periode sama tahun lalu.
Kenaikan tertinggi terdapat pada moda penyeberangan yakni 5,61 juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 17,05 persen dibandingkan periode sama 2025. (Mut/Syam)